30.

11.8K 365 37
                                        

Dor!!

Semua terdiam kaget saat mendengar suara tembakan.

"Apa yang kau lakukan?" Suara William terputus-putus melihat Zoya yang menodongkan pistolnya kearahnya.

Ya, suara tembakan itu berasal dari Zoya yang menembak dada William, Zoya melihat William dengan datar. Zoya tersenyum miring berputar menghadap ke arah William, bahkan Derion diam melihat Zoya yang menembak William.

"Kau berharap aku kehilangan ingatan?" Jeda Zoya menyeringai.

"Apa?" Kaget William melihat Zoya.

"Aku tidak pernah menelan obat yang kau berikan, aku hanya memanfaatkan keadaan untuk melindungi anakku jadi kau jangan berharap bisa mengedalikanku karna aku yang mengendalikanmu." Ucap Zoya dengan datar.

"Kenapa?" Tanya William bingung. "Aku melihatnya kau selalu menelan obat itu."

"Kau terlalu naif, maka dari itu kau bisa dibodohi. Aku tidak akan sudi hidup bersama pria yang tidak bisa diharapkan, aku memanfaatkanmu dan menunggu waktu kematianmu."

"Pelacur sialan!!" Umpat William dengan marah.

"Sekarang aku akan mengakhirinya, selamat tinggal William." Ucap Zoya mengarah ujung pistol itu dikepala William membuat William melihat Zoya dengan murka.

"Led—"

Dorr!!

Zoya langsung menembak kepala William membuat William mati dengan lubang didahinya sebelum William mengatakan 'Ledakan' untuk membuat bomnya meledak, Zoya melihat dengan datar mayat William yang terbaring kaku. Derion mendekati Zoya yang terus menatap mayat William, jadi Zoya hanya berpura-pura.

"Zoya kau—" Ucapan Derion terhenti ketika Zoya menempelkan ujung pistol pada dadanya tepat pada jantung, Derion melihat pistol itu lalu melihat Zoya yang melihatnya dengan datar dan kosong. Tatapan yang belum pernah Derion lihat dari Zoya, tatapan dalam dan mengintimidasi.

"Zoya." Panggil Derion menatap Zoya dengan penuh kerinduan, namun Zoya tetap memandangnya dengan tatapan itu.

"Selanjutnya aku membunuhmu demi bayiku." Ucap Zoya melihat Derion dengan tatapan kosong.

Derion menangkup kedua pipi Zoya dan melihat Zoya dengan bingung. "Sayang, ini aku Derion suamimu."

"Suami?"

"Hm, didalam perutmu itu darah dagingku dan kau istriku." Ucap Derion lembut menatap tatapan kosong Zoya sambil mengambil ahli pistol ditangan Zoya dengan pelan.

Sampai Zoya tiba-tiba pingsan membuat Derion langsung menangkap tubuh Zoya agar tidak terjatuh, Derion melihat Zoya yang pingsan dengan bingung. Tanpa pikir panjang Derion langsung membawa tubuh Zoya masuk kedalam mobil dan pergi dari sini.












***











Derion berdiri didepan balkon kamar hotel menatap kota Sidney sambil menunggu Zoya sadar setelah pingsan semalam hingga sekarang dan selesai pemeriksaan, Zoya tidak ada luka sedikitpun dan kandungannya juga sangat sehat. Derion sangat lega mendengar keadaan Zoya baik-baik aja, yang berarti William memang menjaga Zoya meskipun dia menculiknya karna rasa obsesi sepertinya.

"Kenapa dia seberani itu?... Bahkan dia sangat takut membunuh orang dan tatapan apa itu." Gumam Derion yang terus berpikir keras apa yang terjadi pada Zoya.

"Derion."

Suara lirih Zoya membuat Derion langsung melihat Zoya, Derion langsung menghampiri Zoya ketika Zoya mencoba duduk. Derion membantu Zoya duduk sambil merangkul pundak Zoya, melihat Zoya yang sudah sadar membuatnya lega.

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang