Part 31

1.3K 98 3
                                        

"Apa kita tidak bisa bertemu Ethan?".

"Kau khawatir?".

"Tentu saja, dia terluka parah. Dia juga mudah demam".

"Tsk, aku tidak bisa berbicara dengan Lunar. Dia pasti marah".

"Hei Lunox, kenapa kau tidak bilang kalau kau adalah serigala bencana?".

"Aku hanya bisa bangkit saat Lunar juga bangkit".

"Kenapa kita di panggil Holocaust?".

"Karena siapapun yang berani memanggil nama ku akan mendapat kutukan, oleh karena itu mereka memanggil ku Holocaust atau serigala bencana".

"Selain Tara kenapa Henda juga tahu tentang Holocaust?".

"Ggrrr..., manusia rendahan itu berani menatap Dewi kita yang cantik. Dulu sekali dia menjadi pemimpin Verdict dengan kekuatan yang sangat kuat, tidak ada yang tidak jatuh cinta padanya kecuali aku".

"Hei aku juga tidak jatuh cinta padanya!".

"Anjing itu mulai lancang, dia berusaha memikat Dewi kita. Aku mengutuknya, anjing rendahan sepertinya berani sekali ggrr...".

"Pantas saja saat melihatnya aku langsung membencinya".

"Geril, Dewi kita yang cantik marah karena mu jika dia sampai memutus ikatan mate...".

"Ikatan mate bisa di putus?".

"Bisa, hanya berlaku untuk kita dan Dewi kita yang cantik. Karena hanya Dewi kita yang mampu menahan kita dan hanya kita yang mampu menahan Dewi kita".

"Hm?, kau mau kemana?".

"Tentu saja mencari hadiah untuk Dewi kita Lunox dan ayo kita temui dia".

"Baiklah, kita cari hadiah yang membuatnya senang".

"Itu apa?".

"Mata air suci Dewi".

Setelah memakan jamuan yang di siapkan Ethan sedang berjalan-jalan mengelilingi Lambency bersama seorang elf wanita karena Alberich menyiapkan tempat untuk Dewi istirahat.

"Mata air suci?. Fungsinya untuk apa?" Ethan menatap wanita di belakangnya.

Dengan cepat menundukkan kepala "Memberikan kesuburan bagi tanah dan tanaman, kesehatan, kesempurnaan, keabadian, dan masih banyak lagi Dewi".

"Silvana, selagi aku belum terbangun apa yang kalian lakukan?".

"Kami membantu tugas Dewi, sesaat Anda akan lahir Dewi tidak di tempatnya sehingga Tuan Alberich harus menggantikan tugas Dewi".

"Misalnya pemberkahan 20 tahun yang lalu?".

"Tepat sekali Dewi. Selain itu kami juga membantu melakukan pergantian musim".

"Kalian bisa melakukan pergantian musim?".

"Benar, itu semua berkat Dewi yang Agung".

"Rasanya sedikit aneh saat kita mengelilingi tempat ini".

I Got YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang