Hari ini pembelajaran akan di mulai seperti biasa, santri wan dan santri wati baru mulai berdatangan padahal waktu masih menunjukan jam 6 pagi.
"Mas! Kay mau liat dong kondisi diluar, kay penasaran kayak rame banget," ucap Kay yang berada di dapur setelah selesai dengan masakannya.
"Iya tapi jangan lama-lama inget nanti dede nya juga cape, kamu juga harus sekolah," ucap Adam.
"Iya mas," jawab Kay.
"Ya udah aku ke luar ya mas," ucap Kay.
"Bareng aja ya mas sekalian mau ngecek santri baru," ujar Adam.
"Nah kalau gitu aku ikut mas aja," usul Adam.
"Ya udah ayo," ajak Kay lalu berjalan membuntuti suaminya.
Saat hendak melewati ruang tamu Adam dan Kay melihat pertengkaran antara anak dan ibu nya, sepertinya anak nya tidak mau sekolah disini.
"Gak mom, zea gak mau sekolah disini," rengek sang anak.
"Kalau gak di sini di mana? Mau jadi preman kamu hah?" Marah sang ibu.
"Kan bisa cari sekolah lain selain pesantren mommy," bujuk sang anak.
"Gak ada kamu tetap bakal sekolah disini," ucap ibunya.
"Iya nak zea, turuti aja apa mau ibu kamu, kamu gak kasian sama beliau," tutur Nyai Roro pelan.
Dengan segala inisiatif nya Kay pun maju.
"Iya zea mending disini aja seru tau disini kamu aja belum coba," ucap Kay.
"Eh lo gak tau apa-apa ya, mending lo diam," sarkas Zea.
"Eh emang ni mulut gue punya lo jadi main suruh-suruh diam!" jawab Kay emosi.
Mendengar ucapan Kay, zea langsung diam. Baru tau dia ada modelan 11 12 sama dia di pesantren ini.
"Udah tante gak usah dengerin nih bocah, tante tinggalin aja langsung, dijamin aman tante di sini," ucap Kay.
"Ya udah kalau gitu tante titip Zea ke kamu ya, saya pamit dulu semuanya, mari Kiai, Nyai, Gus, Assalamu'alaikum" ucap ibunya Zea lalu pergi.
"Wa'alaikumsalam," jawab semua.
"Ya udah Zea kamu bawa barang-barangmu ke asrama santri wati, nanti Saya minta tolong santri lain buat nganter," ucap Nyai Roro.
"Biar Kay aja Umi yang anter," inisiatif Kay.
"Ya sudah kalau Kay bersedia," jawab Nyai Roro.
"Kalau gitu aku gak jadi ikut mas, aku mau selesaikan misi dulu hihihi," ucap Kay dengan cekikikan.
"Ayok ikut aku!" Pinta Kay tapi tak di gubris oleh Zea.
"Ayok ikut gue!" Ajak Kay langsung menarik tangan Zea.
"Sabar dong," kesal Zea.
Kini keduanya tengah berjalan melewati taman pesantren.
"Nakal ya jadi di masukin sini?" Tanya Kay.
"Kepo," jawab Zea acuh.
"Dulu aku gitu juga, tapi sekarang udah enak di sini," ucap Kay terdengar curhat.
"Masa?" Tanya Zea mulai suka dengan topik Kay.
"Iya, aku sering mau kabur tapi selalu ketangkep, tapi aku gak pernah nyesal di sini. Karna aku udah punya ini," ucap Kay lalu menyusap perutnya yang lumayan besar.
"Baru sadar lo bunting," ucap Zea.
"Hamil diluar nikah?" Tanya zea.
"Ya enggak lah," sahut kay
"Enak aja anak gus gini di bilang anak di luar nikah," sambung Kay.
"Siapa tau ya kan," sahut Zea Malas.
"Itu asrama kamu paling ujung, kamu harus sekolah yang bener biar orang tua kamu bangga," ucap Kay memberi semangat.
"Ya udah aku pergi dulu, nanti kalau mau sesuatu atau mau minta bantuan cari aja aku," ucap Kay.
"Nama lo?" Tanya Zea.
"Kayra Anatasya istri kesayangan dari gus Adam," ucap Kay bangga.
"Bayyy," ucap kay lalu pergi.
"Sinting," monolog Zea.
🖊🖊🖊
Sungguh melelahkan baru beberapa jam belajar Kay sudah merasa seperti satu harian penuh, untung sudah jam istirahat.
"Ayu aku mau ke toilet dulu ya," ucap Kay.
"Mau aku sama lili temenin gak?"tanya Ayu.
"Gak usah, kayak anak kecil aja main di anter," ucap Kay.
"Kamu kan emang anak kecil tapi udah mau jadi mama muda,"jawab lili.
"Ngeselin," ucap Kay lalu pergi.
Setelah selesai dari Toilet tiba-tiba Kay terpeleset dan jatuh. Seketika beberapa santri yang lewat langsung membantunya.
"Perus aku sakit tolong panggilin gus Adam!" Teriak Kay di sela sakitnya.
Tak lama Adam datang dan langsung membantu Kay berdiri.
"mas gak sanggup sakit banget!" ucap Kay hampir menangis.
Adam segera mengangkat tubuh Kay dan membawa ke ndalem dan memanggil dokter.
Syukurnya kandungan Kay kuat dan tidak terjadi apa-apa.
"Mas aku curiga ada yang sengaja naro minyak di situ, soalnya aku liat minyaknya banyak banget kayak sengaja," ucap Kay dengan kecurigaannya.
"Nanti Abi suruh orang buat cek cctv yang ada," ucap Kiai jaya.
Ya karna tidak mungkin kan minyak bisa berjalan sendiri ke toilet, atau tercecer juga buat apa kalau bukan sengaja. Walau cuma mau bercanda atau iseng tapi bisa membahayakan orang lain.
"Kalau gitu kamu istirahat aja, biar mas sama abi yang urus," ucap Adam.
"Iya mas," jawab Kay.
Setelah kepergian semuanya kini Kay sendiran di kamar.
Tak lama ada suara ketukan pintu.
"Masuk aja," ucap Kay.
Ceklek
Pintu di buka ternyata Zea.
"Ada apa ze?" Tanya Kay.
Zea mendekat lalu mengarahkan layar hp nya.
"Sebagai Awal pertemanan kita," ucap Zea acuh.
"Owh dia ternyata," batin Kay
"Dan ini," ucap Zea setelah menggeser layar hp nya.
"Mau main-main ternyata, okey kita liat seseru apa,"batin Kay lalu tersenyum sinis.
"Menarik?" Tanya Zea dan di balas senyum jahat Kay.
"Mau ikut bermain?" tawar Kay.
"Boleh, kayaknya lumayan seru," jawab Zea dan ikut tersenyum jahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Takdir
Teen FictionMenikah dengan pria yang berilmu dan sangat bertanggung jawab memang harapan semua orang, apa lagi itu adalah orang yang di cintai. Tapi bagai mana kisah pernihakan yang terjadi bukan atas dasar cinta? entah akan tetap bahagia atau malah menderita d...
