Chapter 36 : Pasukan Yang Tertidur

706 80 3
                                        

"Kenapa Aria meminta Kita Untuk ke sini?" Tanya Freya. Keduanya tengah Berada di perjalanan menuju kastil Keabadian Aria. Sesuai dengan apa yang di minta Aria pada Shani sebelumnya.

"Aku tidak tau, Dia bilang ada sesuatu yang menunggu kita." Ucap Shani.

"Semoga saja kabar baik." Ucap Freya.

"Aku juga mengharapkan itu.."

Mereka tiba di Padang Violet, Dan ketika Tengah menuju pelataran kastil, Dari arah Samping, Sebuah mahluk besar dengan bulu berwarna ungu Berlari dan langsung menabrak Shani, Sampai terjatuh. Mahluk tersebut bergelayut manja pada Shani.

"He-hei, Tunggu dulu.." Shani cukup terkejut dengan kedatangan Mahluk tersebut yang secara tiba-tiba. Shani bangun dan menoleh secara jelas pada Mahluk itu. Dilihatnya, Mahluk ungu tersebut tidak berhenti untuk bergelayut manja padanya.

"Kamu siapa?" Tanya Shani. "Kenapa aku merasa akrab?" Shani menerka-nerka.

"Dia adalah Ningen, Yang pernah kau temui di Antartika." Shani dan Freya Menoleh pada Aria yang menghampiri mereka dari dalam kastil.

"Ningen? Maksudnya Hima?" Shani Sontak Terkejut, Ningen mengangguk lucu dengan mata besarnya.

"Tapi kenapa bulunya menjadi warna ungu / Violet. Setahuku Hima memiliki bulu seputih salju." Ucap Shani.

"Kita bicara di dalam." Ucap Aria.

Sejak bertemu kembali dengan Shani, Ningen tidak henti-hentinya untuk bergelayut manja, Bahkan ketika mereka mengobrol di ruang tamu, Mahluk besar itu, Duduk di samping Shani, Tidak mau lepas.

"Mungkin yang kau tau, Ningen adalah mahluk yang muncul di Antartika. Tapi sebenarnya, Dia adalah mahluk dari masa depan, Sama sepertiku." Ucap Aria.

"Apa? Kenapa bisa?" Ucap Shani.

"Aku tidak tau penyebabnya, Aku sendiri Cukup terkejut ketika menyelamatkannya dari penangkapan." Ucap Aria.

"Apa dia juga terlempar, karena kesalahan sistem?" Tanya Freya.

"Mungkin saja." Ucap Aria.

"Ningen, Adalah mahluk Humanoid yang di Ciptakan oleh kekasihku sebelumnya." Ucap Aria.

Freya dan Shani sontak terkejut, "Kekasih?" Tanya Shani.

"Dia menciptakan Ningen untuk melindungiku, Sekaligus menjadi Temanku. Tapi, Saat Perang 3 kelompok terjadi, Dunia di masa depan Sangat kacau, Kekasihku gugur dalam perang itu, Dan aku terlempar ke Zaman ini. Setelah itu, Aku tidak tau kabarnya bagaimana. Sampai Freya Memintaku Untuk menyelamatkan Sahabatmu. Mungkin ini bukan sebuah kebetulan, Melainkan Hal yang telah di takdirkan." Ucap Aria.

"Lalu kenapa warna bulunya bisa berubah?" Tanya Shani.

"Sebagai Mahluk Humanoid, Ningen memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Tidak perduli lingkungan yang dingin, Atau panas. Dia memiliki bulu putih, Karena dia tinggal di Antartika, Yang Notabene-nya di dominasi Oleh Salju. Sedangkan di sini, Dia Sangat suka bermain di Padang Violet, Hal itu yang membuatnya memiliki bulu berwarna Ungu." Ucap Aria.

Shani mengangguk mengerti, "Aku senang kau baik-baik saja." Ucap Shani Menatap pada mahluk besar itu.

"Aku berterimakasih, Kau telah menemukannya di Antartika, Dia adalah kenangan terakhir dari kekasihku." Ucap Aria.

"Aku mengerti perasaanmu, mungkin aku yang harus berterimakasih padanya, Dia telah banyak membantuku." Ucap Shani.

"Tapi dia tidak mungkin di bawa ke kota kan?" Ucap Freya.

"Dia akan tinggal di sini, Akan merepotkan jika Sampai dia hidup di Kota." Ucap Aria.

"Aku akan sering mampir kesini ya.." Ucap Shani pada Ningen. Mahluk tersebut mengangguk mengerti. Dia kemudian menarik Shani Untuk keluar. Sekarang di ruangan itu, Hanya ada Freya dan Aria.

"Maaf jika aku tidak sopan, Tapi kenapa kau menutup wajahmu?" Tanya Freya.

"Aku tau maksudmu, Tapi belum saatnya kalian melihat wajahku." Ucap Aria.

"Aku tidak akan memaksa, Tapi aku tau kalau kau, Sejak awal telah dekat dengan kami. Aku tidak tau kau menyamar menjadi siapa, Tapi aku tau kau ada di antara kami." Ucap Freya santai, Sembari meneguk Teh nya.

"Kau benar, Sejak awal aku memang telah menjadi bagian dari kalian, Aku tidak bisa mengatakan aku menjadi siapa, Tapi pada Saatnya kalian akan tau." Ucap Aria.

"Selama kau berada di pihak kami, Tidak masalah." Ucap Freya.

Aria kemudian beranjak dari duduk, "ikuti aku, Ada sesuatu yang Ingin ku tunjukan." Ucap Aria.

"Bagaimana dengan Ci Shani?"

"Dia mungkin tengah Sibuk, Dengan Ningen." Ucap Aria.

Freya juga beranjak, Dan mengikuti Aria dari belakang. Aria membawa Freya keruangan bawah tanah. Tempat ini memiliki lorong yang panjang, Dan Cukup Terang. Semakin jauh Freya berjalan, Dia melihat banyak komponen teknologi Canggih yang belum pernah di lihat sebelumnya. Banyak peralatan yang belum pernah Freya lihat.

Langkah Aria berhenti di Sebuah pintu yang sangat besar. Dia merentangkan tangannya kedepan, Dan Sebuah sensor Inframerah, Men-scan Tangannya. Setelah itu, Pintu besar tersebut terbuka secara perlahan. Freya membulatkan mata tidak percaya, Di dalam ruangan yang sangat luas tersebut, Jutaan Robot, Baik yang besar ataupun sedang, berjajar rapi Membentuk sebuah pasukan.

"Apa ini?" Ucap Freya terpesona.

"Mereka adalah Ciptaanku, Saat ini mereka masih tertidur, tapi Ketika Perang melawan 7 pangeran Neraka tiba, Mereka akan bangun membantu umat manusia." Ucap Aria.

"Aku akui ini luar biasa." Ucap Freya. Dia yang biasanya bersikap dingin dan datar, Sekarang Sangat terpesona dengan semua teknologi ini.

"Masih ada lagi." Ucap Aria.

Dia membawa Freya keruangan yang lebih dalam. Tidak Sebesar dan seluas ruangan Sebelumnya, Tapi Ruangan ini berisikan beberapa tabung, Serta Sosok seperti manusia yang tengah di oksigen tanpa memakai pakaian.

"Mereka siapa?" Tanya Freya.

"Mereka adalah makhluk Humanoid yang ku ciptakan, Untuk menjadi pasukan bantuan. Mereka tercipta dari Sains. Memang terlihat seperti manusia, Tapi mereka tidak memiliki jantung, Melainkan mereka hidup menggunakan Hati Buatan yang di sebut 'Exel.' Jelas Aria.

"Apa mereka telah melakukan Uji Coba?" Tanya Freya.

"Tentu, Kau akan terkejut dengan kekuatannya." Ucap Aria. Dia memperlihatkan pada Freya, Sebuah dunia Buatan, Yang di dalamnya terdapat 100 Robot, Dan Satu Mahluk Humanoid. Mereka saling bertubrukan dan saling memukul. Meski kalah Jumlah, tapi Mahluk Humanoid tersebut memiliki kemampuan yang luar biasa. 100 Robot hanya menjadi mainan baginya. Lihat saja, Dalam sekejap robot-robot tersebut telah berubah menjadi rongsokan.

"Sangat kuat." Ucap Freya.

"Dia bisa menjadi lawan latihan yang bagus kan?" Ucap Aria.

"Ya, Itu sempurna." Freya tersenyum.

Tidak lama kemudian, Eye Lost muncul di belakang Mereka.

"Ada perkembangan dari 7 pangeran neraka?" Tanya Aria.

"Tidak, Tapi saya menemukan energi negatif telah sepenuhnya Memasuki kota. Energi tersebut selain berasal dari sumber yang tidak di kenal, Berasal juga dari Hati manusia, Yang saat ini, Banyak sekali orang-orang yang melakukan tindak kejahatan." Ucap Eye Lost.

"Tidak heran, Hati manusia layaknya dua mata koin. Mereka bisa menjadi baik, Ataupun jahat." Ucap Aria.

"Itulah kenapa, manusia memiliki derajat yang tinggi. Mereka bisa menjadi iblis, Dan bisa juga menjadi malaikat." Balas Freya.

"Prioritas kita sekarang, Adalah menemukan semua Obyek yang hilang." Ucap Aria.

"Ya, Kau benar. Kita harus bergerak lebih cepat dari musuh."

Mereka kemudian kembali dan meninggalkan ruangan tersebut. Sementara Shani, Tengah asik bermain dengan Ningen Di Padang Violet, Tanpa tau apapun.

FRESHAN : Ragnarok ( BOOK 3 )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang