"Bagaimana kau sudah menemukan Mama, ini sudah 2 bulan?" Tanya Zoya masuk kedalam ruang kerja Derion.
Derion menggeleng.
Zoya diam melihat raut wajah Derion sangat frustasi, Zoya mengambil gelas yang tersimpan diatas meja buku dan menuangkan air ke gelas. Zoya memberikan air itu pada Derion dan Derion menerima air itu lalu meninumnya.
"Kenapa mereka menculik Mama?" Tanya Zoya lagi.
"Aku tidak tau, mungkin karena koper itu." Ucap Derion memeluk pinggang Zoya dan mengecup perut buncit Zoya.
Zoya diam mengusap kepala Derion. 'Dia sadar, aku harus mencari alasan untuk bisa lepas dari pengawasan Derion.'
"Aku sudah mencari tau pada mereka yang ikut memperebutkan koper itu, tapi mereka tidak menculik Mama maupun Paman Nico." Ucap Derion.
"Kau harus keluar mencarinya, jika kau tetap disini hanya mengandalkan Ken maka kau tidak akan bisa menemukannya. Kau harus fokus menemukan mereka dahulu, kau tidak perlu khawatir padaku, aku bisa menginap dirumah Haris dan Bella sementara waktu sampai kau kembali. Disana aku aman, Haris juga pasti melindungiku." Ucap Zoya meyakinkan Derion.
Derion diam lama memeluk pinggang Zoya erat. "Dua minggu lagi kau akan lahiran, tidak mungkin aku meninggalkanmu sendirian."
"Jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja yang terpenting Mama ketemu dan bisa melihat cucu pertamanya." Ucap Zoya mencoba meyakinkan Derion lagi.
"Aku akan pikirkan itu." Ucap Derion menarik Zoya untuk duduk.
"Kau harus istirahat ini sudah malam, aku tau kau sangat lelah mencari mereka tapi juga ini tidak baik untukmu. Kau harus istirahat mengisi energimu." Ucap Zoya mengusap pipi Derion.
Derion mengangguk lalu ia mulai menggendong Zoya menuju kamar untuk istirahat bersama, dikamar Derion membaringkan Zoya pelan diranjang dan dia ikut berbaring disamping Zoya. Derion menarik Zoya dalam pelukannya namun pikirannya masih kacau, Zoya mengusap punggung Derion dengan ekspresi dingin.
"Tidurlah, lepaskan beban pikiranmu sejenak. Kau tidak akan bisa tidur jika masih memikirkan sesuatu." Ucap Zoya.
"Hm." Dehem Derion memejamkankan matanya mengikuti intruksi Zoya sambil memeluk Zoya erat, Zoya diam dengan ekspresi dingin dan tangannya terus menepuk-nepuk punggung Derion.
"Aku tidak bisa tidur." Ucap Derion tanpa melepaskan pelukannya maupun membuka matanya.
Zoya diam sesaat lalu melepaskan diri dan bangun membuat Derion melihat Zoya. "Aku akan memuaskanmu agar kau beban pikiranmu berkurang."
***
Zoya berbaring menyamping kearah Derion dan melihat Derion yang masib tertidur pulas, Zoya memandangi Derion dingin tanpa mengganggu tidur Derion. Semalam Zoya memuaskan Derion tanpa bsrcinta dan itu berhasil membuat Derion tertidur, melihat beberapa tissue kotor bekas sperma miliki Derion yang berserakan diranjang maupun lantai Zoya langsung turun dari ranjang.
Zoya mengambil semua tissue kotor itu dengan alat capit panjang untuk mengambil benda berada dilantai yang sulit ia jangkau karena kehamilannya, dengan sabar Zoya membersihkan semua tissue kotor ketempat sampah dengan capit. Melihat Derion yang masih tertidur Zoya mengambil ponsel Derion yang tergeletak dimeja, ia memang sudah tak memiliki ponsel lagi dan ponselnya dibuang Derion lagi.
Zoya melihag isi pesan Derion dengan Haris maupun Devon, tidak ada apapun yang dibicarakan mereka tentang koper itu dan hanya pencarian Herlina dan Nico. Zoya juga mengecek isi lainnya namun tak menemukan apapun, Zoya meletakkan ponsel Derion ketempatnya lagi dan melihat Derion masih terlelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION
Fiksi Remaja"Aku ingin sekali mengurungnya, menciumnya, menjilatnya, membuatnya mendesah dibawahku dan menyebut namaku, dia milikku." -Derion Mervis-
