17

280 30 17
                                        

Malam itu di rumah sakit

Setelah kembali dari asrama, mereka berkumpul di ruang tunggu rumah sakit. Hyunsik meletakkan tas kecil di meja di depan mereka, memastikan tidak ada yang memperhatikan sebelum dia membuka isinya. Di dalam tas itu, ada buku catatan Beomsoo yang tadi mereka ambil secara diam-diam.

"Kita harus baca ini lebih lanjut," bisik Hyunsik.

"Tapi kita harus hati-hati," tambah lex. "Kalau ada yang tau kita ambil ini tanpa izin, kita bisa kena masalah.

Gyumin mengangguk setuju. "Bener. Tapi gue rasa kita nggak punya pilihan lain."

Hyunsik membuka halaman berikutnya dari buku tulis itu. Tulisan Beomsoo semakin sulit di baca-seolah dia menulis dalam keadaan panik.

"Aku yakin mereka tau aku udah curiga," hyunsik membaca dengan pelan. "Aku harus segera ngelakuin sesuatu sebelum mereka dateng lagi."

"Dateng lagi?" Ulang zayyan, bingung.
"Berarti dia udah pernah ngalamin sesuatu sebelumnya?"

Hyunsik melanjutkan membaca. Di halaman berikutnya, ada sebuah catatan yang lebih mencolok:

"Gue nemu simbol ini. Di kamar asrama mereka. Gue nggak yakin siapa yang punya, tapi gue tau ini penting. Kalok sesuatu terjadi sama gue, kalian harus cari tau apa artinya."

Gyumin menelan ludah. "Dia nemu simbol itu di kamar siapa?"

"Itu dia masalahnya," jawab lex. "Dia nggak nyebut nama."

Zayyan menatap simbol yang di gambar di halaman itu-lingkaran dengan garis di tengahnya. "Simbol ini... gue kayak pernah liat, tapi dimana."

"Gue juga," gumam hyunsik. " Tapi gue nggak bisa inget di mana."

Mereka terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi yang baru saja mereka dapatkan.

Tiba-tiba, ponsel zayyan bergetar. Dia mengambilnya dari saku dan melihat sebuah pesan masuk. Pesan itu dari nomor tak dikenal.

"Guys," katanya, suaranya sedikit gemetar. "Gue baru dapet pesan."

"Pesan apa?" Tanya lex, mendekat untuk melihat.

Zayyan membuka pesan itu dan membacanya dengan suara pelan:

"Kalian nggak akan bisa nyelamatin dia. Berenti cari tau, atau kalian akan jadi korbanya."

Wajah mereka semua langsung berubah pucat.

"Ini... ancaman?" Bisik gyumin.

Hyunsik mengepalkan tanganya. "Jadi pelaku tau kita lagi nyari tau soal ini."

"Berarti dia ngawasin kita," tambah lex, suaranya terdengar tegang.

Zayyan menelan ludah, mencoba menenangkan dirinya. "Kita nggak bisa berenti sekarang. Kalau kita berenti, kita nggak akan pernah tau siapa yang ngelakuin ini ke beomsoo."

"Tapi kalok kita lanjut, kita bisa dalem bahaya," balas Gyumin, ragu.

Hyunsik mengangguk pelan. "Mungkin. Tapi gue nggak bisa diem aja. Kalo Beomsoo sampe kayak gini, kita harus lakuin sesuatu. Gue nggak peduli kalok itu bahaya."

Mereka semua saling pandang, rasa takut bercampur dengan tekad.

"Kalo gitu, kita harus lebih hati-hati," kata lex akhirnya. "Dan kita harus pastiin kita nggak kerja sendiri-sendiri. Kalo kita mau lanjut, kita harus kerja bareng."

Zayyan mengangguk setuju. "Dan kita harus mulai dari simbol ini. Kita harus cari tau apa artinya Dan siapa yang punya hubungan sama ini."

Hyunsik menutup buku catatan itu dengan hat. "Kita mulai dari sini. Tapi kita nggak boleh kasih tau siapa-siapa soal ini, bahkan temen temen kita yang lain."

VEGEANCE ( xodiac )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang