22.

37.9K 992 81
                                        

Demi apa?!!! Udah 1M aja pembacanya!!!

Maapkan author yang telat up. Yang pasti alasan author jarang up karena author sibuk kerja cari uang banting tulang buat makan. Kalau kerja gak fokus bisa potong gaji!!!

Yuk lah langsung cekidot!!!











***










"Zoya, sebenarnya kau mau kemana kenapa berputar-putar terus?" Jengah Derion mengikuti Zoya yang ingin pergi ke sebuah restoran makanan, ia sudah lelah karena mengikuti Zoya berjalan selama lebih dari satu jam tapi tetap belum menemukan dimana titik maps nya.

"Mana ku tau, di maps kota disuruh belok-belok!" Zoya ikutan kesal lantaran memang merasa kalau maps ini menunjukkan jalan yang salah.

Derion mendesah kakinya sudah pegal karena ini dalam konsisi berjalan tanpa menaiki mobil, karena kondisi jalannya memang hanya untuk dinaiki motor, sepeda dan jalan kaki. Derion tidak terlalu memikirkan capeknya, tapi memikirkan Zoya yang sedang hamil berjalan selama satu jam lebih. Derion takut kandungan Zoya sampai kenapa-kenapa.

"Sebenarnya kemana maps membawaku pergi sialan!!" Umpat Zoya kesal hendak ingin membanting ponsel barunya tapi tak jadi.

Derion mendesah lalu merebut ponsel Zoya untuk melihat lokasi maps dan Zoya memasang wajah lelah ingin menangis kemudian berjongkok merasakan linu dilututnya, Derion yang melihat Zoya berjongkok karena lelah mendesah kekesian kalinya lalu memasukkan ponsel Zoya kedalam saku jaketnya.

"Kemarilah, aku akan menggendongmu." Ucap Derion mulai menggendong Zoya ala bridal style lalu berjalan.

"Kau tau jalannya?" Tanya Zoya yang mengerutkan dahinya padahal Derion hanya melihat maps sebentar.

"Hm." Dehem Derion membuat Zoya bingung kenapa Derion paham arah hanya dengan sekali membaca maps saja.

"Bagaimana kau bisa tau padahal hanya melihat maps sekali?" Tanya Zoya heran melihat Derion.

"Aku tidak bodoh sepertimu." Ucap Derion membuat Zoya menatap sinis Derion karena ucapan Derion sangat menjengkelkan.

Selang beberapa menit mereka sampai dititik loksai yang Zoya cari membuat Zoya membuka mulutnya kaget Derion benar-benar menghafal arah yang ditunjukkan maps. Derion menurunkan Zoya dengan perlahan dan Zoya melihat kedai ramen yang ia cari didepannya.

"Harusnya saat masuk gang kau hanya perlu berjalan lurus tidak perlu masuk gang lain." Ucap Derion mendesah membuat Zoya mengerutkan keningnya.

"Jadi kita ditunjukkan jalan jauh sama maps padahal sudah ada arah dekat!!" Emosi Zoya pada maps yang mengarahkannya ke jalan jauh ketimbang dekat.

"Salah sendiri yang meminta paksa untuk melihat maps sendiri." Ucap Derion langsung masuk kedalam membuat Zoya berdecak kesal menyusul Derion.

Mereka yang sudah pesan ramen mencari duduk karena kedai ini cukup ramai meskipun tempat ini kecil, mereka yang menemukan tempat duduk langsung duduk menunggu nomor antrian.

"Kau marah?" Tanya Zoya yang melihat Derion diam, tapi Zoya merasa Derion memang pendiam.

Derion menggeleng.

Zoya menatap Derion tidak yakin karena Derion tidak mau melihatnya, Zoya berpikir kalau Derion memang marah padanya karena mapsnya yang membuat mereka berputar-putar cukup lama. Zoya mendesah kenapa Derion marah hanya karena itu padahal itu bukan salahnya semua.

"Kau tau seperti apa wanita kalau membaca maps bagaimana, pasti selalu salah arah dan itu wajar." Ucap Zoya memutar bola matanya malas.

"Benar..." Jeda Derion menatap Zoya membuat Zoya mengerutkan dahinya. "Wanita memang bodoh kalau membaca maps."

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang