6

472 30 2
                                        

*┈┈┈┈*┈┈┈┈*┈┈┈┈

Kapal sampai pada dermaga kedua, mereka telah tiba di pusat kota. Isa berbalik, tepat di depan Taehyun yang membantu memapah Beomgyu.

"Karena kebetulan kita searah, kalian mau ikut dengan kami? Kami menggunakan kereta." ucap Isa.

"Terimakasih sudah merepotkanmu." ucap Taehyun, Beomgyu yang baru ingin menolak segera di tahan Taehyun.

"Sstt.. Diamlah, kita dapat kendaraan gratis." bisik Taehyun. Membuat Beomgyu semakin tidak berdaya.

"Mari," ajak Isa.

Hari sudah malam, mereka benar-benar menggunakan kereta dengan Taehyun dan Beomgyu yang di ikut sertakan. Mereka tidak melakukan percakapan lagi, namun Beomgyu memperhatikan kedua insan yang sedikit sedikit saling curi pandangan itu.

Kereta sampai di tujuan, para murid Meirem. Semua murid yang ikut ada 10 orang terhitung dengan Isa.

Taehyun duduk di depan, samping kusir, Isa yang sudah turun mendongak.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah membayarnya tuan. Jadi kereta kuda ini akan sampai pada tujuanmu." ucapnya.

"Ya. Terimakasih." balas Taehyun.

Begitu Isa pergi, Beomgyu baru bisa membuka suara.

"Belum puas, Kakak kamu memandanginya?" ucap Beomgyu menyindir. Sekedar Taehyun tersadar.

"Ah? Kakak? Aku...? Ah hentikan, jangan menggodaku. Maaf aku menjadikan mu adikku." balas Taehyun.

"Ya.. Ya.. Ya.." ucap malas Beomgyu.

"Uhuk.. Uhuk.. Sshhh.." desisan mengigil Beomgyu membuat Taehyun segera mendekat.

"Kambuh lagi?" ucap Taehyun di balas anggukan oleh Beomgyu, Taehyun mengeratkan pelukannya.

"Bertahanlah," lirih Taehyun.

Ya, aku memang harus bertahan. Aku harus menyampaikan pesan yang kudapatkan pada Ayah. Jika semaunya sudah tersampaikan aku tidak masalah dengan kutukan ini.. Batin Beomgyu, wajahnya semakin terlihat pucat sedikit-sedikit bekuan itu terlihat semakin menambah.

Namun sebelum, kereta keluar jauh Taehyun yang mendongak melihat sekelebat seseorang yang lewat melesat ke tempat Meirem.

𖢇

Di tanah Bahom di tinggali 2 kelompok, yakni kelompok Meirem dan Partepak.

Terlihat di perkumpulan itu sosok dua pria yang selalu menyebarkan rumor itu duduk bersama, beberapa petinggi lainnya. Mereka sedang menikmati minuman arak sekaligus berpesta, tak lupa pemimpin Meirem ikut duduk di sana.

Tawa menggelegar seseorang membuat pembicara mereka sedikit terganggu, namun itu hanya beberapa saat.

Sosok itu berhenti, mendarat di tempat pada perkumpulan kelompok Biksu Aemen.

Terlihat pemimpin mereka, Wuyi Kris.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝙺𝙴𝚃𝚄𝙰 𝙳𝙰𝚁𝙸 𝚂𝙴𝙶𝙰𝙻𝙰 𝙿𝙴𝙼𝙸𝙼𝙿𝙸𝙽 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang