Rumah Sakit – Pagi Hari
Sinar matahari pagi masuk melalui jendela rumah sakit, menyinari ruangan tempat Zayyan masih terbaring. Matanya perlahan terbuka, tubuhnya terasa lebih ringan dibanding sebelumnya. Dia masih mengenakan masker oksigen, tapi pernapasannya sudah jauh lebih stabil.
Begitu kesadarannya kembali sepenuhnya, dia menyadari kalau ruangan itu sekarang kosong. Wain sudah tidak ada di sana.
Dia mengerjapkan mata, mencoba mengingat kejadian terakhir sebelum dia tertidur lagi. Wain bilang dia bakal tetap di sini. Tapi sekarang dia pergi?
Zayyan menggerakkan tubuhnya perlahan, lalu matanya menangkap secarik kertas kecil di atas meja samping tempat tidur.
> Yan, gue balik dulu. Lo tetep istirahat di sini ya. Gue bakal cari alasan biar yang lain nggak curiga.
Zayyan menghela napas kecil setelah membaca pesan itu. Dia tahu Wain berusaha melindungi rahasianya. Tapi tetap saja, ada perasaan tidak enak di dadanya.
Dia melirik jam di dinding—sudah hampir pukul 07.30. Artinya, sekarang teman-temannya pasti lagi di sekolah.
Baru aja dia mau duduk lebih tegak, pintu kamar terbuka, dan seorang perawat masuk. Suster yang semalam jaga dia.
"Ah, kamu sudah bangun," kata suster itu sambil tersenyum. "Bagaimana perasaanmu? Apa masih sesak?"
Zayyan melepas masker oksigen perlahan. "Aku udah mendingan," jawabnya pelan.
Suster itu mengangguk. "Bagus. Tapi kamu harus tetap istirahat ya. Jangan buru-buru pulang kalau kondisimu belum stabil."
Zayyan cuma mengangguk, meskipun dalam hati dia udah pengen banget keluar dari sini secepat mungkin.
"Oh iya, temanmu yang tadi pagi pergi titip pesan untuk kamu," lanjut suster itu.
Zayyan melirik kertas di tangannya. "Iya, aku udah baca."
Suster itu tersenyum lagi sebelum mulai mengecek alat medis di sekitar Zayyan. Setelah memastikan semuanya normal, dia pergi meninggalkan ruangan, membiarkan Zayyan kembali sendirian.
Zayyan menatap langit-langit kamar, pikirannya mulai penuh lagi.
Gue nggak bisa lama-lama di sini. Nanti mereka curiga.
Di saat dia lagi berpikir gimana caranya kabur dari rumah sakit tanpa ketahuan, ponselnya yang ada di meja tiba-tiba bergetar.
Layar ponselnya menyala, menampilkan satu pesan masuk.
Nomor tanpa nama.
Zayyan mengernyit. Siapa ini?
Dia membuka pesannya.
> You need to be careful. Some people might not be who you think they are.
("Kamu harus berhati-hati. Beberapa orang mungkin bukan seperti yang kamu pikirkan.")
Zayyan menegang.
Siapa yang ngirim ini? Kenapa bahasanya bahasa Inggris?
Dan... apa maksudnya?
Zayyan menatap layar ponselnya cukup lama. Pesan itu… mengusik pikirannya.
Tangannya sempat melayang di atas keyboard, ragu-ragu. Haruskah dia membalas? Haruskah dia pura-pura nggak peduli? Tapi kalau dia diam saja, apakah orang ini bakal mengirim pesan lagi?
Jantungnya berdetak lebih cepat, tapi dia akhirnya mengetik balasan singkat.
"Who are you?"
Dikirim.
Zayyan menunggu, tapi tidak ada balasan langsung. Dia menggigit bibir, mulai merasa menyesal sudah membalas.
Tepat saat dia berpikir untuk mematikan ponselnya, layar berkedip. Notifikasi baru muncul.
KAMU SEDANG MEMBACA
VEGEANCE ( xodiac )
Misteri / ThrillerHanya sebuah kisah tentang sekumpulan remaja yang di teror X beyond the world Xodiac 입니다
