11

287 31 18
                                        


" Di balik kegelapan, ada rahasia yang siap menghancurkan kercayaan. Tapi, untuk bertahan, siapa yang harus lebih dulu di ragukan, teman atau diri sendiri?"

Quotes

Sementara itu di kamar zayyan

Zayyan akhirnya bisa bernafas sedikit lebih tenang setelah wain membawanya ke kamarnya .wain meletakkan tanganya di pundak zayyan, mencoba menenagkanya."lo istirahat dulu yan,jangan di paksain,"ucap wain sambil menatap zayyan cemas .

Namun zayyan hanya menggeleng ,wajahnya menunjukan tekad yang kuat ."Gue nggak bisa wain ,gw harus cari tau siapa yang ngelakuin ini ke davin .kalok nggak semuanya bakalan terus terulang".
Ucap zayyan dengan suara serak .

Setelah beristirahat sebentar ,zayyan mengumpulkan temanya untuk berdiskusi di ruang belajar asrama . Wajah mereka tampak tegang ,tapi mereka tau mereka harus membahas ini .

"Kita harus saling jujur sekarang" ,kata zayyan sambil menatap satu persatu temanya ."gw tau kita nggak bisa sepenuhnya percaya sama siapapun sekarang ,tapi kalok kita nggak kerja sama ,kita semua bakal dalam bahaya."

Lex mengangguk setuju ,"siapapun di antara kita ,kita harus bikin rencana .kalok ada yang tau informasi atau pernah ngeliat hal mencurigakan , tolong kasih tau ."

Wain menatap lantai dengan gugup ,tetapi akhirnya angkat bicara ,"gw....sebenernya pernah liat sesuatu. malam sebelum davin di temuin, gw sempat ngeliat seseorang keluar dari dalam gudang. gw nggak liat mukanya karna gelap, yang gw inget orang itu pakek hodie hitam ."

Mereka semua saling menatap, menyadari betapa seriusnya situasi mereka. mereka harus lebih berhati hati ,dan yang paling penting ,menemukan pelakunya sebelum semua terlambat.

"Gudang ..." gumam zayyan. "Maksud lo gudang yang ada di deket aula ?"

Wain mengangguk pelan, masih menatap lantai ."Iya...tapi gw nggak tau orang itu siapa. Gw cuma liat punggungnya doang. Mungkin gw salah ..."

"Mungkin lo nggak salah liat wain." Potong lex, nada nya serius.
" Kita harus cek tempat itu sekarang juga "

" Kita?" Potong beomsoo dengan nada skeptis. Dia menyilangkan tanganya di depan dada, wajahnya menunjukan ketidakpastian. " lo serius ? Kalok pelakunya masih disana, kita semua bakal dalam bahaya".

Zayyan berdiri dengan cepat, hampir membuat kursinya terjatuh. " justru karna itu kita harus cek sekarang! Kalok kita cuman diem, pelakunya bakal punya waktu buat ngelakuin hal yang lebih parah lagi !"

Lex bangkit, menepuk pundak zayyan. "Oke gue ikut. Tapi kita harus hati-hati."

Hyunsik menghela nafas panjang sebelum akhirnya menyerah. "Oke, tapi kalok ada tanda tanda bahaya, kita balik."

Mereka semua akhirnya sepakat untuk owrgi ke gudang malam itu. Langkah kaki mereka bergema di koridor yang sunyi. Wain, yang memimpin jalan, terus menoleh ke belakang dengan gelisah.

Saat mereka tiba di depan pintu gudang. Pintu tua itu tampak mengintimidasi dalam gelap. Lex mencoba membukanya, namun terkunci.

"Kayaknya kita butuh cara lain buat masuk," gumam lex sambil mencari celah.

Hyunsik menunjuk ke jendela kecil diatas pintu." Kita bisa lewat situ."

Zayyan, meskipun merasa lelah, menawarkan diri untuk meemanjat. Dengan bantuan wain dan lex, dia berhasil masuk ke dalam gudang.

Begitu berada di dalam, bau apakah dan debu langsung menyergap hidungnya. Dengan hati hati, dia . Membuka pintu dari dalam. " masuk cepet".! Bisiknya.

Ketika semua sudah berada di dalam, mereka mulai menyisir tempat itu.
Tidak ada yang aneh pada awalnya, hingga wain menemukan sesuatu di sudut ruangan.

VEGEANCE ( xodiac )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang