Sejak mendengarkan langsung tembang Lingsir yang di senandungkan oleh Freya, Tempo hari, Sekarang kehidupan Linda menjadi kacau. Setiap detik, Gadis sexi tersebut di hantui oleh bayangan mengerikan dan gambaran kematian yang amat sadis. Sama seperti sekarang, Malam belum sepenuhnya larut, Tapi bagi Linda, Setiap detik waktu yang berjalan, sama halnya dengan siksaan tak terlihat. Linda yang sejak siang berada di kamarnya, bersembunyi dibawah selimut sembari memeluk lututnya, Mencoba untuk keluar secara perlahan. Dilantai pertama, Terdapat beberapa anak kost yang sedang berkumpul membahas sesuatu. Linda mulai menuruni tangga, lalu menghampiri mereka.
"Loh kenapa Lin?" Tanya salah satu dari mereka. Sekelompok anak kost tersebut nampak heran dengan perubahan Linda yang tiba-tiba. Mereka mengenal Linda sebagai gadis sexi yang suka menggoda laki-laki. Tapi sekarang, Mereka melihat Linda seperti anak ayam yang ketakutan. Dalam pandangan Linda, sekelompok anak kost tersebut, Tengah menyeringai mengerikan, Dengan wajah menyeramkan. Linda sontak berteriak ketakutan dan lari Kembali ke kamarnya. Anak-anak kost tersebut Menatap heran.
"Dia kenapa sih? Kayak lihat setan aja." Ucap Salah satu dari mereka.
Di lantai atas, Freya melihat semuanya dengan puas. Ini pertama kalinya dia menggunakan Wangsit yang telah di wariskan oleh kakeknya. Freya bisa menilai, Mana yang pantas mendengarkan wangsit itu, Atau yang tidak. Linda yang berlari kembali ke kamarnya, Di ujung tangga bertemu dengan Freya yang tersenyum Smirk.
"Hai.." Ucap Freya dengan nada meremehkan.
Linda kembali berteriak semakin ketakutan, dan lari semakin kencang, Lalu Freya bisa mendengar suara pintu kamar Linda yang di banting dengan keras. Gadis Koleris tersebut tertawa puas. Itu akibatnya jika berani menggoda orang yang salah. Freya kemudian mendapatkan pesan dari Shani, Kalau gadis ayu itu, Akan melihat manekin yang memiliki energi negatif, Di mall yang Pernah mereka datangi. Freya tidak masalah dengan hal itu, Dia yakin Shani bisa melaluinya. Freya kembali ke kamarnya untuk bermeditasi, Menghadapi pertarungan yang akan datang.
***
Shani mencoba untuk tetap terjaga, meski malam sudah larut. Dilihatnya pada jam dinding, Sudah menunjukan pukul satu dini hari. Shani mencoba keluar kamar, Lalu mengecek ke kamar Gracia dan Feni. Shani ingin memastikan kedua gadis itu benar-benar terlelap, sebelum Shani menyelinap keluar. Dilihatnya, Feni dan Gracia sudah terlelap dengan pulas. Shani menyambar jaket miliknya dan tidak lupa membawa Greed sebagai penyimpanan. Dengan pelan menutup pintu dan pergi dari apartemennya. Setelah Shani pergi, Feni membuka mata dan melihat Gracia tertidur di sampingnya. Gadis dengan rambut berwarna tersebut keluar dari kamar. Melihat ke arah Shani pergi.
"Ikuti dia, pastikan kalau dia baik-baik saja. Dan jangan ikut campur Kecuali di butuhkan." Ucap Feni.
Dari kegelapan di belakang Feni, Eye Lost muncul Sembari membungkuk.
"Baik, Nona." Pria tersebut kembali menghilang dalam kegelapan.
Jendela Ruang tamu tiba-tiba terbuka. Membiarkan dinginnya angin malam menyeruak masuk kedalam. Feni Menatap bulan purnama malam itu. Warna bulan terlihat sedikit pucat, berbeda dengan biasanya.
"Jadi dia sudah menggunakan Wangsit itu, Untuk pertama kalinya ya.." Gumam Feni.
***
Shani membutuhkan Satu jam untuk sampai ke tempat mall yang dia tuju. Di lihatnya semua pintu mall sudah tertutup. Shani mencari celah agar bisa masuk kedalam mall tersebut. Kebetulan pintu belakang mall sedikit rusak, Jadi hanya perlu mengakalinya sedikit, Shani sudah bisa masuk kedalam. Shani menyebarkan energi Holders-nya Untuk mengganggu jaringan CCTV yang ada di sana. Untung saja Freya telah mengajarinya sebelum ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRESHAN : Ragnarok ( BOOK 3 )
Teen FictionBOOK KE 3 DARI SERI HOLDERS Setelah satu tahun, Sejak Shani dan Freya kembali Dari Antartika, Freya memutuskan untuk mengubah penampilannya menjadi seorang pria. hal tersebut bertujuan, agar tidak ada orang yang mengenalinya. Mengacu pada kabar yang...
