34. Sekuntum Bunga Kematian

792 90 10
                                        

"Kau benar-benar membuat imej mu di depan adik mu sendiri bagai seekor mola-mola yang mudah mati" Sullivan berkata, arwah leluhur itu menatap malas pada Anastacius yang baru saja tiba dan duduk di tahtanya dengan ekspresi cengo kebingungan.

Sama seperti sebelumnya, Anastacius terlihat kembali mendapatkan rambut pirangnya saat memasuki tempat disana. Pria itu menghela nafas kasar, ia menatap para arwah mantan kaisar di sana lalu berkata "karena aku tau seburuk apa Rosalia jadinya jika di biarkan, jadi aku harus mengeksekusinya segera. Lagian kenapa kalian memanggilku kemari?" Pria itu berkata.

Tempat itu masih sama seperti sebelumnya, begitu megah dan sangat besar. Tapi yang membuat Anastacius merasa tak nyaman adalah posisinya yang duduk di atas tahta. Sungguh, itu membuat ia merasa mual. Ia yang trauma pada tahta, bagaimana bisa ia duduk disana dan mengendalikan para mantan kaisar lainnya?

"Ada sesuatu yang harus kami bicarakan denganmu" ujar Celestine, wajah para leluhur itu tampak begitu suram. Berbeda dari sebelumnya yang masih bisa menunjukkan sikap asli mereka yang beragam.

Anastacius meremat lengan tahtanya, pria itu tampak bergeming dan menghela nafas panjang "apa terjadi sesuatu dengan pergerakan Aethernitas? Aku tau aku agak egois disini. Tapi kalian juga mengerti bahwa aku belum bisa sungguh bergerak sampai anakku lahir. Aku tak bisa menaruh nyawa bayi itu dalam bahaya" ujar Anastacius, ia menunduk sembari menyentuh perutnya sendiri. Itu rata, benar. Karena yang di undang ke dalam realm itu hanya jiwa nya.

Entah apa yang terjadi pada raganya, semoga itu tak berhenti bernafas dan membuat Claude maupun Claudera mengamuk habis habisan lalu menghancurkan istana sebelum memakamkan raganya. Memikirkan itu saja sudah membuat Anastacius merinding dengan wajah pucat. 'mereka kan biadab. Bagaimana aku bisa mempercayai mereka?'

"Ini mengenai Aethernitas, dia sedang berusaha mengambil alih pohon dunia" Letizia bersuara. Wanita itu mengusap pinggiran kolam di tengah aula tersebut dalam keheningan, menatap aliran air jernih di dalamnya. "Kami masih bisa menahan kehancuran sampai kau melahirkan anakmu, tapi setelah itu Aethernitas pasti datang dan membuat ulah" ujar Eladhitas

Para kaisar sebelumnya tampak gelisah, mereka menatap Anastacius seperti seorang rakyat jelata yang memohon saran penguasa mereka. Anastacius merasa terbebani dengan tatapan itu. Terakhir kali ia mengambil keputusan saat duduk di tahta, itu adalah hal yang buruk. ".....apa akan terjadi perang?" Lirih Anastacius.

"Itu akan jadi perang besar, kami semua akan bertarung di sisimu saat itu. Tapi tetap saja, Aethernitas akan jadi sesuatu yang sangat kuat saat itu terjadi" ucap Kyllum, lagi lagi ia merasa malu disana. Pria itu mendengus kasar sembari mengepalkan tangannya dengan erat 'bocah tak tau diri itu, sampai kapan ia mau mencoreng namaku?' batin Kyllum.

"Perang huh?" Gumam Anastacius, ia bergerak memegangi perutnya dalam keheningan. Para leluhur berkata bahwa mungkin Aethernitas akan jadi lebih kuat, jika itu terjadi, maka perang besar akan muncul. Meski ia punya para leluhur di sisinya, itu tak meninggalkan kemungkinan ia akan gugur dalam perang. Ia melirik ke bawah dengan binar sendu di dalam matanya. 'jika aku gugur, siapa yang akan merawat anak ini? Aku harus menyembunyikan Penelope di tempat yang aman, jika terjadi sesuatu padaku. Aku menitipkan ini padanya' batin Anastacius gelisah.

Para leluhur terlihat gelisah, itu artinya perang ini takkan menguntungkan dirinya. "Kau tak perlu khawatir mengenai apapun Anastacius, kami akan melakukan apapun untuk melindungimu. Permainan catur hanya akan selesai saat raja mati, dan kami adalah pion untuk melindungi mu" ucap Letizia

Lukezera tampak mendengus "anda hanya memanjakan dirinya. Jangan mengatakan hal macam itu, dia bukan anak kecil yang kudu di manja" ucapnya.

Letizia menatap tajam pada Lukezera, mata safir miliknya memicing ke arah pria itu dengan tatapan kesal "kau bilang tak perlu memanjakan putramu, tapi kau menjadi orang paling khawatir dan pergi mengawasi dia tiap hari. Kau memang tak bisa jujur pada dirimu sendiri"

Regret Message - WMMAP AU Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang