41.WHAT?

311 8 0
                                        

      Setelah kejadian yang menimpa kay, kini ia di awas penuh oleh Adam saat di sekolah atau di mana pun.

"Udah ya mas kay gakpapa kok, insyaallah kejadian kemaren gak bakal ke ulang lagi," ucap Kay leleh dengan suaminya yang terus-terusan membuntutinya.

"Tapi mas khawatir sayang, soalnya mas belum menemukan dalang di balik kejadian kemaren," sahut Adam menjelaskan.

"Bisa jadi kan gak sengaja tumpah minyaknya atau bocor gitu," kata Kay.

"Ya gak mungkin sayang, masa orang bawa minyak goreng lewat depan toilet kan jalan ke kantin gak ngelewatin area situ," ucap Adam dengan pemikirannya.

"Iya sih, tapi Kay malu di ikutin Mas Adam terus kemana-mana, santri lain juga liatin kita terus," ucap Kay sedikit kesal.

Tiba- tiba Zea lewat dengan membawa ember berisi air.

"Zea siniii," ucap Kay tiba-tiba.

"Apa?"tanya Zea ketus.

"Nah mas sekarangkan ada Zea, jadi biar Zea aja yang jagain aku gimana?" Ucap Kay berusaha lepas dari pengawasan suaminya.

"Zea orang nya baik kok mas, aku aja temenan sama dia, iya kan Zea?" Ucap Kay.

"Hmm," jawab Zea malas.

"Tuh kan mas, zea ini bisa di percaya kok," ucap Kay supaya Adam makin percaya.

"Ya sudah kamu mas tinggal sama dia, mas mau ke kantor," ucap Adam.

"Zea kamu jaga baik-baik istri saya, dan hukuman yang saya kasih gak usah di selesain," ucap Adam.

"Beneran?" Tanya Zea dengan tak percaya.

"Iya," jawab Adam.

"Ya sudah mas tinggal, assalamu'alaikum," ucap Adam lalu pergi.

"Wa'alaikumsalam," jawab keduanya.

"Yes gak jadi di hukum," ucap Zea girang.

"Kenapa jadi di hukum?"tanya Kay.

"Gue tidur waktu laki lo ngajar," ucap Zea cengengesan.

"Emang tadi disuruh ngapain pake acara bawa-bawa ember segala?"tanya Kay.

"Di suruh nyiram semua tanaman yang ada di sekolah, dan untungnya gue terbebas" jawab Zea senang.

"Ada-ada aja," jawab Kay pelan.

"Kantin yuk," ajak Kay.

"Lets go," jawab Zea.

       Sesampainya di kantin Kay mengedarkan penglihatannya untuk mencari dua temannya itu, tak berapa lama ia menemukannya dan segera menghampiri.

"Hai guysss, Assalamu'alaikum," sapa Kay lalu duduk di ikuti zea.

"Wa'alaikumsalam," jawab ke duanya.

"Siapa kay?" Tanya Ayu.

"Temen baru aku namanya Zea," jawab Kay.

"Kenalin aku Ayu dan ini Lili," ucap Ayu pada Zea.

"Zea," balas nya singkat.

Setelah memesan makanannya kini Kay dan yang lain tengah asyik menyantap makanan masing-masing. Sampai suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.

"Ini uang dari daddy," ucap Linda setelah menaruh amplop coklat di atas meja dengan kasar.

"Makasih,"ucap lili lalu mengambilnya.

"Deddy juga telpon suruh kamu telpon dia sekarang," ucap Linda Lagi.

"Hm,"jawab lili dan linda pun pergi.

"Aku duluan,"ucap Lili lalu pergi.

"Oh ya Kay gimana perut kamu? Dede bayi nya gak apa apa kan?"tanya Ayu penasaran.

"Gak apa apa kok, malah sehat banget," jawab Kay.

"Alhamdulillah ya," ucap Ayu dengan senyumannya.

"Iya," jawab Kay dan membalas senyumnya.

"Ayu aku duluan ya, aku lupa belum selesai ngerjain Pr, kan abis ini mau di kumpul," ucap Kay.

"Iya kamu duluan aja," jawab Ayu.

Sepeninggalan Kay kini di meja tersisa Ayu dan Zea.

"Lo harus inget selagi masih ada gue disini, gue gak akan biarin tangan lo yang munafik itu sama komplotan lo celakain Kay lagi, inget itu," ucap Zea penuh penekanan.

"Emang kamu siapa  jadi segitunya ikut campur urusan ku," ucap Ayu menantang.

"Gue gak di bayar, tapi ini perintah dari seseorang buat jaga dia dari orang-orang yang munafik dan jahat kayak kalian," jawab Zea lalu pergi.

"Kita liat siapa yang menang," ucap ayu pelan dengan sinis.

🖋🖋🖋

      Hari mulai malam tetapi Kay dan zea masih asyik berbincang di teras Ndalem, entah apa yang menjadi topik pembicaraaan sehingga mereka lupa waktu.

"Kayra ini sudah waktu magrib sebaiknya kamu masuk!" Pinta Adam yang baru saja keluar dari Ndalem.

"Iya mas! Ini baru mau masuk kok," jawab Kay.

"Zea! Cepat kamu ke mesjid!" Titah Adam tegas pada Zea.

"Iya-iya...," sahut Zea sedikit kesal dan segera pergi.

"Ya udah mas ke Mesjid ya!" Izin Adam

"Iya mas," jawab Kay dan menyalimi tangan Adam.

"Sekali milikku akan tetap milikku," ucap Kay sepeninggal Adam dengan tersenyum manis.

Garis TakdirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang