Zoya yang sibuk dengan peralatan dapur dan pembumbuan, Zoya ingin memasak sop daging berbekal melihat resep dari video yang ia lihat. Dapur yang sangat berantakan dengan sayur mayur yang bertebaran dan wadah-wadah kotor, bahkan daging tak terpotong dengan rapi.
"Ini pasti lezat." Ucap Zoya tersenyum mengaduk sop itu lalu memasukkan potongan daging yang tak beraturan itu kedalam sop.
"Kita tunggu setengah jam lagi, mari kita lihat-lihat resep lainnya untuk besok." Ucap Zoya semangat.
Usah setelah jam berlalu Zoya mematikan kompornya dan mencium harumnya dari sop daging yang ia masak, raut wajah Zoya sangat bahagia melihat sopnya sudah jadi tanpa mencicipinya. Zoya langsung mengambil mangkuk lalu menuangkan sop itu kedalam mangkuk agar bisa dinikmati Derion yang sudah menunggu diruang tengah.
Setelah itu siap Zoya melepas celemeknya dan membawa sop buatannya dengan nampan kepada Derion yang sedang bekerja, Zoya dengan senyuman kebahagiaan duduk disamping Derion dan meletakkan nampan itu di meja membuat Derion melihat sebelah alisnya.
"Kau memasak?" Tanya Derion mengangkat sebelah alisnya.
Zoya mengangguk. "Aku memasak sop daging untukmu."
Derion melihat Zoya yang bahagia itu tersenyum lalu melihat sop buatan Zoya, Derion mengerutkan dahinya melihat sop itu sangat berantakan bahkan potongan sayurnya juga. Semua potongan sayur sangat tidak rapi ada yang besar dan kecil bahkan dagingpun.
"Dari mana kau bisa memasak?" Tanya Derion.
"Lihat video, kelihatannya emang berantakan. Tapi aku jamin rasanya pasti enak, cobalah." Ucap Zoya menyodorkan sendok pada Derion agar Derion mau mencoba sopnya.
Derion mengambil sendok itu lalu mulai mencicipi Sop buatan Zoya, sedangkan Zoya melihat sopnya yang dicova Derion dengan binar. Derion terdiam lama saat kuah sop itu masuk kedalam mulutnya, Derion mengerutkan dahinya merasakan sop itu dengan bijak.
"Bagaimana apa enak?" Tanya Zoya dengan girang.
Melihat ekspresi Derion yang diam lama disaat pertama suapan membuat Zoya melunturkan senyumnya.
"Tidak enak ya?" Tanya Zoya dengan rasa kecewa membuat Derion menata Zoya.
"Enak." Ucap Derion tersenyum lalu mulai memakan sop itu dengan lahap.
"Bohong, sudah jangan dimakan lagi kalau tidak enak." Ucap Zoya cemberut sedih, sudah pasti Derion memaksakan dirinya.
"Sopnya enak sayang." Ucap Derion tetap memakan sop itu.
"Sudah jangan dimakan." Ucap Zoya merebut sendok Derion lalu mencicipi sendiri sopnya.
Bruhhh!!
"Aneh sekali rasanya seperti air cucian piring." Ucap Zoya menyemburkan kuah yang ia coba kaget dengan rasa sop buatannya, itu membuat Derion terkekeh.
Zoya melihat Derion kesal. "Kau pembohong."
Derion hanya terkekeh mengacak-acak rambut Zoya. "Nanti aku akan mengajarimu memasak setelah pekerjaanku selesai."
"Kau menyebalkan sekali." Uap Zoya masih kesal.
Derion mengusap pipi Zoya dengan jarinya lalu menariknya untuk ia kecup, Derion kembali mengecup bibir Zoya membuat Zoya bersemu merah malu-malu. Zoya memeluk Derion dan berpindah kepangkuan Derion, Derion mengusap punggung Zoya.
"Aku sedang bekerja sayang." Ucap Derion.
"Kerja saja, aku tidak akan mengganggumu. Aku hanya ingin memelukmu saja, itu tidak akan mengganggumu kan?" Ucap Zoya manja membuat Derion tersenyum tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION
Roman pour Adolescents"Aku ingin sekali mengurungnya, menciumnya, menjilatnya, membuatnya mendesah dibawahku dan menyebut namaku, dia milikku." -Derion Mervis-
