22. Peliharaan Kecil

882 127 4
                                        

"TURUNKAN AKU!! ANDA TAK BERHAK MENYIMPAN KAKAKKU SEORANG DIRI!"berang Claudera, ia terus memberontak dan meronta dari Claude yang menatapnya sinis sembari menyeringai penuh kemenangan. Ia tak menurunkan Claudera dan justru sedikit mengangkat anak itu menjauh seolah ia adalah hal yang menjijikan. "Dia properti ku sekarang, aku sudah menandainya" ucap Kaisar itu.

Tangan Claude yang lain bergerak memeluk pinggang Anastacius, mengecup pipinya dengan lembut di depan Claudera yang semakin mengamuk, apalagi saat kaisar itu mengelus perut Anastacius sembari menyeringai puas seolah memamerkan tanda yang di berikan olehnya untuk Anastacius.

"Kau properti ku kan sekarang?" Bisik Claude kembali mengecup pipi Anastacius tanpa rasa malu di depan para pelayan dan prajurit yang hanya bisa melotot kaget sembari berpura-pura tak melihat itu.

"AARRRGGGGHHH TIDAK! PIPI BERHARGA KAKAKKU!!" Teriak anak itu terus meronta dari Claude meski sia-sia. "LEPASKAN AKU RAJA IBLIS! KAU PASTI MEMAKSAKAN DIRIMU PADA KAKAKKU! AKU AKAN MENYELAMATKAN KAKAKKU YANG MANIS DARI IBLIS SEPERTI MU! AAAKHHH!! LEPASKAN KAKAKKU YANG BERHARGA!!" Teriak anak itu terus meronta dan memberontak.

"Yang mulia, kau sungguh akan menjahili bocah seperti itu?" Felix yang tersenyum kaku di samping mereka.

Dalam bayangan imajinasi Claudera, Claude adalah raja iblis yang duduk di tahta sembari tertawa jahat dengan Anastacius yang duduk di pangkuannya, memakai pakaian pernikahan dan tampak rapuh tak berdaya. "AAAAARRRRGGGHHHHHHH!!!!" teriak Claudera tak mampu membayangkan lebih dari itu.

Anastacius menghela nafas panjang dan menarik pelan pipi Claude untuk menarik perhatiannya. "Kau sungguh akan bertengkar dengan anak kecil? Turunkan adikku sekarang" ucapnya sembari mendengus kesal. Anastacius menunduk memegangi perutnya dan merintih pelan karena tendangan yang tiba-tiba ia rasakan. Suara rintihan itu berhasil membuat Claude reflek melepas Claudera dan memfokuskan diri pada Anastacius dengan ikut memegangi perutnya dan menahan pinggangnya agar tak jatuh. "Apa ada yang sakit?"

"Tidak, dia hanya membuatku kaget, ia menendang cukup kuat dan itu membuatku terkejut."ucap Anastacius tersenyum tipis. Ia melirik Claudera yang menggeram seperti orang kerasukan Kyubi dan terus menatap Claude seolah ingin menusuknya dari belakang tapi takut kakaknya marah karena menjadi janda.

"Kau datang sendiri? Aku memang memintamu sendiri, tapi kau tau kau boleh mengajak orang lain kan?" Ucap Anastacius, Claudera yang awalnya kesal setengah mati langsung bersikap manis dan sok lugu hanya untuk Anastacius seorang. Anak itu tersenyum dengan wajah berseri-seri yang bahkan mampu membuat para pelayan disana mengernyit karena silau yang mereka dapati. "Aku datang sendiri. Karena ini kan rahasia kita berdua, ayah dan ibu tak boleh tau" Ucap Claudera

Anak itu memiringkan kepalanya ke samping sembari melanjutkan ucapannya "tapi aku datang membawa kucing milik kakak, ku pikir kakak akan merindukan Tora, jadi aku membawanya sekalian. Walau kucing kakak agak bandel dan terus memberang awalnya, aku berhasil membawanya kemari"

Anastacius membelalakkan matanya, binar antusias muncul di matanya. Ia memang punya peliharaan sebelumnya, sejenis kucing lebih tepatnya. Dan ia memberi nama kucing itu Tora. "Oh itu wajar, Tora masih kecil. Aku juga merindukan kucing manja itu" gumam Anastacius

Claude mengernyit, perasaannya tak enak. 'mereka bicara soal peliharaan, tapi kenapa instingku berkata akan ada hal buruk soal ini?' batin kaisar itu. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Anastacius, rasa penasaran membuatnya tak tahan dan kemudian bertanya "peliharaan? Kau punya peliharaan?"

Anastacius mengangguk, beberapa saat kemudian wajah pria manis itu tampak menjadi pucat dengan senyum kaku miliknya "a-aah ya, kucing..belang...berasal dari benua asia... Suka mengeong.. Namanya Tora.."ucap Anastacius tertawa kaku, meski rohnya lepas dari tubuhnya menjadi asap yang mengepul di atas rambutnya 'oh sial aku lupa' batin pria manis itu.

