M | 21

8.4K 371 8
                                        

happy reading chiiders!

.
.
.
.















"Bagus yang mana? Ini? Atau ini," Sesuai janji. Magma mengajak Neva setelah pulang sekolah untuk membeli baju couple dan barang kebutuhan lainnya. Mereka berempat, tidak jadi membeli makana ringan sekalian karena waktu sudah hampir larut hanya untuk memilih baju.

Neva menunjukkan dua baju dengan warna putih dan hitam. Di tengahnya hanya ada tuliskan 'love' kecil. Jika Neva bertanya kepada Magma sudah pasti akan pilih warna hitam. Tapi dirinya ingin sekali warna putih.

"Yang hitam." Balas Magma.

"Yaudah, aku putih!" Neva segera meletakkan baju itu ke dalam tas bening yang sudah Magma bawa. Setelahnya Neva kembali memilih celana levis besar yang panjangnya di bawah lututnya.

Kembali Neva memilah bagian celana tersebut, kemudian tangannya mengambil dua model yang berbeda. Kembali juga Neva menunjukkan celana tersebut kepada Magma.

"Yang ini, atau ini?" Yang satu hanya polos saja sedangkan yang satunya terdapat beberapa sobekan yang mana akan bagus jika di pakai. Jujur pilihan Neva sendiri adalah yang memiliki beberapa sobekan, entah kenapa langsung terpincut pada pandangan pertama.

"Ini." Magma menunjuk celana yang hanya polos. Neva mengangguk, mengembalikan celana polos tersebut pada tempatnya dan memasukkan celana yang ada beberapa sobekan di masukkan ke dalam tas bening tadi.

"Aku enaknya beli baju yang setengah gini atau oversize aja?" Tanya Neva kembali.

"Nggak usah, Nanti pake baju couple itu aja, sampe nanti pulang. Kalo perlu beli dua sekalian biar kalo lo ganti baju, bajunya bakal sama aja!" Magma sebal mendengar pertanyaan Neva, Magma tidak akan rela atau mengizinkan Neva memakai baju kurang bahan seperti itu. Masih mending yang oversize.

"Ish! Yaudah, kamu mau cari apa?" Dengus Neva.

Magma menggeleng. Neva menggandeng tangan Magma untuk menuju ke kasir, mereka akan membayar barang mereka sebelum akhirnya keluar.

.

"Langsung mau pulang? Emang kamu kemarin jadi beli jajan?" Tanya Magma.

"Belum, yaudah ayo beli sekalian pulang ke rumah. Aku juga udah capek." Masih dengan Neva yang menggandeng tangan Magma sampai mereka sudah ada di luar mall, entah apa yang merasuki Magma. Pemuda jangkung itu membawa sebuah mobil untuk mereka bepergian pada hari ini.

Terlebih Magma membukakan pintu untuk Neva, di lanjut dengan memasukkan tote bag ke kursi penumpang belakang. Setelah itu barulah dirinya masuk ke dalam mobil.

Magma melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Satu tangannya yang sengaja bebas terus menggenggam tangan mungil Neva.

"Kenapa?" Neva menoleh, bertanya kepada Magma yang mengelus tangannya lembut.

"Gapapa, lo hari ini cantik." Wajah Neva perlahan memerah karena ucapan manis yang keluar dari bibir Magma.

"Nggak cuma hari ini sebenernya, lo selamanya bakal terus cantik." Blushing di wajah Neva menjalar sampai ke telinganya. Dia bukannya malu, hanya sedikit salah tingkah karena ucapan Magma baru saja.

Mereka kembali berdiam. Tak lama dari perjalanan, mobil Magma berhenti di salah satu minimarket. Mereka akan membeli camilan untuk Neva bawa besok.

"Mau apa?" Mata Magma mengedar ke seluruh rak makanan ringan minimarket. Tangannya yang dari menggenggam kini sudah bertengger di pundak sempit Neva.

𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang