Chapter 24 : Piramid Gunung Padang

703 77 4
                                        

"Frey, Aku punya Cara bagaimana kita bisa masuk kedalam piramid itu tanpa Di Curigai." Ucap Shani.

Freya yang tengah menyeduh Coklat panas di pagi hari, Menoleh pada Shani yang sedang berkutat dengan laptopnya.

"Bagaimana?" Tanya Freya. Gadis Koleris tersebut mendekati Shani, Lalu duduk di dekatnya.

"Kita Minta bantuan Professor Arya, Dia seorang Arkeolog dan sejarawan, Sekaligus Dosen di UI." Ucap Shani.

"Kenalan Ci Shani?" Tanya Freya.

Shani mengangguk, "Aku yakin dia bisa membantu kita." Ucap Shani.

"Baiklah, Selama kita bisa masuk kesana." Ucap Freya.

Seperti yang di bilang Oleh Shani, Mereka Pergi ke Universitas Indonesia Untuk bertemu dengan seorang Sejarawan, Bernama Aryaloka Prastyo. Dia merupakan Kenalan dari orang tua Shani, Dan telah di kenalkan padanya sejak kecil. Hari ini, Prof Arya, Sedang mengadakan Mata kuliah Umum. Shani dan Freya, Menyamar sebagai mahasiswa Dan mengikuti mata kuliah tersebut. Kebetulan juga, prof Arya, membahas tentang Imhotep dan Zaman Piramida kuno.

"Sejak masyarakat terbentuk, ada kelompok-kelompok kecil di dalamnya yang mempraktikkan teknik-teknik rahasia untuk membantu mereka masuk ke dalam keadaan kesadaran yang lain. Mereka telah melakukan ini dengan kepercayaan bahwa keadaan kesadaran yang lain ini memberikan kekuatan untuk melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh kesadaran sehari-hari yang biasa. Masalahnya adalah, dari sudut pandang kesadaran sehari-hari sekarang ini, yang masuk akal dan sederhana dalam sebuah cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, segala hal yang terlihat sebagai keadaan yang berbeda hampir pasti adalah delusi. Jika para anggota dari perkumpulan-perkumpulan rahasia berusaha sendiri memasuki keadaan halusinasi yang membuat mereka bisa berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tak berjasad, melihat masa depan dan memengaruhi jalannya sejarah, maka hal-hal ini hanyalah- halusinasi."

Shani dan Freya memperhatikan Dengan saksama tentang apa yang tengah di terangkan oleh Prof Arya, Baik Shani dan Freya, merasa tertarik dengan materi tentang sejarah yang berkaitan dengan alam semesta.

"Akan tetapi, bagaimana jika mereka bisa menunjukkan bahwa mereka berhasil? Kita sudah mulai melihat bagaimana kondisi ini telah mengilhami beberapa karya seni, sastra, musik terhebat dalam sejarah, namun semua itu mungkin akan diabaikan oleh seseorang yang bermaksud melakukan hal tersebut hanya sebagai hal yang hidup di luar imajinasi. sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan aspek kehidupan praktis. Lagipula, banyak seni, bahkan seni yang hebat sekalipun, mempunyai bagian khayalan." Jelas Arya Sembari memperhatikan Semua mahasiswa yang mengikuti kelasnya. Dan pandangan pria tersebut, Berhenti pada dua orang di tempat duduk paling atas.

Setelah kelas Selesai, Shani dan Freya langsung menemui Prof Arya, Di ruangan pribadinya.
"Shani, Sudah lama sekali." Ucap Pria tersebut menyambut mereka dengan ramah.

"Senang bisa melihat Prof Arya lagi." Ucap Shani.

Prof Arya, menoleh pada seseorang di belakang Shani. Pria tua tersebut terlihat membenarkan kacamatanya.

"Kau punya pacar yang tampan, Tapi sayangnya dia seorang wanita." Ucap Arya santai.

Baik Shani maupun Freya merasa terkejut, Bagaimana bisa pria itu tau kalau Freya Seorang wanita?

"Jangan Terkejut seperti itu, Gadis-gadis muda, Aku sudah hidup puluhan tahun, Aku bisa mengenali dengan mudah, Jenis kelamin seseorang meski mereka berpakaian seperti seorang Pria." Ucap Arya.

FRESHAN : Ragnarok ( BOOK 3 )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang