23.

31K 752 79
                                        

"Sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri. Apa kau senang?" Tanya Derion memeluk Zoya dari belakang.

Zoya melihat pantulan cermin dirinya tengah memakai gaun pengantin dan kini ia resmi menjadi istrinya Derion. Zoya semakin terikat dengan Derion didalam pernikahan ini, tapi kenapa hatinya merasa senang setelah menikah.

Zoya melepaskan pelukan Derion dan berbalik menatap Derion. "Kalau aku sudah jadi istrimu berarti aku harus menurut padamu?"

Derion diam mendengar ocehan bodoh Zoya.

Zoya meraup kedua pipi Derion dan menatap Derion panik. "Itu artinya nanti ada malam pertama? Eh itu tidak mungkin, kau sudah melakukan malam pertama sampai membuatku hamil. Jadi, tidak ada malam pertama. Lagi pula kemarin kau sudah melakukannya lama sekali."

Derion melihat Zoya dengan sebelah lalu melepaskan tangan Zoya dan mengecup punggung tangan Zoya membuat Zoya diam. "Aku tidak meminta itu, karna aku tau kau lelah. Aku cemas kandunganmu kenapa-kenapa kalau aku memaksa bercinta."

Zoya menatap Derion heran sambil mengangguk paham. "Ternyata kau pengertian juga, tapi pengantin baru itu memang harus ada malam pertamanya."

"Kau mau bercinta?" Ucap Derion menyeringai sambil memeluk pinggang Zoya membuat Zoya mendelik.

"Uh tidak! Selakanganku masih sakit." Ucap Zoya menghentikan Derion yang mencumbu lehernya.

"Lalu kenapa kau bicara malam pertama?" Goda Derion membuat Zoya menelan ludahnya kasar.

"Aku sudah tidak berbicara lagi." Ucap Zoya melepaskan pelukan Derion dengan perlahan namun Derion semakin merapatkan tubuh mereka.

Derion menyeringai membuat Zoya berdebar kencang melihat Derion yang menyeramkan kan saja, Zoya mulai panik saat Derion tiba-tiba membuka resleting gaun pengantinnya dengan perlahan. Derion menarik sedikit gaun atas Zoya hingga pundak mulusnya terekspos membuat Derion langsung memberi kecupan pundak itu.

"Derion, katamu tidak bercinta. Selakanganku masih sakit." Cicit Zoya meremang dan sedikit takut, apa Derion meminta itu lagi?

Sampai akhirnya gaun itu terjatuh kelantai membuat tubuh Zoya terekspos hanya menggunakan celana dalam saja, Zoya langsung merapat kan tubuhnya pada Derion dengan jantung yang berdebar kencang.

"Derion—"

"Aku hanya membantumu melepaskan gaun pengantin, aku tau itu berat." Kekeh Derion membuat Zoya bersemu merah dipipinya.

"Kau pikir aku ingin bercinta denganmu?" Kekeh Derion menggoda Zoya.

"Hentikan!" Zoya benar-benar malu kali ini.

"Kau sudah basah?" Goda Derion lagi.

"Tidak!" Sentak Zoya membuat Derion terkekeh, Zoya melihat Derion dengan kesal bisa-bisanya Derion menggodanya seperti itu.

Derion mengakup kedua pipi Zoya membuat Zoya terdiam seketika, tatapan dalam yang membuat Zoya terkunci. Derion mencium Zoya dengan lembut membuat Zoya terbuai membalas ciuman Derion, kemudian Derion menyudahi ciumannya menyatukan kening mereka.

"Tapi kau ingin kenikmatan, aku bisa membuatmu merasakan kenikmatan." Ucap Derion membuat Zoya diam melihat Derion dengan jantung yang berdetak kencang.

















***
















"Bagaimana perasaanmu melihat sahabatmu menikah?" Tanya Haris menyetir mobilnya.

Bella diam tanpa menjawab dan pandangannya tertuju pada luar jendela mobil.

"Setelah itu kita akan menikah juga."  Ucap Haris langsung Bella melihat Haris.

OBSESSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang