M | 14

10.6K 520 4
                                        

happy reading chiiders!

.
.
.
.



















Neva sudah menunggu kedatangan Magma untuk menjemputnya berangkat sekolah bersama. Tubuh Neva sudah di balut dengan seragam OSIS dan tas berwarna putih di punggungnya.

Karena tidak ingin terlalu repot, Neva menunggu Magma di luar. Pintu rumah sudah di kunci jadi, nanti langsung saja berangkat tanpa harus mengunci kembali pintu rumah.

Beberapa menit kemudian, suara motor besar perlahan mendekat rumah Neva. Neva begitu melihat motor Magma langsung berdiri menyambut kedatangan Magma yang menjemput dirinya.

Hubungan mereka tentu belum semua orang mengetahui, apalagi dengan anak-anak sekolah. Hanya teman dekat Magma dan Darel saja yang mengetahui hubungan resmi antara Neva dan Magma.

"Morning, sunshine." Magma dengan lembut membelai pipi yang perlahan kembali lagi seperti dulu.

Neva yang dapat perlakuan tersebut tersenyum dengan manis. "Morning too, Prince."

"Berangkat sekarang? Atau mau bolos aja?"

"Ajaran kamu sesat, ih! Berangkat sekarang, lah." ketusan Neva mendapatkan kekehan dari Magma. Pacarnya selalu lucu mau dalam keadaan apapun itu.

Helm milik Neva sudah terpasang dengan apik di kepalanya. Tentang helm milik Neva itu Magma yang memberikan, khusus untuk Neva dan hiasan di buat sendiri oleh tangan Magma.

"Yaudah, ayo naik!" Magma dengan siap memberikan tangannya untuk tumpuan Neva naik ke atas motor besarnya.

Dengan perlahan Neva naik, tangannya bertumpu pada tangan Magma. Setelah di rasa sudah siap dan nyaman, Neva memberikan tepukan bahu beberapa kali untuk kode bahwa dirinya sudah siap untuk berjalan.

Sepanjang jalan mereka memilih diam, damainya perjalanan pagi hari mereka yang tidak cerah namun redup membuat mereka memilih untuk diam saja.

Diamnya perjalanan mereka sampai tak sadar mereka telah memasuki pekarangan sekolahan. Magma sebagai most wanted sekolah sudah pasti menjadi pusat tontonan, mau itu dari jauh ataupun dekat sudah pasti Magma akan di lihat. Neva yang masih ada di jok belakang motor Magma sebenarnya memilih untuk abai, tapi melihat tatapan mereka yang tidak enak membuat dirimu menjadi berpikir. Akan lebih baik tidak bersama dengan Magma saja?.

Motor Magma berhenti di parkiran biasanya. Berjejer bersama dengan motor teman-temannya, Neva turun dengan perlahan begitu Magma mematikan mesin motornya.

"Kok, murung? Kenapa sayang?" Magma bertanya dengan suara lembutnya. Melepaskan helm yang di gunakan oleh Neva dengan perlahan.

"Gapapa, nanti aku pulang bareng Darel aja, ya?"

Magma menaikan satu alisnya mendengar ucapan Neva barusan. Maksudnya? Pulang bersama dengan Darel, emang ada masalah mereka apa? Harusnya berangkat dengan dirinya pulang juga dengan dirinya dong. Tiba-tiba saja seperti itu.

"Kenapa emangnya? Ada masalah apa? Lo kalo nggak cerita gue nggak tau, Neva.." Magma sebisa mungkin menahan amarahnya untuk tidak membentak Neva.

"Gapapa Magma, aku pulang bareng Darel nanti."

"Nggak. Lo pulang bareng gue. Berangkat bareng pulang juga bareng, kalo sampe nanti lo ngehindar, gue cari lo sampe dapet!"

Bulu kuduk Neva berdiri mendengar ucapan Magma yang menekan dan memaksa.
Neva acuh kemudian, helm dia berikan kepada Magma dan langsung berlari untuk menuju ke kelasnya sendiri. Pikirannya akan di antarkan oleh Magma tapi dengan segera Neva tepis karena melihat tatapan anak sekolahnya yang tidak bersahabat.

𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang