Tiga bulan berlalu...
Derion sama sekali belum menemukan jejak Zoya membuatnya depresi dan emosi yang tidak bisa terkendalikan, ini adalah bulan dimana Zoya kandungan Zoya memasuki 8 bulan tinggal 1 bulan lagi akan melahirkan.
Sikap Derion yang semakin diliputi kemarahan membuat beberapa orang lebih memilih tidak membuat Derion murka atau mereka yang akan dihajar habis-habisan, hanya Harlina dan Zoya bisa mengendalikan sikap Derion yang bringas.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan tidak membuat Derion gentar dan terus melanjutkan memandangi tempat tidur bayi yang sudah ia siapkan bersama Zoya, dari matanya kita bisa melihat Derion sangat merindukannya.
"Tuan saya—"
"Kalau kau hanya ingin mengatakan belum menemukan keberadaan Zoya, aku akan membunuhmu kali ini." Ucap Derion membuat Ken yang mendengarnya menelan ludahnya kadar.
"Saya hanya menyampaikan kabar baik kalau kita sudah menemukan keberadaan Nona Zoya." Ucap Ken mendesah lega.
Derion mengerutkan dahinya langsung berbalik melihat Ken, rahang Derion mengeras tidak sabar membunuh orang yang sudah menculik istrinya.
"Dimana dia?"
"Sidney, sepupu saya yang beberapa hari lalu pindah di Sidney melihat Zoya masuk ke ke dalam salah rumah yang cukup jauh dari pemukiman. Dia bilang melihat Zoya masuk ke rumah itu bersama pria lain." Ucap Ken menjelaskannya.
Derion mengepalkan tangannya kuat. "Siapkan jetnya kita terbang kesana dan perintahkan mereka bersiap untuk menyiapkan senjatanya."
"Baik Tuan." Ken langsung pergi melakukan apa yang Derion perintahkan.
***
Derion menghadang dua orang yang ingi pergi dari rumah sambil membawa koper, kedatangan Derion membuat mereka cukup tenang. Tidak, hanya pria yang menggandeng tangan wanita itu yang tenang sedangkan wanita itu terlihat takut.
"Kau ingin membawa istriku kemana lagi William?" Tanya Derion dengan saura beratnya menatap William dengan membunuh.
Ya, mereka adalah William dan Zoya dengan perut yang membesar.
William melihat rumah ini sudah terkepung oleh bawahan Derion lengkap dengan senjata, William terkekeh melihat Derion membuat Derion tetap tenang.
"Istrimu? Dia istriku Derion... Kalau dia melihatmu pasti dia akan langsung berlari padamu, tapi lihatlah... Di menggenggam tanganku erat didepan matamu." Ucap William menyeringai.
Derion mengerutkan dahinya diam menatap Zoya tajam yang menggenggam tangan William dan melihatnya dengan raut wajah ketakutan, Derion juga bingung kenapa Zoya tidak langsung minta tolong padanya atau mencoba berlari memeluknya.
"Zoya, kemarilah. Aku datang untuk menjemputmu, maafkan aku karna lama menemukanmu. Sekarang kita pulang oke?" Ucap Derion mengulurkan tangannya pada Zoya membuat William menyeringai.
"Kau siapa? Aku tidak mengenalmu." Ucap Zoya dengan sarkas menatap Derion seperti orang asing membuat Derion mengeratkan rahangnya kuat.
"Dan mereka siapa sayang, kenapa mereka kepung kita pakai senjata?" Tanya Zoya dengan takut melihat sekitar banyak orang yang memegang senjata.
Derion melihat Zoya seperti tak mengenalnya dan cukup terkejut saat Zoya memanggil William dengan sebutan 'Sayang'. Derion melihat William dengan murka langsung mencekik leher William membuat Zoya kaget, William hanya terkekeh.
"Apa yang kau lakukan pada istriku, sialan!!" Pekik Derion pada William.
"Apa yang kau lakukan pada suamiku?! Lepaskan suamiku!!" Pekik Zoya mencoba melepaskan cengkraman Derion pada William.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION
Fiksi Remaja"Aku ingin sekali mengurungnya, menciumnya, menjilatnya, membuatnya mendesah dibawahku dan menyebut namaku, dia milikku." -Derion Mervis-
