Derion duduk dikursinya dengan komputer yang memutar rekaman cctv rumahnya, Derion diam terus melihat rekaman itu dengan diam meskipun didalam rekaman itu adalah penculikan Zoya. Derion melihat Zoya diculik oleh beberapa orang diam, ia tau siapa pelakunya.
Ceklek!!
Suara pintu terbuka masuk dua orang pria sambil membawa pria yang kondisinya babak belur, dia adalah Kevin tangan kanannya yang sudah mengkhianatinya. Kedua pria itu langsung mendorong Kevin sampai tersungkur didepan meja Derion.
Derion melihat itu langsung berdiri dan berjalan sampai didepan Kevin, Derion melipat kedua tangannya dan bersandar dimeja. Derion menatap Kevin dingin menunggu Kevin berjongkok dihadapannya.
"Kau pikir kau bisa melawanku?" Ucap Derion dengan suara beratnya.
Kevin diam tersiksa.
Derion mendekati Kevin lalu berjongkok didepan Kevin melihat Kevin yang juga melihatnya.
"Aarrrkkk!!!"
Kevin berteriak kesakitan karena Derion menekan luka dipundaknya membuat rasa nyeri menjalar ditubuh Kevin, bahkan tangan Derion yang ternodai darah Kevin saat menekan luka Kevin pun Derion enggan melepaskannya. Dengan aura gelapnya Derion tanpa belas kasih semakin menekan luka Kevin sampai Kevin lebih histeris menjerit kesakitan.
"Aku tidak suka milikku disentuh, kenapa kau tidak tau itu." Ekspresi yang datar terasa sangat mencekam.
Derion melepaskan tangannya dari pundak Kevin lalu berdiri, salah satu pri itu memberikan kain pada Derion untuk membersihkan darah Kevin yang ada ditangannya. Derion kembali bersandar pada meja menatap Kevin yang sedang meringis kesakitan.
"Bagaimana kau bisa tau?" Tanya Kevin dengan suara gemeter dan nafas yang tersengal-sengal.
"Kau pikir aku bodoh, aku tau penghianatanmu padaku dari lama hanya saja aku membiarkanmu sejauh mana kepintaranmu." Ucap Derion mengarahkan tangannya pada pria berambut pirang itu seolah meminta sesuatu dan pria itu memberikan sebuah pisau.
Kevin yang melihat itu mulai ketakutan pada Derion, dirinya akan mati ditangan Derion karena mengkhianati kepercayaan Derion. Kevin langsung meyatukan tangannya untuk memohon pada Derion.
"Saya mohon jangan bunuh saya Tuan, ampuni saya. Saya berjanji akan setia pada Tuan, jangan bunuh saya!" Mohon Kevin benar-benar takut akan dibunuh oleh Derion.
"Kau tau kan apa konsekuensinya jika berhianat?"
"Tolong ampuni saya!! Am—srettt!!!"
Darah seketika muncrat diwajah dan kemeja Derion setelah Derion dengan cepat merobek leher Kevin dengan pisau, tubuh Kevin seketika tumbang dengan darah yang terus mengalir keluar dari luka sayatannya dan menggenangi lantai. Derion membuang pisau itu melihat Kevin yang mati dengan datar.
"Tunjukkan kepalanya pada Freya, sekarang kita jemput Zoya dan cari tau dimana keberadaan mereka." Ucap Derion.
Disisi lain Zoya diam menangis dengan tangan yang terikat dan kepala yang ditutupi kain hitam, ia masih berada didalam mobil entah dibawa kemana. Siapa yang menculikmya, Zoya ingin meminta tolong pada Derion tapi bagaimana caranya.
Apa yang harus Zoya lakukan dan mereka akan membawanya kemana.
"Aku mohon lepaskan aku, aku sedang hamil. Aku mohon jangan sakiti anakku." Ucap mohon Zoya menangis gemetar.
Tidak ada respon sama sekali padahal Zoya merasakan ada orang yang duduk disamping kiri dan kanannya, siapa yang menculiknya. Zoya mencoba melepaskan ikatan tali itu namun tidak bisa, Zoya menangis berharap Derion akan menolongnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION
Jugendliteratur"Aku ingin sekali mengurungnya, menciumnya, menjilatnya, membuatnya mendesah dibawahku dan menyebut namaku, dia milikku." -Derion Mervis-
