36.

1.9K 89 8
                                        

Diperpustakaan Derion diam melihat ponselnya dengan gigi yang mengerat kuat melihat pesan dari nomor asing yang ia kirim.

Unknown

Jika kau ingin Nico, berikan koper itu padaku atau keluargamu juga akan mati termasuk istrimu.

Prak!

Derion meletakkan ponselnya dengan kasar dimeja dan mengepalkan tangannya kuat, pesan itu dikirim oleh Lebby. Meskipun Derion tak menyimpan nomor Lebby sebagai keluarga tapi Derion mengenali nomor itu. Ternyata Lebby yang menculik Nico dan sudah mengetahui kelemahannya, Derion tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Namun Lebby bukan orang yang mudah ditangani oleh Derion seperti ia menangani Freya, koper itu tidak boleh jatuh ketangan siapapun sampai ia menemukan orang itu untuk ia memberikannya.

Disisi lain.

"Derion dimana kau?!" Teriak Zoya keluar dari kamar saat baru bangun membuka matanya dan tidak melihat Derion disampingnya padahal ini masih pagi buta.

Bianca menghampiri Zoya membuat Zoya mengerutkan dahinya bingung kenapa Bianca sudah bangun juga, melihat pakaian Bianca yang memakai tanktop hitam, lagging hitam dan handuk kecil yang tergantung dilehernya, bahkan berkeringat.

"Kau jogging dipagi buta? Padahal langit belum terang." Heran Zoya.

Bianca mengangguk. "Aku tidak bisa tidur karna masih mengkhawatirkan Ayahku, jadi aku jogging untuk mengurangi pikiranku."

Zoya mengangguk prihatin dengan Bianca yang tak teratur makan maupun tidurnya sebab Nico belum ditemukan keberadaannya.

"Kau melihat Derion?"

"Tadi aku melihatnya masuk perpustakaan saat berangkat jogging, aku ke kamar dulu untuk membersihkan tubuhku." Ucap Bianca dan Zoya mengangguk.

Zoya langsung menuju perpustakaan yang ada dihalaman belakang rumah, saat masuk kedalam Derion yang masih mengenakan baju tidur duduk disofa sambil bergulat dengan laptopnya. Derion yang menyadari kehadiran Zoya langsung tersenyum melihat Zoya yang terbangun.

"Kemarilah." Ucap Derion meletakkan laptopnya dimeja sambil menepuk pahanya.

Zoya yang menurut menghampiri Derion dan duduk dipaha Derion dengan membelakangi Derion karna perutnya yang membuncit, Derion langsung memeluk perut dan mengusap perut Zoe pelan. Zoya melihat Derion seperti membuat laporan mungkin untuk pekerjaan.

"Kenapa kau terbangun hm, ini masih pagi buta?" Tanya Derion menghirup aroma Zoya.

"Aku terbangun karna kau tidak ada disampingku, kenapa kau bekerja dipagi buta seperti ini?" Zoya menyandarkan kepalanya dipundak Derion.

"Jeffri tadi menghubingiku katanya dia tidak bisa membuat laporan, aku mengerjakan laporan kerjaan." Ucap Derion.

"Siapa Jeffri?" Tanya Zoya mengerutkan dahinya bingung.

"Dia sekretaris baru, yang lama keluar karna ikut suaminya diluar kota."

"Apa harus sekarang?" Tanya Zoya bingung.

"Hm, pagi ini harus selesai."

Zoya mendesah.

"Tidurlah lagi, aku akan melanjutkan kerjaanku." Ucap Derion mengusap kepala Zoya.

"Apa Paman Nico belum ketemu? Ini sudah hampir satu minggu, aku kasian melihat Bianca jadi tidak bisa tenang." Ucap Zoya pelan.

"Hm, sudah ada titik terangnya."

"Benarkah?" Kaget Zoya.

Derion mengangguk. "Jejak terakhir kali ponsel Paman Nico aktif di pelabuhan."

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang