Satu tahun kemudian.
Neva datang kembali. Dengan setangkai bunga mawar hitam di tangannya. Tubuhnya masih di baluti oleh toga. Hari kelulusan tiba pada hari ini.
Neva lulus dengan lancar, begitupun dengan Magma. Walaupun tidak bisa datang, kedua orang tuanya mewakili Magma.
" Hai, Magma. Hari ini kita lulus, semuanya lulus termasuk juga dengan kamu. Udah lama ya kamu di sini, lihat. Aku bawa bunga mawar lagi buat kamu. Mawar hitam yang kamu sebut cantik. "
" Tadi, aku balik sapaan sama papa sama ayah. Steven udah besar kalo kamu mau tau. Anaknya makin lucu, makin banyak hal yang dia tahu. Termasuk dengan kematian kamu. "
" Semuanya menggenang kamu pas hari kelulusan. Sekolah lulus tanpa adanya kamu, rasanya kurang banget. Kamu yang biasanya nakal, buat rusuh. Di setahun yang lalu nggak ada, sekolah sepi karena kamu pergi. "
" Aku izin pergi ya? Aku mau lanjut pendidikan keluar negeri, karena aku dapet beasiswa di London. Aku bakal sebisa mungkin kuliah dengan giat di sana, aku nggak bakal lupain kamu sedikitpun. "
" Happy Graduation, sayang. " Neva menancapkan kembali setangkai bunga mawar hitam itu di depan nisan Magma.
Sekarang terlihat sangat cantik, Magma di buatkan rumah dengan warna hitam. Warna kesukaannya, dengan nisan yang indah bertuliskan namanya.
Mengecup singkat nisan Magma, setelah itu berjalan keluar dan kembali meninggalkan Magma sendirian di sana.
.
" Weh bro! Apa kabar? Kita lulus nih! Nilai bagus! " Ucap Jepan dengan nada tengilnya.
Mereka ramai-ramai mengunjungi Magma kembali, setelah hampir setengah tahun tidak datang. Mereka menyiapkan untuk ujian kelulusan, maka dari itu tidak sempat datang menjenguk Magma.
" Nilai bagus tapi hasil nyontek! Jangan percaya, Mag! " Kata Bara dengan tawa kecil di akhir. Mereka ikut terkekeh karena Bara, Jepan memasang wajah masam karena hal itu.
" Semua anak AMORDA masih menggenang lo, Mag. Mereka selalu bagi-bagi makanan buat anak-anak yatim-piatu, anak jalanan. Biar lo di sana makin tenang, kita kasih dengan acara menggenang kepergian lo. " Ken mengelus nisan Magma dengan lembut.
Tatapan mereka tidak teralihkan sama sekali dari nisan Magma.
" Magma, kita nggak bakal lupain lo sebagai ketua dari AMORDA. Tapi dengan izin, gue ambil alih jabatan lo sebagai ketua. AMORDA, selamanya. "
Sudah sejak beberapa minggu lalu, Ken. Mengambil alih jabatan Magma sebagai ketua. Buka sarkas atau tak mau Magma menjadi ketua. Hanya melaksanakan pesan Magma, untuk menggantikan dirinya ketika Magma telah kembali. Dan sekarang adalah, waktunya.
Kembali dengan izin Magma, Ken mengambil alih jabatan Magma.
" Bener, Mag! Izin ya! Gue juga jadi wakil! Anjay keren nggak gue?! " Jepan kembali berucap dengan nada tengilnya. Pamer kepada Magma jikalau dirinya menjadi wakil ketua sekarang.
" Gue yang bakal jadi penerus lo, Magma. " Ucap Ken sendu.
" Nanti kita ngadain acara kelulusan, jangan lupa dateng ya! Nanti kalo nggak ada lo sepi. " Bara menimpali.
Mereka akan membuat acara kelulusan di markas mereka. Mengikut sertakan Neva dan kekasih-kekasih mereka yang sama lulusnya dengan mereka.
Acara tidak terlalu besar, yang terpenting berkumpul dan merayakan hari kelulusan. Sebagian besar AMORDA lulus di tahun ini.
..
" WUHU! SELAMAT LULUS SEMUA! "
" MAKAN-MAKAN! JANGAN SAMPE LUPA MAKAN! "
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Roman pour Adolescents𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)