35.

11K 251 30
                                        

Zoya duduk dikursi meja makan tepat disamping Bianca sambil menggenggam tangan Bianca yang masih risau dengan keadaan Ayahnya yang masih belum ditemukan, Zoya melihat Bianca dengan tatapan sedih melihat Bianca sangat mencemaskan Ayahnya.

"Berhenti melamun mencemaskan paman Nico pasti baik-baik saja, dia bukan orang lemah." Ucap Derion sambil meletakkan kari daging yang sudah matang dan kembali bergulat didapur.

Zoya mengangguk. "Benar Bianca, Derion juga sudah mencari keberadaan Paman Nico dia pasti tidak akan membiarkan Paman Nico kenapa-kenapa."

Bianca melihat Zoya sayu lalu mendesah. "Bagaimana aku tidak cemas, dia tidak pernah seperti ini."

"Kalau dia mati kau tinggal mencari suami supaya bisa mengurusmu." Ucap Derion dengan enteng sambil meletakan menu terakhir.

Zoya mendelik marah melihat Derion sebab perkataan Derion yang ceplas-ceplos dan Bianca kecemasannya semakin parah saat mendengar ucapan Derion.

"Bodoh sekali kau ini, dasar pria tidak punya otak normal." Omel Zoya ketus melihat Derion jengkel sedangkan Derion hanya mengedikkan bahunya acuh.

"Jangan dengarkan orang gila ini, otaknya memang sedikit hilang dimakan rayap. Paman Nico pasti baik-baik saja." Ucap Zoya mengusap punggung Bianca membuat Bianca terkekeh kecil.

"Sudah makan saja selagi masih hangat."

Namun tiba-tiba pengawal masuk kedalam membuat semua mata melihat kearahnya, pengawal itu mendekati Derion dan berbisik menbuat Zoya mengerutkan dahinya kenapa harus berbisik. Zoya melihat ekspresi Derion yang berubah menyeramkan setelah pengawal itu berbisik, pasti ini kabar buruk.

"Tetap disini dan makan, aku akan menemui Freya." Ucap Derion pada Zoya membuat Zoya mengangguk, Zoya sedikit terkejut dan masih trauma dengan Freya saat menculiknya waktu itu.

"Kenapa dia kesini? Apa dia ingin mati?" Heran Bianca mendengar Freya ada datang kesini padahal dia bermusuhan dengan Derion meskipun bersaudara.

"Aku masih takut padanya, waktu itu sesuatu yang buruk terjadi padaku dan itu Freya. Kenapa dia datang kesini?" Bingung Zoya dengan risau saat Freya datang kesini.

Bianca melihat Zoya memiliki rasa takut membuat Bianca terdiam, ternyata Zoya juga memiliki trauma. Bianca menggenggam tangan Zoya dan melihat Zoya sayu.

"Kau akan baik-baik aja, Derion tidak membiarkanmu terluka sedikitpun."  Ucap Bianca dan Zoya mengangguk meskipun hatinya sedikit risau.

Derion yang melihat Freya bersandar pada mobil sambil melipat tangan melihat Derion sambil tersenyum, beberapa bawahan Derion tengah menodongkan pistol pada Freya. Derion mendekati Freya dan melihat Freya dengan tajam, kenapa Freya nekat datang kerumahnya sendirian dan dari mana Freya tau tempat ini.

"Terlihat dari ekspresimu bagaimana aku tau tempat ini, aku tau karna aku menaruh alat pelacak dimobil Lesya saat aku mendengar Lesya mau kesini." Ucap Freya tersenyum sambil berdiri tegak.

"Kenapa kau datang?" Tanya Derion.

"Sepertinya kau cukup waspada memberikan penjagaan ketat disini, apa kau takut aku menculik istrimu lagi?" Kekeh Freya melihat Derion.

"Apa yang kau inginkan?"

Freya diam sesaat lalu mendekati Derion hingga jarak mereka terkikis. "Aku datang kesini untuk memastikan istrimu sedang baik-baik saja, terutama janinnya."

Derion diam melihat Freya dengan mata tajamnya.

"Dan aku datang kesini juga untuk memberikan ini padamu." Ucap Freya memberikan map coklat pada Derion.

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang