chapter 41

19 3 0
                                        

Mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk berkumpul bersama di rumah candra. Hari sudah mulai menggelap dan memilih untuk pulang ke rumah masing-masing. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan di tempat inilah sementara waktu mereka berpisah dan akan kembali bersama dilain waktu.

Setiap pasangan mengantar pacarnya masing-masing. daren mengantar shella pulang begitu juga candra dan mita dan terakhir agatha dan mario. Sahabatnya sudah pergi duluan tersisa hanya mereka berdua.

"Ayo, naiklah ke motorku, agatha!".

Ucap mario kepada agatha sambil memberikan helm kepada wanita ini .

Agatha memperhatikan setiap penjuru ruangan dan melihat keberadaan sahabatnya, sama sekali tidak ada orang di tempat ini hanya mereka berdua.

"Kemana semua orang?".

"Yang lainnya sudah pergi dan meninggalkan kita.tetapi sebelum pergi, mereka sudah mengabari aku tadi".

Kata Mario kepada Agatha walaupun raut wajah kebingungan masih terlihat jelas diwajahnya.

"Kenapa mereka tidak mengabari aku?".

"Shella dan Mita sudah mencari kamu ke setiap sudut rumah namun kamu tidak kelihatan.sebenarnya kamu darimana?".

"Aku barusan dari kamar mandi. sudahi itu. tidak perlu membahas lagi. ayo kita pergi!!".

memakaikan helm yang diberi mario kepadanya dan naik keatas motor.Mario mengendarai motor dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Candra dengan perasaan lega.

Sepanjang perjalanan mario berusaha untuk membuat agatha tidak memikirkan banyak hal akan kepergian sahabatnya tanpa mengabari dirinya.

"apa yang kamu pikirkan?".

Tanya Mario membuka obrolan.

Agatha menatap ke arah langit yang perlahan berubah warna, sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma bunga melati. Mereka  baru saja pulang dari perjalanan panjang,sebuah perjalanan yang mengubah pandangannya tentang cinta, tentang rumah, dan tentang makna pulang,tentang kedamaian dan harapan.

"Aku tidak memikirkan apapun. Satu yang pasti langit Itu turut bahagia  melihat kita bisa menyelesaikan segala hal yang sudah terlewati!".

Mario bahagia mendengar Agatha mengatakan hal itu seakan beban yang ditanggungnya telah bebas dan berkurang. Namun, di balik itu semua, ada ruang kosong di hati Mario yang masih diisi oleh seorang wanita namanya Agatha.

"Aku juga sangat bahagia jika melihat kamu bahagia agatha.tetapi aku sulit menghancurkan prinsipmu untuk kita bisa bersama lagi!".

Agatha masih kekeuh dengan prinsipnya bahwa ia akan sulit untuk menerima cinta dan ruang untuk cinta, itu telah kosong.Ruang yang selalu mengingatkannya akan masa lalu dan tentang seseorang yang pernah sangat agatha cintai.

Ruang itu adalah Mario, pria yang pernah menjadi pusat dunianya. Mereka bertemu di bangku SMA, di saat mereka masih sama-sama merajut mimpi. mario yang penuh ambisi jatuh hati pada Agatha yang sederhana namun mempunyai hati yang sangat luas dan penyayang.agatha dan mario seperti dua keping puzzle yang saling melengkapi. Mereka berbagi mimpi, tawa, dan juga air mata. Namun, seiring waktu, mimpi mereka untuk terus bersama menjadi berubah.

"Aku hanya ingin berhenti sejenak dan menyembuhkan segalanya.biarkan aku berdamai dan istirahat sejenak mario. aku begitu letih.jika memang kamu masih menginginkan aku,tunggu aku sampai aku siap membuka hati untuk kamu".

Mario hanya tersenyum kecil, senyum yang tidak terpaksa namun tulus. peluang Mario untuk mendapatkan hati Agatha sangat besar dan mempunyai banyak kesempatan.sampai kapanpun mario akan menggunakan kesempatan itu dengan sangat baik.

Hurt   LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang