12

277 34 7
                                        


"Di balik senyuman seseorang, selalu ada cerita yang tidak pernah diceritakan, luka yang tidak terlihat, dan rahasia yang ingin di sembunyikan"

Zayyan

Malam harinya

Mereka berkumpul kembali di ruang belajar setelah kejadian di gudang. Hodie hitam yang mereka temukan kini tergeletak di atas meja, menjadi pusat perhatian.

"Kita harus ngomong sekarang," kata Zayyan tegas, memecah keheningan. "Siapa pun yang tahu sesuatu, lebih baik jujur daripada nunggu semuanya jadi lebih buruk."

Beomsoo, yang duduk di ujung ruangan, terlihat gelisah. Dia menunduk, memainkan ujung lengan bajunya.

Lex memutar kursinya menghadap Beomsoo. "Lo kelihatan gugup banget, Beomsoo. Ada sesuatu yang mau lo bilang?"

Beomsoo mendongak dengan ekspresi kaget. " maksud lo?"

"Lo selalu diem dan menghindar," Lex melanjutkan, nadanya semakin tajam. "Dan kemarin di gudang, lo yang paling lama keluar. Jangan-jangan lo yang..."

"Stop!" Zayyan memotong, mencoba menenagkan suasana. "Lex, kita nggak bisa nuduh tanpa bukti."

"Tapi dia kelihatan aneh, kan?" Lex tidak menyerah. Dia menunjuk ke arah Beomsoo. "Apa lo punya alasan kenapa lo di gudang lebih lama?"

Beomsoo terlihat tertekan. "Gw... gw cuma cari sesuatu," katanya pelan.

"Cari apa?" potong Hyunsik dengan tatapan dingin.

"Gw..." Beomsoo menghindari tatapan mereka. "Gw kehilangan buku catatan gw. Gw kira mungkin jatuh di sana."

"Buku catatan?" Lex mengernyit. "Itu alasan yang lemah banget. Kalau bener kehilangan, kenapa lo nggak bilang dari tadi?"

Beomsoo menunduk lagi, tidak menjawab.

"Tunggu," kata wain sambil memerhatikan jaket hitam di meja. "Apa mungkin hodie ini ada hubungannya sama buku catatan lo?"

Mata Beomsoo melebar sejenak, tapi dia buru-buru menggeleng. "Nggak. Gw nggak pernah lihat hodie itu sebelumnya."

"Lo yakin?" tanya Lex dengan nada mencurigakan.

"Tentu aja gw yakin!" jawab Beomsoo, suaranya sedikit naik.

"Lex, cukup," kata hyunsik, menyela dengan nada dingin. "Kita nggak akan dapat apa-apa kalau cuma nyerang Beomsoo."

"Tapi lo sendiri nggak ngebantu," balas Lex. "Lo kayak nggak peduli sama semua ini, Hyunsik."

"Dengerin," Zayyan mencoba memimpin. "Kita simpan hodie ini untuk sementara. Kalau ada yang tahu sesuatu, bilang nanti aja. Sekarang kita nggak bisa bikin keputusan."

"Gw setuju sama bang zayyan" ucap leo yang tiba tiba muncul dari belakang.

"Main setuju aja lo, tau masalahnya aja nggak" sindir gyumin.

"Ya gw emang nggak tau masalahnya, tapi kalok bang zayyan bilang gitu gw setuju" ucap leo



Setelah beberapa saat, semua setuju. Tapi suasana di ruangan itu tetap penuh ketidakpercayaan.

"Gw nggak nyaman kayak gini," gumam Lex akhirnya, memecah keheningan. "Kita semua tahu ada yang nggak beres di sini."

"Udah, Lex," Zayyan mencoba menenangkan. "Kita fokus cari bukti aja. Jangan asal nuduh."

"Tapi lo nggak liat gimana Beomsoo tadi? Dia jelas-jelas nyembunyiin sesuatu," balas Lex sambil menunjuk ke arah Beomsoo.

Beomsoo langsung berdiri. "Lo mau nuduh gw? Gw juga nggak mau ada di situasi ini, oke? Gw nggak ada hubungannya sama semua ini!"

VEGEANCE ( xodiac )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang