"Frey, Bangun Frey.." Freya mulai mengerjap, Ketika merasakan sebuah tepukan di pundaknya. Dilihatnya, Shani sudah bangun terlebih dahulu dan duduk di sampingnya.
"Kita di mana Frey?" Tanya Shani, Sambil mengamati keadaan sekitar Hutan yang sangat gelap.
"Ini alas Sedo, Tempat Kuntilanak itu tinggal." Ucap Freya.
"Lalu, Dimana Portal itu?" Tanya Shani.
"Portal itu merupakan sebuah air terjun merah. Aku tidak tau dimana persisnya, Tapi itu terletak Di suatu tempat di kedalaman Hutan." Jelas Freya.
"Mungkin kita bisa Istirahat dulu, Lalu melanjutkan pencarian." Ucap Shani. Freya mengangguk setuju. Shani mengumpulkan beberapa ranting kering dan membuat api unggun.
"Frey?" Tanya Shani.
"Hm?" Balas Freya sembari menoleh.
"Apa kamu menganggap aku sebagai beban?" Tanya Shani tiba-tiba.
"Kenapa bertanya begitu?"
"Kekuatan kamu jauh lebih tinggi daripada aku. Aku hanya takut, Kalau aku tidak bertambah kuat secepatnya, aku hanya akan menjadi beban kamu." Ucap Shani.
"Jika aku menganggap Cici sebagai beban, Aku sudah meninggalkan Cici sejak lama. Tidak ada beban yang akan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seseorang. Dengan adanya Cici di sisiku, Itu sangat membantuku, Setidaknya aku memiliki seseorang yang bisa memahami apa ku rasakan." Ucap Freya.
Shani menoleh pada Freya sembari tersenyum, Gadis itu sedikit merapikan anak rambut Freya. "Kadang aku bahkan Hampir lupa kalau kamu seorang wanita. Sikap kamu sangat Berani, Jika saja kamu seorang laki-laki, aku ingin sekali menikah dengan kamu." Ucap Shani.
"Cici bisa mendapatkan Orang yang lebih baik." Ucap Freya.
"Salah gak sih, Kalau aku suka sama kamu, Meski Kita sama-sama perempuan?"
"Tidak ada yang salah. Jatuh Cinta tidak bisa di kendalikan oleh siapapun. Setiap manusia Memiliki hak Untuk mencintai siapapun yang dia mau. Tidak ada yang bisa mengatur hidup seseorang selain tuhan. Tapi, Ketika seseorang jatuh Cinta, Dia harus siap dengan resikonya. Entah itu Karena penolakan dari orang yang dia cintai, Atau karena hal lain." Jelas Freya.
"Jadi kamu tidak melarang, Kalau aku Cinta sama kamu?" Tanya Shani.
"Aku tidak mempunyai hak untuk melarang. Tapi aku mempunyai Hak untuk menolak." Ucap Freya.
"Aku bisa memahami itu. Setidaknya kamu tidak merasa jijik sama aku." Ucap Shani.
"Ci Gre juga sepertinya menyukai Cici."
"Entahlah, Dia mungkin hanya terobsesi, Karena selama ini, aku sangat dekat dengannya. Berbeda dengan Feni yang sudah memiliki pikiran yang dewasa, Gracia itu masih anak-anak."
"Aku terkadang ingin tertawa, Ketika mengingat bagaimana Ci Gre menahan kekesalannya, Saat Cici memperkenalkanku sebagai Pacar Cici." Ucap Freya sedikit tersenyum. Gadis itu kembali menambahkan ranting untuk menjaga sumbu api.
"Dia itu memang gengsian, aku baru sadar saat dia dan Feni menginap, Feni Mungkin sengaja membahas kamu ketika Gracia menyandarkan pundaknya padaku. Dia ingin membuat Gracia kesal."
"Dan, Berhasil?" Tanya Freya.
"Iya, Gracia pergi ke kamar mandi dengan tampang kesal." Ucap Shani sembari tertawa ringan.
"Ngomong-ngomong, Aku penasaran siapa orang yang ada di belakang Eye Lost." Ucap Freya, Dia kembali membicarakan topik yang serius.
"Mungkinkah orang yang ada di belakangnya adalah Holders pertama?" Usul Shani.
"Mungkin saja, itu masuk akal mengingat Dia tau banyak." Ucap Freya.
"Sekarang yang menjadi pertanyaan, Siapa Holders pertama itu? Heatherleg pernah bilang padaku, Kalau Holders pertama menyatukan semua obyek dan menjadi abadi, Setelah itu dia membuat Sebuah buku Holders sebagai pedoman. Heatherleg juga memperingatkanku, Jika Holders pertama, Bisa saja ada di antara Kehidupan kita. Entah itu keluarga, Ataupun teman kita." Ucap Shani.
"Dia mungkin salah satu dari teman kita, Mengingat dia tau semuanya tentang Kita." Ucap Freya.
"Kamu tidak berfikir itu Feni kan?" Tanya Shani.
"Melihat dari sifat dan kelakuannya, Sepertinya bukan." Ucap Freya. "Tapi aku curiga dia adalah salah satu di antara mereka." Ucap Freya.
Shani menyandarkan kepalanya pada pundak Freya, "Setelah masalah ini Selesai, Aku akan memastikannya." Ucap Shani. "Aku Cukup dekat dengan mereka."
"Aku mengandalkan Cici." Ucap Freya, Dia kembali menambahkan Kayu bakar. Setelah itu tidak ada percakapan lagi di antara mereka.
"Kalau Cici mengantuk tidur saja, Biar aku yang berjaga." Ucap Freya.
"Gak papah?" Tanya Shani. Dia tidak enak jika membiarkan Freya yang berjaga sendirian. Tapi dia juga tidak bisa menahan kantuknya. "Nanti gantian aja ya.." Ucap Shani.
Freya mengangguk, Tapi tentu saja dia tidak akan melakukan itu. Dia tidak mungkin membangunkan Shani yang tertidur.
Suasana sangat hening, Karena hanya ada Freya yang masih terjaga, dan sesekali gadis itu menambahkan Kayu bakar dan memperbaiki posisi tidur Shani, Untuk membuat sang bidadari nyaman. Freya mendengar Suara telapak kaki kuda yang terdengar mendekat. Tentu dia apa yang akan mendatanginya. Dari atas Pohon, Freya melihat sosok kuntilanak tersebut yang terlihat memainkan rambutnya. Freya tidak merasa terganggu, Meski wajah kuntilanak tersebut sangat menyeramkan.
"Kemarilah." Ucap Freya.
Kuntilanak tersebut menurut. Dia merangkak turun dengan gerakan yang aneh. Berjalan Merangkak mendekati Freya.
"Kau tau dimana Kinanti Atmojo berada?" Tanya Freya.
Kuntilanak tersebut merangkak mendekati Freya dan membisikan sesuatu di telinganya. Freya memahami apa yang di sampaikan oleh kuntilanak tersebut.
"Baiklah, Kau bisa pergi." Ucap Freya. Kuntilanak tersebut berjalan merangkak mundur, Dan menghilang dibalik pohon.
Freya kembali memperbaiki posisi tidur Shani. Gadis tersebut nampaknya tengah bermimpi. Freya membuka Greed dan mengambil Codex Gigas yang berada di dalamnya. Dia mempelajari semua yang ada di buku tersebut, Sampai pagi menjelang.
Ketika Shani bangun dari tidurnya, Dia melihat Freya yang tertidur sembari menyandarkan punggungnya pada Sebatang Pohon di sampingnya. Shani melihat kerutan kelelahan di wajah Freya. Tapi hal tersebut, Tidak bisa memungkiri kecantikan dan ketampanannya. Shani tidak berniat untuk mengganggu tidur Freya, Dia tau Freya tidak akan tega membangunkannya untuk bergantian berjaga. Shani menunggu Freya Hingga bangun. Kebetulan Shani menyimpan beberapa makanan di dalam Greed, dan ketika Freya bangun dari Tidurnya, Shani menyodorkan daging panggang untuknya.
"Daging dari mana?" Tanya Freya.
"Aku membawanya dari apartemen, Dan menyimpannya di dalam Greed. Hanya untuk berjaga-jaga saja." Ucap Shani.
Freya menerima daging panggang tersebut. Setelah sarapan mereka selesai, Freya mengajak Shani untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan mereka adalah air terjun merah, Tapi tanpa Shani Ketahui, Freya memiliki tujuan lain di tempat ini. Dia ingin menyelesaikan permusuhan lama, antara garis keturunan Jayawardana, Dan Garis keturunan Atmojo. Karena Garis keturunan Murni Atmojo, Berada di hutan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRESHAN : Ragnarok ( BOOK 3 )
Teen FictionBOOK KE 3 DARI SERI HOLDERS Setelah satu tahun, Sejak Shani dan Freya kembali Dari Antartika, Freya memutuskan untuk mengubah penampilannya menjadi seorang pria. hal tersebut bertujuan, agar tidak ada orang yang mengenalinya. Mengacu pada kabar yang...
