haii zeyenk bagaimana kabarnya, maaf baru balik. jujur ai nggak punya ide sama sekali ╥﹏╥
happy reading!
.
.
.
.
"Neva tugas matematika udah, kah?" perempuan dengan rambut sebahu bertanya kepada Neva yang duduk sendiri di tempat duduknya.
Ini masih terlalu pagi untuk bersekolah maka dari itu dia masih sendiri tidak dengan Darelnya itu.
"Udah! Kena mau minjem?"
Perempuan itu tersenyum lebar, kepalanya mengangguk dengan seru. Neva ikut mengangguk, dia membuka tasnya kemudian mengeluarkan buku matematikanya dari dalam tas, tugas sedikit banyak jadi dia kerjakan setelah pulang sekolah supaya tidak terlupakan.
Kena mengambil dengan senang hati.
"Neva! Aku bawa roti kesukaan kamu!" Darel datang dengan tas biru dan plastik hitam yang entah apa isinya.
"Mau!"
"Kamu yang coklat atau yang rasa susu?" Neva mengambil roti bantal yang rasa susu, lalu Darel memberikan satu kotak susu coklat untuk pelengkapnya.
"PR kamu udah?"
"Udah!" seru Neva menjawab.
📣 "Di beritahukan kepada seluruh siswa-siswi SMA GARUDA! Di larang untuk keluar dari dalam kelas, di karenakan Bapak Ibu guru akan melaksanakan rapat penting. Sekali lagi jangan keluar dari kelas, bapak ibu guru akan melaksanakan rapat penting. Terimakasih."
"WOO JAMKOS, JAMKOS!" Laki-laki teman Neva langsung melemparkan buku matematika tugasnya, dia tengah mengerjakan tapi mendengar pengumuman baru saja dirinya tidak jadi melanjutkan tugasnya.
"Trus kita ngapain dong? Aku nggak mau kalo harus resume yang tadi malem di kerjain. Sama aja tau!"
"Mending liat movie aja, aku bawa laptop!" Darel berseru, dirinya hanya iseng membawa laptop tidak tahunya berguna.
"Ikut!" Kena dan Jena mendekat ke meja Neva dan Darel.
..
"Bolos nggak, nih? Pelajaran kosong ngapain di kelas, males."
Putra sudah siap-siap untuk menggendong tasnya, siapa juga yang bisa tahan di kondisi seperti ini. Kosong tanpa adanya pelajaran padahal dirinya juga teman-temannya baru rajin untuk belajar malah jamkos.
"Kemana, anjir?" tanya Bara.
"Kemana aja yang penting ninggalin kelas," Magma hanya diam tidak menanggapi teman-temannya yang bersiap akan pergi.
"Warung catur nggak, sih? Pengen makan ini, laper..." Putra mengelus perutnya yang keroncongan. Akibat tidak makan malam dan sarapan pagi.
"Gas! Lo pada ikut kaga? Mayan loh~"
Magma tanpa menjawab langsung berdiri, mereka dengan senyum kemenangan langsung ikut berdiri mengikuti Magma yang sudah memimpin jalan mereka.
Penghuni kelas hanya menatap kepergian mereka dengan tatapan cuek, bodoamat mau pergi tidak balik ke kelas, mereka semuanya beruntung. Percuma juga di tegur, mereka akan tetap melanggar lagi.
.
"ABAH! ANAK ABAH PULANG!" Abah tersenyum menyambut kedatangan anak lanangnya sudah dua hari mereka tidak ke sini entah mengapa.
"Anak, Abah! Dari mana aja?" mereka menyalami Abah secara bergantian. Mencium tangannya layaknya anak kandung Abah, Abah sendiri sudah terbiasa karna mereka selalu datang ke tempatnya dan makan di tempatnya dengan lahap.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Teen Fiction𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)