Shani memasuki ruang kerja Freya, Dia Melihat Freya tengah Fokus dengan Desain Robot yang tengah di kerjakannya. Setelah mereka pulang dari kastil Keabadian, Dua hari yang lalu, Freya Sibuk merakit sebuah Robot, Yang dia pelajari dari Rubik pemberian Aria. Shani Turut pula menemaninya. Dia kagum dengan kepintaran Freya, Yang mampu memahami sesuatu serumit itu. Sejauh ini, Shani Sudah mencoba untuk melakukan hal yang sama, Tapi nampaknya, Kepintarannya tentang teknologi, Masih kalah jauh dari Freya.
"Frey, Berhenti dulu, Aku bawain Sarapan." Ucap Shani. Dia menaruh Makanan yang dia Buat di atas meja, Tidak lupa, Cokelat panas yang biasa Freya minum di pagi hari.
"Makasih Ci." Ucap Freya menghampiri.
Shani tersenyum hangat, Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan dari sakunya, dengan lembut Mengusap keringat yang menempel di dahi Freya.
"Jangan terlalu banyak bekerja, kamu udah begadang dua hari ini.." Ucap Shani.
"Sebentar lagi selesai, Hanya perlu memasangkan Inti Hatinya." Ucap Freya, Menoleh pada Robot yang di buatnya.
"Mau kamu gunain untuk apa?" Tanya Shani.
"Asisten rumah tangga." Ucap Freya.
Shani mengernyit, "Asisten?"
"Ya, Kita berdua terkadang sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk beres-beres, Jadi selama kita sibuk, Dia yang akan membersihkan apartemen." Ucap Freya.
"Hanya untuk itu?" Tanya Shani.
"Dia juga di lengkapi dengan kemampuan bertarung, Setara dengan pemegang sabuk hitam. Selain itu, Dia memiliki Prosesor yang mampu mendeteksi Energi gelap." Ucap Freya.
"Aku berharap bisa—" Ucapan Shani terpotong, Saat mereka mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras.
Freya dan Shani, Segera menuju ke arah pintu keluar, Mereka penasaran siapa yang mengendor pintu pagi-pagi buta seperti ini. Ketika di buka, Shani dan Freya nampak terkejut, Dengan hadirnya beberapa member, Seperti Gracia, Eli, Oniel, Zee, Dan dua Bocil seperti Khatrina dan Christy.
"Kalian kenapa ada di sini?" Tanya Shani.
"Ci Gawat Ci.." Seru Christy tiba-tiba.
"Gawat kenapa?" Tanya Shani.
"Muthe Hilang Ci." Ucap Gracia.
"Apa!" Shani nampak Syok dengan berita tersebut, bagaimana bisa terjadi hal seperti itu?
"Kok bisa.." Ucap Shani.
"Lebih baik bicarakan saja di dalam." Ucap Freya.
Para member yang Menyadari, Kalau Shani tidak sendirian, Saling menatap Satu sama lain.
"Yaudah, Ceritanya Di dalam Yuk.." Ucap Shani.
***
Di ruang tamu, Shani menenangkan dua Bocil yang sejak tadi terisak. Dia masih belum memahami apa yang terjadi dengan Muthe.
"Ceritakan apa yang Terjadi?" Tanya Shani.
"Awalnya kita mendapat Hari libur, Dari staf. Lalu kita memutuskan untuk naik Gunung Ci. Pas Kita naik gunung, Tiba-tiba Turun hujan deras banget, Kita nggak sempat bikin tenda, Jadi Kita Nyari tempat berteduh. Nah, Gak lama, kita menemukan sebuah rumah besar." Ucap Zee.
"Rumah besar di tengah hutan?" Tanya Shani.
Zee mengangguk, "Rumah itu sangat terpencil tapi layaknya rumah orang kayak pada umumnya gitu Ci. Pas Kita masuk kerumah itu, Ternyata rumah itu kosong. Kita memutuskan untuk berteduh sampai hujan reda. Tapi sampai malam pun, Hujan tidak kunjung reda." Ucap Zee.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRESHAN : Ragnarok ( BOOK 3 )
Teen FictionBOOK KE 3 DARI SERI HOLDERS Setelah satu tahun, Sejak Shani dan Freya kembali Dari Antartika, Freya memutuskan untuk mengubah penampilannya menjadi seorang pria. hal tersebut bertujuan, agar tidak ada orang yang mengenalinya. Mengacu pada kabar yang...
