happy reading!
.
.
.
.
Magma kembali datang kerumah sakit untuk menjenguk Neva yang masih terbaring dengan infus yang menancap. Sudah hari keempat manisnya terbar di rumah sakit. Entah apa juga penyakit yang menyerang Neva sampai bisa kembali seperti ini.
Tidak ada hari spesial apapun Magma berencana akan memberikan suprise kecil untuk Neva. Dengan bantuan beberapa temannya untuk menghiasi taman rumah sakit malam hari nanti. Mungkin dengan adanya suprise kecil yang Magma berikan bisa membangkitkan kembali Neva yang dahulu.
Yang tidak putus harapan, yang selalu kuat menghadapi apapun dan tidak takut akan hal apapun itu.
Semuanya duduk melingkar di samping samping meja kotak yang ada di hadapan mereka. Tiada pembicaraan sejak mereka duduk di sana, hanya ada suara daun-daun yang di sapa oleh angin dan helaan nafas yang kasar.
Magma hanya masih mengumpulkan, belum berniat untuk memberi tahu apa tujuan awal dirinya mengumpulkan mereka. Sedikit takut akan gagal memberikan suprise untuk Neva, tapi jika tidak di langsungkan sedikit mengganjal.
" Jadi? Apa tujuan lo ngumpulin kita Mag? " Bara membuka suara. Dirinya juga pegal hanya dengan duduk saja, pinggangnya sudah terasa panas dan pedas.
Helaan nafas kembali terdengar. " Gue mau.. Ngasih suprise sama Neva. Di taman rumah sakit nanti malem. Tapi.. Gue takut Neva nggak mau keluar. Anaknya semenjak masuk lagi ke rumah sakit sifatnya nggak bisa di tebak sama sekali. "
Mereka saling pandang. Kata-kata yang di ucapkan Magma sangatlah benar sekali. Neva menjadi aneh, Neva yang ada di dalam rumah sakit bukan seperti Neva yang mereka kenal. Sifatnya menjadi pemarah, suka berdiam diri dan tidak suka akan keramaian.
Magma datang ke rumah sakit hanya di berikan waktu dua jam saja. Sisanya akan di gunakan Neva untuk menyendiri.
" Tapi kalo nggak coba lo nggak bakal tau 'kan? Nantinya? " Kini Ken berucap.
Jepan mengangguk menyetujui ucapan Ken. Jika tidak di coba maka tidak akan tahu. Magma mengangguk. Perlahan, kepalanya mulai menyusun semuanya. Membeli barang-barangnya, menyusun balon, kue dengan lilin yang berbentuk. Juga membayangkan bagaimana raut wajah Neva ketika di berikan sebuah suprise.
" Oke. Gue udah mutusin, kalian di bagi dua buat beli balon, kue, sama boneka. Sisanya tunggu di rumah sakit buat hias tamannya. " Mereka mengangguk. Tapi sedetik kemudian Bara mengangkat tangannya.
" Salah satu bagian dari kita ada yang ganjil, lebih baik? "
" Ikut sama gue. " Magma berdiri dari duduknya. Tak lama teman-temannya mengikuti langkah Magma turun dari tangga.
Mereka ada di dalam markas, lebih tepatnya di rooftop markas mereka. Tempat terbaik untuk mencari sebuah solusi, mendinginkan kepala dan melakukan hal romantis. Tetapi tidak berlaku untuk semuanya.
Magma dengan ketiga temannya menuju ke rumah sakit. Sedangkan dua lainnya membeli barang sesuai dengan apa yang Magma mau.
Magma dengan Ken juga Putra, jadi Jepan membeli barang-barang dengan Bara.
.
Sesampainya mereka bertiga di rumah sakit. Magma mengajak mereka menunggu langsung di taman rumah sakit. Siang menjelang sore terlihat sangat panas, walaupun begitu mereka tidak merasakan lelah sampai mengeluarkan peluh.
" Di sebelah mana? " Putra berdiri untuk melihat-lihat tempat yang akan di gunakan. Jujur, Magma tidak kepikiran sama sekali tentang tempat yang akan dia gunakan untuk memberikan suprise.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Teen Fiction𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)