Setelah bel pulang berbunyi, halaman depan sekolah mulai di penuhi dengan murid-murid yang berjalan keluar. Beberapa sedang menunggu teman, yang lain langsung bergegas menuju rumah masing-masing.
Di depan gerbang sekolah, wain, lex, gyumin, dan sing berdiri sambil ngobrol santai, sesekali melirik ke arah pintu gerbang.
"Leo lama banget, ya?" Ujar lex sambil menguap pelan.
"Biasalah dia, sok sibuk," sahut gyumin yang menyender di depan gerbang.
Tak lama kemudian, sosok yang ditunggu muncul. Leo berlari kecil menghampiri mereka, ranselnya bergoyang di punggung.
"Weh! Sory-Sory, gua lama di toilet tadi. Tapi—bang zayyan mana?" Tanyanya sambil mengesankan pandangan.
"Oh, dia duluan," jawab wain santai.
"Katanya mau ke minimarket, beli buku sama pulpen gitu."
Leo langsung cemberut.
"Lah... gue juga mau ikut. Kenapa nggak nungguin?"
"Ya lo kelamaan, sih. Udah kayak nungguin bus antar kota." Jawab gyumin sambil nyengir.
"Gue cuma lima menit, woy."
"Lima menit lo tuh kayak lima belas menitnya dunia nyata," sahut lex sambil cekikikan.
Leo menggeleng kecil, lalu memasukkan tangan ke saku celananya. Ia mengeluarkan ponsel, membuka chat, dan mulai mengetik sambil berjalan mengikuti yang lain.
Leo (chat to zayyan)
"Bang, nitip es krim dong. Yang rasa stroberi kalok ada ya🙏"
Ia menatap layar beberapa detik, lalu memasukkan kembali ponselnya sambil melangkah santai di belakang teman-temannya. Matahari masih bersinar hangat, dan langkah mereka terasa ringan–seolah tak ada yang perlu di khawatirkan untuk hari ini.
•
•
•
•
•
•
Di dalam minimarket yang sejuk, zayyan berdiri di lorong alat tulis. Tanganya sibuk memilih-milih pulpen sambil sesekali menatap rak buku catatan. Ia terlihat antusias, meski hanya memilih perlengkapan sekolah.
Sementara itu, hyunsik berada di bagian lemari pendingin, matanya menyusuri barisan es krim yang berjajar rapi di balik pintu kaca. Ia membuka pintunya perlahan, embun dingin langsung menyapa wajahnya.
"Yang coklat abis..." gumamnya kecil.
"Yaudah deh, vanilla satu... sama stroberi. Kali-kali doyan."
Ia mengambil dua buah es krim lalu berjalan pelan ke arah kasir, bersamaan dengan Zayyan yang juga baru selesai memilih beberapa alat tulis dan satu map plastik.
"Udah?" tanya Hyunsik sambil mengangkat dua es krimnya.
"Udah. Gue duluan ke kasir ya," jawab Zayyan.
Keduanya berdiri di depan kasir. Zayyan mulai menyusun barang-barangnya ke meja kasir: dua pulpen, buku catatan, stiker kecil, dan satu map bening.
"Gue bayarin ya, Bang," katanya.
"Serius nih?," jawab Hyunsik dengan nada bercanda sambil menaruh dua es krim di meja.
Zayyan melirik. "Dua? Yang satu buat gue?"
"Kagak. Buat gue dua-duanya," jawab Hyunsik santai. "Yang stroberi iseng aja, siapa tau enak."
Zayyan ketawa kecil. "Lah gila lu, dua sekaligus."
"Yoi, haus ini..."
Mereka menyelesaikan pembayaran. Zayyan membayar alat tulisnya dan dua es krim hyunsik. Mereka keluar dari minimarket sambil membawa kantong plastik masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
VEGEANCE ( xodiac )
Mystery / ThrillerHanya sebuah kisah tentang sekumpulan remaja yang di teror X beyond the world Xodiac 입니다
