33.

10.3K 272 11
                                        

"Wahhh banyak sekali, kau memang sangat pandai dalam memasak." Kagum Lesya ketika melihat meja makan tersaji makanan banyak buatan Derion.

"Ayo dimakan selagi masih hangat." Ucap Zoya tersenyum duduk dikursi samping Derion.

Lesya dan Andrew duduk berdampingan karena meja ini hanya muat untuk 4 orang, Derion sengaja memberikan meja kecil agar jarak duduk bisa berdekatan dengan Zoya.

"Tentu, aku akan menghabiskannya." Ucap Lesya mengambil sup iga yang mengguga seleranya, lalu mengambil potongan ayam crispy yang dicampur saus BBQ, belum puas mengambil potongan ikan tuna yang dibakar, belum puas lagi mengambil potongan gading yang dijadikan steak.

Semua yang melihat itu menatap Lesya dengan heran bahkan Zoya tidak bisa memakan itu semuanya sekaligus, Andrew mendesah memijit pangkal hidungnya melihat Lesya yang sangat rakus.

"Habiskan yang kau ambil." Ucap Derion menggeleng lalu mengambilkan sop iga untuk Zoya yang masih melihat Lesya.

"Makan." Perintah Derion menoel hidung Zoya membuat Zoya kaget melihat Derion yang sibuk mengambil sup iga untuk diri sendiri.

"Apa perutnya muat?" Tanya Zoya dengan penuh tanda tanya karena porsi yang diambil Lesya cukup banyak.

"Dia anjing laut, muat saja." Ucap Derion membuat Zoya mendelik.

Plak!

Zoya memukul lengan Derion kecil karena Derion menyebut Lesya itu anjing laut, namun Zoya terkikik kecil lucu juga dengan ejekan Derion.

"Apa tidak ada yang lebih bagus dari pada anjing laut?" Bisik Zoya.

"Kudanil." Bisik Derion membuat Zoya tertawa lepas sambil kepalanya mengarah kebelakang membuat Lesya dan Andrew melihat Zoya diam.

"Apa yang lucu?" Tanya Lesya.

"Sudah makanlah." Ucap Derion menarik kepala Zoya seperti semula agar bisa makan.

"Apanya yang lucu?!" Sentak Lesya.

"Tidak ada." Ucap Zoya masih tertawa.

"Zoya makan." Tegas Derion menatap Zoya tajam.

"Baiklah baiklah Baginda Raja." Ucap Zoya mengambil sendoknya dan mulai memakan sup iganya, Lesya hanya melihat Zoya dengan aneh.

Usai makan siang mereka berakhir Zoya lebih suka mencuci piring dan membiarkan Derion berbincang-bincang dengan mereka, awalnya Derion menolak kalau Zoya mencuci piring namun Zoya tetap memaksa dengan ekspresinya yang membuatnya luluh akhirnya membiarkan Zoya mencuci piring.

"Kenapa kau kesini? Tidak mungkin kau datang tanpa ada alasan." Ucap Derion melihat Lesya dengan serius.

Lesya menatap Derion lalu melihat keadah dapur, Lesya mengeluarkan sesuatu didalam tasnya yang bersisikan kartu memori dan diberikan pada Derion.

"Kedua orang tua Zoya dibunuh saat dipenjara." Ucap Lesya.

Derion yang mendengar itu mengerutkan dahinya. "Mereka mati?"

"Saya mengetahuinya dari sepupu saya beberapa hari lalu dan disana ada barang bukti yang sengaja ditinggalkan..." Jeda Andrew. "Di meninggalkan barang bukti pisau yang dibuat keluarga kita khusus.

Derion diam mendengar itu.

"Sepertinya dia ingin mengadu domba antara kau dan Zoya, dia tau kalau kelemahanmu adalah Zoya." Ucap Lesya dengan serius.

"Jangan sampai Zoya tau ini, biarkan aku yang menjelaskanmya secara baik-baik saat semua bukti dikumpulkan." Ucap Derion.

"Bukti apa?"

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang