Sebelumnya
Zayyan berkedip pelan, napasnya masih sedikit berat. Tapi melihat ekspresi Wain yang serius, dia akhirnya menyerah dan membiarkan nebulizer tetap terpasang.
Wain menghela napas panjang, akhirnya bisa sedikit lebih tenang. Tapi dalam hatinya, dia tahu percakapan mereka baru akan dimulai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Asrama Pagi hari
Suara pintu kamar yang terbuka dan langkah kaki terdengar dari lorong. Yang pertama muncul adalah Hyunsik, masih dengan wajah mengantuk. Dia membuka lemari, Mengambil gelas, lalu menuangkan air kedalamnya.
Saat dia menoleh, matanya langsung menangkap sosok wain yang duduk sambil mengunyah roti. Dahinya mengernyit.
"Tumben lo bangun cepet," katanya sebelum meneguk airnya.
"Gue mimpi buruk tadi. makanya kebangun, terus nggak bisa tidur lagi," ucapnya sambil mengunyah roti.
Hyunsik mengangkat alis, tapi tidak bertanya lebih jauh. "Oh, pantes."
Dia lalu duduk di seberang wain, menguap kecil sambil memegang gelasnya. Suasana dapur masih cukup sepi, hanya mereka berdua yang sudah di sini.
Kemudian wain berdiri dari kursinya, untuk mengambil air minum. Dia mengambil gelas, kemudian mengisinya dengan air. Sebelum dia meneguk airnya dia mengelus dadanya pelan sambil bergumam dalam hati untung aja . Kemudian langsung meneguk airnya.
Flashback on
Wain melirik zayyan yang sudah tertidur lagi. Nafas cowok itu sekarang lebih tenang, naik turun dengan ritme yang stabil. Wain mendesah pelan, lalu berdiri dari kursinya. Dia harus kembali ke asrama sebelum yang lain bangun, supaya tidak ada yang curiga.
Dia berjalan keluar kamar, dan mencari perawat. Begitu melihat salah satu suster yang tadi menangani zayyan, dia langsung menghampiri.
"Permisi," katanya pelan, supaya tidak mengganggu pasien yang lain.
Suster itu menoleh. "Ya?"
Wain menggaruk tengkuknya. "Gini, saya harus balik ke asrama buat sekolah. Bisa tolong jagain temen saya?"
Suster itu tersenyum tipis. "Tentu, itu sudah tugas kami."
"Terus... kalau dia bangun, bisa tolong kasih tau ini?" Wain merogoh sakunya, mengambil kertas kecil yang ia sobek dari buku catatan, Lalu menuliskan sesuatu disana. Dia menyerahkanya ke suster itu.
Suster itu membaca sekilas:
"Yan, gue balik dulu. Lo tetep istirahat di sini. Gue bakal cari alasan biar yang lain nggak curiga."
Suster itu mengangguk. "Baik nanti saya sampaikan."
"Terimaksih," wain membungkuk sedikit, lalu berbalik menuju pintu keluar rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
VEGEANCE ( xodiac )
Mystery / ThrillerHanya sebuah kisah tentang sekumpulan remaja yang di teror X beyond the world Xodiac 입니다
