SEVENTEEN CHAPTER!! huhuu nggak nyangka udah mau TWENTY CHAPTER aja (◠‿◕)
intinya setia sama Magma sampai nanti end!
happy reading chiiders!
.
.
.
.
Neva sudah kembali bersekolah, kembali beraktivitas seperti biasanya dan kembali bertemu dengan teman-temannya. Mengenai dirinya dan Luan, akan segera di proses hanya menunggu pihak ayah Neva senggang waktunya. Ayah Neva tau jika anaknya di perlakuan seperti itu karena Magma memberi tahu melalui telfon.
Rasa ingin mengajak anaknya ke kota yang sedang beliau huni sangatlah besar namun jika Neva tidak bahagia beliau bisa apa. Yang terpenting kebahagiaan anak baru kebahagiaan beliau sendiri. Apalagi jika anaknya sudah menemukan pujaan hatinya—cinta sejatinya, beliau tidak bisa mengusik atau menghakimi hubungannya. Karena mungkin saja bahagia Neva terletak pada kekasihnya.
Neva tengah merenung di sofa yang menghadap ke arah belakang rumah. Awan dengan cahaya oren sudah terlihat, sangat cantik. Neva ingin sekali mendekat ke arah awan itu dan memegangnya, tapi Neva sadar bahwa dia tidak akan bisa.
Kakinya dia peluk, dagunya dia letakkan pada dengkul nya, bibirnya mengerucut kecil dan matanya berkedip lucu.
"Ngapain aku harus urusan sama, Luan? Padahal yang punya hidup aku, yang ngejalanin hidup aku. Dia nggak kasih makan, nggak bantu aku bertahan hidup, seenak jidatnya buat aku ribet sama urusan kayak gini!
—kasian ayah yang harus kerja sambil mikirin hal sepele! Awas aja kamu kalo aku udah bener-bener mantep sama pikiran aku, kamu pasti bakalan aku buang ke kutub utara biar di makan sama beruang kutub!" Neva berucap dengan posisi yang sama, tubuhnya ke kanan dan ke kiri seiringnya dia berbicara.
"Aku ada janji sama Magma buat keluar malem ini, enaknya pake pakaian apa?" Neva mulai berdiri dari duduknya. Kakinya berjalan menuju ke lemari tempat di mana dia menyimpan semua bajunya.
Banyak sekali sweater rajut atau sweater biasa, baju oversize dan banyak lagi, tentu dengan warna yang berbeda-beda. Celana pendek Neva gantung dan celana panjang Neva lipat, di bawah terdapat sebua rak untuk menyimpan sandal juga sepatu miliknya.
Beberapa menit membolak-balikan baju. Neva akhir memutuskan. Dia akan mengenakan sweater halus dengan warna baby blue, celana putih pendek juga sandal summer miliknya yang berwarna hitam.
"Udah dapet, tinggal nunggu nanti malem trus ganti deh!" Neva kembali duduk pada sofa, menghidupkan ponsel yang berada di atas sofa.
..
Fourr Rachaa
Kena 1, Jena 2, Darel lebah 🐝
Kena 1
| gue pengen keluar dehh :(
| Jena keluar sama pacarnya, gue sendiri..
| @you @Darel lebah 🐝
kenapa Kena cantikku? |
Darel lebah🐝
| kenapa Ken?
Kena 1
| ayo keluar ih! gue di rumah sendiri!
| bonyok pergi, Jena jalan sama pacarnya
aku nggak bisa :( maaf ya |
Darel lebah🐝
| mau kemana kok kamu nggak bisa ?
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Fiksi Remaja𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)