Felix selaku orang paling berpikiran positif walau agak sableng, tampak tersenyum polos dan berkata "wah, pasti kucing milik tuan Inglid sangat menggemaskan" Anastacius yang mendengar itu tampak tersenyum dengan binar hampa di matanya seperti tengah menyembunyikan hal yang buruk untuk di ketahui dengan cepat "ahaha iya..sangat menggemaskan"

Claudera mendengus pelan dan menoleh ke belakang, ia bertepuk tangan dan membuat seekor hewan datang dengan geraman yang keluar dari moncong bertaring miliknya. "Tora~ kakak sudah sangat merindukanmu, jadi cepat kemari" ucap Claudera

Semua orang disana tampak melotot kaget, para pelayan istana sudah memekik ketakutan dan Felix segera menarik pedangnya keluar saat melihat seekor harimau berukuran besar melangkah mendekati mereka. Hanya para pelayan dari keluarga Inglid yang terlihat tenang. Termasuk Claudera yang tampak biasa.

Claude sendiri menaikkan kewaspadaannya, tapi saat ia melihat kalung bertuliskan nama Tora di leher harimau itu, ekspresinya langsung berubah datar dan menunduk menatap Anastacius yang tertawa kaku dan berkata dengan lirih agak gugup "menggemaskan kan?"

"Apa ini lelucon? Kau bilang kucing" ujar Claude keheranan sendiri "iya. kucing belang dari hutan asia, menggemaskan kan?" Jawab Anastacius

'menggemaskan gundulmu' batin Felix berkeringat dingin dan reflek berdiri di depan dirinya dan Claude untuk melindungi mereka "yang mulia awas! Harimau sangat berbahaya! Apalagi tuan Inglid sedang mengandung! Tolong tetap berdiri di belakang saya"

"Tidak Felix tunggu! Jangan serang Tora! Dia cuma bayi kucing! Yang buas itu kan Claude" Panik Anastacius

"Aku hanya buas saat di ranjang, tapi Felix benar. Tak mungkin aku membiarkanmu dekat dengan hewan semacam itu!" Mata Claude memicing ke arah Tora yang malang, hawa dingin dan menusuk keluar darinya, wajahnya tampak menggelap dengan mata safir yang bersinar di bawah bayangan wajahnya.

Tora yang melihat itu tiba-tiba berhenti dan meringkuk ketakutan, gemetar sembari mengeluarkan auman kecil seperti menangis ketakutan. Bahkan harimau sebesar itu lebih takut pada kaisar tiran ini!

Anastacius yang melihat bayi kucingnya di ancam Claude langsung berteriak kesal "CLAUDE JANGAN BULLY TORA! DIA CUMA KUCING KECIL! LIHAT DIA MENANGIS KARENAMU!" Pria manis itu mendorong Claude agak menjauh dan menghampiri Tora, tak peduli teriakan Felix yang khawatir padanya. "Tuan Inglid! Itu berbahaya!" Pekiknya berlari mengejar Anastacius

Claudera mendengus malas "oh kalian berlebihan, Tora itu jinak. Apalagi pada kakak. Mana berani dia macam macam?"

"Aku hanya mencoba melindungi selirku yang berharga disini" ucap Claude kesal. Ia bergegas menghampiri Anastacius yang memeluk kepala besar milik Tora, mengusap usap bulu harimau itu yang mendusel nyaman di pelukannya.

Tora sendiri mengaum pelan, ia menatap perut buncit Anastacius dan menunduk untuk menduselkan kepalanya disana. Membuat Anastacius yang merasakan itu tertawa kecil sembari mengusap usap kepalanya "sepertinya kau tau, benar..aku akan melahirkan seorang bayi. Nanti saat ia lahir, kau harus melindungi dia ya?"

Seolah mengerti, Tora mengangguk dan mendusel di perut Anastacius sedikit lebih lama. Membuat Felix dan Claude yang melihat itu terdiam. Claudera tak jauh dari sana tampak bersidekap dada sembari berkata
.
.
.
"Tora itu di pelihara sejak bayi oleh kakak. Dia jinak. Dan lagi, kakak lebih mengerikan dari harimau itu sendiri"

TBC
Fun fact soal Claudera!

Dia Indigo, dan alasan dia bisa buka sekat portal ke masa lalu karena dia nyerap energi hitam dari temen temen dia dari dunia lain. Itu juga yang bikin mata dia merah kayak permata. Padahal dulu sih enggak, tapi karena keseringan main ama hantu ya begitu.

Semakin tua dan negatif hantu yang Claudera serap, semakin kuat energi dia. Claudera sendiri sebenernya bisa jadi musuh alami Aethernitas. Secara Aethernitas itu sihir negatif yang ngerasuki Anastacius, sementara Claudera ini ibaratnya Genya yang lagi mukbang iblis_-"

Claudera bisa aja nyerap Aethernitas

Tapi ga semudah itu karena Aethernitas nyuri sihir punya si Lucas. Dan sihir punya Lucas bukan sihir biasa_-

Btw jangan lupa mampir ke book sky or Crown yang baru(⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)

Jangan lupa vote nya minna (⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)

Regret Message - WMMAP AU Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang