18

237 25 6
                                        

Sementara itu, di Asrama, suasana semakin tegang. Hyunsik dan yang lainnya sibuk mencari tau arti dari simbol yang mereka temukan itu. Buku catatan Beomsoo terbuka di meja, dan mereka memeriksa setiap halaman dengan seksama. Namun, semakin lama, semakin mereka merasa bahwa simbol itu bukanlah sesuatu yang bisa di abaikan begitu saja.

"Ini bukan cuma simbol biasa," kata lex, memandangi gambar itu dengan penuh perhatian. "Ada sesuatu di balik simbol ini,"

Zayyan yang duduk di dekat jendela, menatap jauh keluar, tampak berpikir keras. "Gue nggak bisa berenti mikirin ini. Kenapa simbol ini selalu muncul di pesan- pesan pelaku? Artinya apa?"

Hyunsik mengerutkan kening. "Mungkin, ini tu kayak sebuah kode, atau petunjuk yang berhubungan sama si pelaku?, tapi kita harus harus hati-hati, jangan sampe kita salah langkah,"

Wain, yang sedari tadi diam, akhirnya berbicara. "Kita juga harus inget, beomsoo masih belum sadar di rumah sakit, dan kita nggak bisa nanya ke beomsoo tentang kejadian itu. Bisa jadi simbol ini ada hubungannya juga sama apa yang terjadi di asrama,"

"Bener," jawab lex, "kita nggak bisa abain kemungkinan itu. tapi kita juga harus tetep waspada. Pelaku pasti tau kalo kita lagi nyari tau soal simbol itu,"

Tiba-tiba, ponsel zayyan bergetar lagi. Semua orang langsung terdiam dan menatapnya. Zayyan mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk. Pesan itu berasal dari nomer yang sama.

"Pesan lagi?" Tanya lex, suaranya cemas.
Zayyan membuka pesan itu dengan hati-hati, dan kali ini, suaranya sedikit lebih tegang saat membaca.

"Kalian nggak akan pernah tau arti dari simbol itu. Tapi kalo kalian terus nyari tau, kalian akan kehilangan lebih dari yang kalian bayangkan,"

Semua orang terdiam, suasana semakin mencekam.

"Kayaknya pelaku nggak main-main. Dia siap ngelakuin apa aja buat hentiin kita," kata hyunsik, matanya tajam.

Gyumin yang duduk di dekat pintu, memandang mereka dengan cemas. "Kita harus hati-hati, tapi kita juga nggak bisa mundur sekarang,"

Zayyan menghela nafas panjang. "Kita harus tetap maju, kita nggak bisa biarin pelaku menang,"

Lex mengangguk. "Kita harus tetep pokus. Dan sekarang, kita punya dua tujuan: cari tau arti simbol ini dan pastiin beomsoo tetep aman."

Di rumah sakit

Beomsoo terbaring di tempat tidur rumah sakit, dia masih terlihat lemah. Gyumin duduk di sampingnya, berbicara pelan untuk menghibur beomsoo yang tampak sedikit tertekan.

Tiba-tiba, ponsel gyumin bergetar di saku hodienya. Dia melihat layar ponselnya, dan wajahnya sedikit berubah. Ada panggilan masuk dari ibunya.

"Beomsoo, gue angkat telpon sebentar ya?" Tanya gyumin pelan.

Beomsoo hanya mengangguk, memberikan izin meskipun dia tetap terdiam.
Gyumin berdiri dan berjalan keluar dari kamar Beomsoo, menjauh sedikit untuk menjaga privasi.

Begitu keluar, gyumin menjawab telepon itu, dan suara cemas dari ujung telepon langsung terdengar.

"Gyumin, gimana kabar kamu?"

"Aku baik baik aja ma"

"Guru kalian udah ngirim hasil ulangan kemarin, dan hasilnya... nilai kamu turun gyumin."

"Ah, itu cuma... cuma sedikit turun kok ma. Nggak masalah"

"Gyumin, ini bukan cuma soal sedikit atau banyak. Nilai kamu turun gyumin, dan itu nunjukin kalok kamu itu nggak serius sama pelajaran. Kamu harusnya lebih fokus, ini tu demi kebaikan kamu kedepannya min. Harusnya kamu lebih berusaha, kayak temen-temen kamu."

VEGEANCE ( xodiac )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang