haii haii! jangan lupa tekan vote dan komen all!! My first story!
mohon kerjasamanya!
jangan lupa follow juga akun Chii!
Happy Reading!
.
.
.
.
Matahari berada tepat di atas mereka, membuat rumah yang gunakan untuk meneduh ikut menjadi panas. Walaupun AC dan kipas menyala tapi mereka tidak puas akan dua benda itu, rasanya ingin lebih.
"Lo kagak punya es krim atau es batu gitu, Mag?" Putra berjalan menuju ke arah dapur Magma berada, panas membuat tubuhnya seperti dipanggang.
Air putih dingin dengan es batu atau kalau bisa es teh dirinya sudah bersyukur sekali. Putra terlebih mengambil gelas dan melihat apakah Magma mempunyai teh celup ataupun tidak.
"Nggak elit, sih, anjir! kalo rumah segede gaban gini nggak punya es batu sama teh celup." Putra menyusuri setiap rak, dirinya sudah melihat di mana gelas berada hanya tinggal mencari es dan teh celup saja.
Lalu tangan Putra bergerak untuk membuka kulkas, guna melihat isi kulkas.
"BJIR! ngapain lo anjir di sini" terkejut Putra yang melihat Bara duduk di dalam kulkas, dengan sebuah es krim di tangannya.
"Panas, cok"
"BARA LO DI MANA!" teriakan keras keluar dari mulut Jepan, sedari tadi dia mencari-cari keberadaan Bara yang hilang entah kemana.
"Si tai pake segala nyariin DEMEN SAMA BARA LO, PAN!" tak kalah keras teriakan Putra yang berada di dapur.
"KAGAK, DIA UDAH PUNYA PACAR. HANYA SEBATAS TEMAN MESRA AJA!" balas Jepan dengan kaki yang berjalan ke arah mereka berdua.
Bara masih berdiam diri di dalam kulkas bawah sedangkan Putra mengambil es batu yang ada di freezer atas.
"Kenapa lo di situ? Cosplay jadi pinguin, kah?" Jepan menyamakan tingginya dengan Bara yang duduk di dalam kulkas.
"Kagak, di luar panas, nggak kuat."
"Halah dek, dek. Keluar lo, balikin lagi tu sayur mleyot ke tempatnya." suruh Putra. Dengan berat hati Bara keluar dan memindahkan sayur tadi ketempat semula. Dirinya sebelum pergi kembali mencomot satu es krim yang ada di dalam freezer. Aneh sedikit melihat Magma yang men-stock es krim seperti ini.
Jepan membuntuti jalan Bara, Putra masih ada di dapur entah anak itu akan membuat apa tak tahu.
Mata Putra tetiba tertuju pada salah satu rak yang berisikan berbagai macam minuman alkohol, dia mengambil satu yang tentunya sudah pernah dia coba. Masalah nanti bilang ke Magma itu urusan belakang, yang terpenting minuman segar akan segera di sajikan.
Tangannya dengan lihay membuka tutup botol dan menuangkan ke dalam gelas yang berjumlah lima itu. Tak lupa dengan menambahkan es batu kotak-kotak ke dalam gelas. Nikmati mana yang kau dustakan pada minuman seenak ini, sudah panas, terjadi minuman yang enak lagi.
"Hai, cok!" Putra datang dengan membawa nampan, berisi minuman yang sudah di tuang.
"Njir lo bawa apaan cok! Punya siapa heh!" tegur Bara segera, tatapan antara kagum, senang, dan bingung.
"Punya Magma kayanya, gue liat di rak soalnya hehe. Mag, minta." senyumnya seperti anak kecil yang diberikan sebuah jajan.
"Ambil apa lo?"
"Smirnoff Vodka yang Green Apple 3." Magma mengangguk ringan, tak apa nanti tinggal dirinya isi ulang saja.
Mereka menikmati minuman Vodka tersebut hingga benar-benar puas, Jepan tergeletak di lantai dengan membawa botol kaca, Bara tertidur akibat banyak minum sedangkan Putra meracau tidak jelas. Magma dan Ken? Santai di atas sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Fiksi Remaja𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)