Setelah makan malam kini Adam dan yang lainnya tengah berkumpul di ruang keluarga, seraya menonton tv dengan sedikit obrolan hangat.
"Kenapa gak bilang ke Abi kalau kamu mau pulang ke Indonesia?" Tanya Kiai Jaya.
"Sengaja abi biar suprais," jawab Yusuf.
"Tapi kan Umi gak ada persiapan buat nyambut kamu," sahut Nyai Roro.
"Umi kaya mau nyambut Presiden aja jadi harus ada persiapan,"ucap Yusuf dengan tertawa pelan.
"Gimana sekolahnya mas?" Tanya Adam.
"Ya gitu Dam cuma lebih susah dikit dari yang kemaren," sahut Yusuf.
"Kamu gak ada niatan mau nyambung lagi Dam?" Tanya Yusuf.
"Enggak mas, aku mau fokus bantu Abi ngurus pondok aja, sama istri ku juga sedang hamil jadi gak bisa ditinggal," jawab Adam.
Mendengar itu Yusuf sedikit terkejut.
"Alhamdulillah selamat kalau gitu, gak nyangka udah mau jadi Om aj aku Dam," jawan Yusuf dengan senyum bahagia.
"Tapi gak apa-apa loh mas, kalau mas emang masih mau lanjut, Kay disini juga masih ada yang jagain," ucap Kay.
"Tapi mas mau liat pertumbuhan anak kita, gak mau terlewat sedikit pun," jawab Adam lembut.
"iya deh iyaaa," sahut Kay pasrah.
"Owh iya udah berapa bulan Kayra?" Tanya Nyai Roro.
"Kayaknya udah hampir 2 bulanan deh Umi," jawab Kay.
"Gak sabar Abi mau jadi Kakek," ucap Kiai Jaya lalu tertawa pelan.
"Mas Yusuf kapan nih mau nyusul?" Tanya Kay.
"Gak ada kepikiran kesitu Kay, saya masih mau menikmati kesendirian ini," jawab Yusuf sekenanya.
"Jangan lama-lama loh mas keburu kami punya anak dua," ujar Kay.
Dan semua tertawa pelan mendengar penuturan Kay.
"Mas," cicit Kay pelan di samping Adam.
"Iyaa," jawab Adam pelan juga.
"Mau jus mangga tapi rasa strowbery," ucap Kay pelan.
"Emang ada?"tanya Adam bingung.
"Harus ada," tegas kay dengan muka sedikit cemberut.
"Ada apa Adam Kayra?"tanya Nyai Roro.
"Emm ini Kay mau jus mangga Umi," sahut Kay malu-malu
"Ya sudah Adam kamu bikinkan ya, itu ada mangga di kulkas," ucap nyai Roro.
"Tapi Umiiii," cicit Kay pelan, membuat semuanya penasaran terkecuali Adam.
"Tapi Kay mau yang rasa strowbery," jawab Kay, membuat semua tersenyum
"Mana ada Kayra jus mangga rasa strowbery," sahut Nyai Roro.
Kay hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Adam kamu cariin ya, Umi sma Abi mau ke kamar," ucap Nyai Roro lalu menarik tangan suaminya.
Bukannya tidak mau membantu anaknya tapi itu suatu kemustahilannnn, jadi Nyai Roro memilih kabur saja.
Tatapan Kay tertuju pada kedua lelaki itu bergantian.
"Adam, mas ke atas," ucap Yusuf lalu ikut kabur.
Kan konsepnya berani membuat, berani bertanggung jawab.
"Massss," rengek Kay.
"Ya udah kamu ke kamar dulu, biar mas cariin ke luar," jawab Adam lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Takdir
Teen FictionMenikah dengan pria yang berilmu dan sangat bertanggung jawab memang harapan semua orang, apa lagi itu adalah orang yang di cintai. Tapi bagai mana kisah pernihakan yang terjadi bukan atas dasar cinta? entah akan tetap bahagia atau malah menderita d...
