34.

9.5K 273 20
                                        

Sore harinya Zoya membuka matanya secara perlahan, yang pertama dicari oleh Zoya adalah Derion. Namun, Zoya tidak menemukan keberadaan Derion sama sekali, Zoya langsung bangun duduk melihat kearah sekitar berharap menemukan keberadaan Derion namun Derion tidak ada.

"Derion!!" Panggil Zoya sedikit kencang dan tidak ada tanda-tanda Derion muncul.

Zoya menurunkan kakinya dan mulai berjalan keluar kamar sambil mengusap perut buncitnya untuk mencari keberadaan Derion, Zoya mencari Derion didapur, ruang tengah dan taman tidak menemukan Derion sama sekali. Tempat yang belum ia cari adalah ruang kerja Derion, Zoya segera mencari Derion kesana.

Saat Zoya membuka pintu ruang kerja Derion, Zoya melebarkan dengan jantung yang berdetak kencang saat melihat Derion bersama wanita sedang berpelukan. Suara pintu yang terbuka membuat mereka kaget langsung pelukan mereka terlepas melihat Zoya dengan kaget.

Zoya diam tidak pernah melihat wanita itu bahkan menangis di pelukan suaminya, Zoya melihat Derion yang menatapnya membuat Zoya mengeratkan giginya sambil mengepalkan tangannya kuat.

"Sayang—"

"Zoya—"

"Sialan!!!" Teriak Zoya murka tangannya mengambil patung singa terbuat dari kayu yang ada dimeja lalu dilemparkan pada Mereka.

"Aakkkhhh!!"

Dukh!!

Patung itu tidak mengenai wanita itu tapi mengenai kepala Derion sampai berdarah membuat wanita yang ada disampingnya memekik histeris sambil menutup mulutnya, Derion memang tidak menghindar dan sengaja tetap diam.

"Zoya! Dengarkan penjelasanku dulu!!" Sentak wanita itu pada Zoya.

"Tutup mulutmu sialan!!" Teriak Zoya dengan nafas memburu.

Derion mendekati Zoya tanpa berbicara membuat Zoya semakin menjadi-jadi melempari Derion dengan barang-barang yang ada dimeja meluapkan emosinya namun Derion tidak bergeming, sampai Derion berhenti dihadapan Zoya.

"Berani sekali kau mendekatiku sialan!!" Teriak Zoya histeris melihat Derion yang bernai menghampirinya.

"Pukul aku sampai kau puas, aku akan menjelaskan setelah itu." Ucap Derion tenang melihat Zoya tidak perduli kalau kepalanya sudah berdarah.

"Sialan kau Derion!!" Teriak Zoya lalu memukuli Derion dengan tangannya secara bruntal dan Derion tetap diam membiarkan Zoya memukulinya, sedangkan wanita itu tetap diam melihat kejadian ini.

"Aku tidak ingin lagi bersamamu sialan, lebih baik aku pergi darimu!!!" Teriak Zoya ingin melepaskan cincin pernikahan dijari manisnya, namun Derion menahan tangan Zoya dan langsung memeluk Zoya.

"Jangan menyentuhku bajingan!! Menjauh dariku!!!" Zoya mencoba mendorong Derion dan memberontak didalam pelukan Derion namun Derion tak mau melepaskannya.

"Lepaskan aku!!!" Teriak Zoya lalu menggigit pundak Derion kuat membuat Derion memejamkan matanya menahan rasa sakit saat Zoya menggigit pundaknya, sudah pasti gigitan Zoya sampai berdarah.

"Tenang Sayang, aku mohon tenanglah." Ucap Derion lirih mengusap Kepala Zoya yang masih menggigit pundak Derion.

"Dia sepupu aku." Ucap Derion membuat Zoya langsung membuka matanya dan gigitan yang mengendur saat mendengar ucapan Derion.

"Aku tidak mungkin mengkhianatimu sebab hanya kau yang aku inginkan ada dihidupku." Ucap Derion sukses langsung membuat Zoya tenang dengan nafas memburu namun mulutnya masih menggigit pundak Derion tanpa menekan sama sekali.

Zoya mulai mengeluarkan air matanya lalu melepaskan mulutnya dari pundak Derion yang sudah terluka karena gigitan Zoya, Zoya mulai menangis keras didalam pelukan Derion membuat Derion melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Zoya mengusap air mata Zoya dengan lembut, tak lupa mengusap darah yang ada di bibir Zoya.

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang