38.

2.3K 101 10
                                        

Zoya masuk kedalam kamar dan Bella ikut masuk, Zoya langsung memporak-porandakan barang-barang yang ada didalam kamar hingga berantakan untuk meluapkan emosinya dengan tangisan. Bella hanya diam membiarkan Zoya meluapkan emosinya.

"Kenapa harus harus mati?! Kenapa?!" Zoya memukul kepalanya sendiri sambil berteriak.

"Aarrkhh!!"

Pyar!!

Teriak Zoya melempar lampu tidur di dinding hingga rusak, Zoya mencengkram pinggiran meja dengan tangisan yang berhenti namun wajahnya masih menahan emosi. Zoe memejamkan matanya sambil mengeratkan giginya.

"Tidak, tidak boleh. Rencanaku tidak boleh hancur karena ini." Ucap Zoya dengan suara gemetar.

"Aku belum mendapatkan kuncinya tapi Derion sudah membunuh mereka! Sialan!" Suara gemetar Zoya dengan emosi.

"Rencana yang sudah aku bangun tidak boleh begitu saja hancur, aku harus mendapatkan kunci itu bagaimanapun caranya! Kalau saja mereka memberitahu kode itu lebih dulu meskipun aku belum menemukan koper itu yang ada ditangan Derion, aku tidak akan susah begini! Sialan!!" Umpat Zoya seperti kesatanan.

"Bagaimana?" Tanya Zoya melihat Bella.

Bella diam melihat sekitar untuk memastikan.

"Kamar ini kedap suara dan cctv tanpa suara." Ucap Zoya dengan nafas tak teratur.

"Koper itu juga tidak ada padanya, Nona." Ucap Bella menunduk.

"Sialan! Prak!!" Umpat Zoya semakin emosi membating barang-barang yang ada.

"Aku sudah hancurin masa depanku hidup dengan orang sinting itu untuk bisa mendapatkan koper itu, Danu dan Lisa sialan mereka menyulitkanku!"

"Mungkin Derion tau kode untuk membuka koper itu, Derion sialan!... kalau dia menghalangi rencanaku, Nico masih bisa aku gunakan untuk mengendalikan Derion dan Bianca." Zoya pergi ke kamar mandi untuk mencari ponsel yang ia sembunyikan sebab tau Derion tidak memasang cctv dikamar mandi.

Zoya menaiki closed untuk mengambil ponsel yang ia sembunyikan di ventilasi tanpa sepengatuhan Derion, Zoya langsung menghubungi seseorang.

"Culik Herlina." Ucap Zoe langsung mematikan sambungannya.

"Selidiki lagi dimana koper itu, jika Haris menghalangi bunuh dia." Ucap Zoya pada Bella.

Bella diam membuat Zoya langsung mencengkram bahu Bella membuat Bella meremas kedua tangannya. "Kau tidak mengkhianati Tuanmu kan demi orang yang sudah membunuh Kakakmu?"

"Tidak Nona, saya akan melakukan apa yang Nona perintahkan."







***







Zoya berdiri diam dibalkon melihat Derion yang sedang berbicara dengan Ken terlihat sangat serius, lalu melihat Ken yang pergi dan Derion melihatnya membuat tatapan mereka saling mengunci dengan Zoya yang melihat Derion yang sudah diobati dengan dingin. Derion masuk kedalam rumah hingga Zoya mendengar suara pintu terbuka, sudah pasti Derion masuk kedalam.

"Sayang." Panggil Derion memegang bahu Zoya.

"Aku menjelaskannya padamu." Ucap Derion namun Zoya diam.

"Aku tidak membunuh orang tuamu, tapi Orang lain." Ucap Derion membuat Zoya langsung melihat Derion.

"Lalu kenapa kau tidak memberi tahuku lebih awal?! Kau sedang menyusun kebohonganmu kan?! Kau orang yang seperti itu dengan kekayaanmu!" Sentak Zoya.

"Tidak, aku tidak bohong. Jika aku yang membunuhnya maka surat kematian dari kantor polisi sudah pasti tidak ada padaku, tapi aku memilikinya." Ucap Derion dan Zoya diam.

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang