happy reading chiiders!
.
.
.
.
"Baiklah apakah semuanya sudah berkumpul di lapangan?! —
— SUDAH, PAK! —
— di depan ini adalah para guru yang akan menjaga kalian, termasuk juga dengan wali kelas kalian. Saya nggak bisa ikut karena ada rapat nanti jam sepuluh dengan pihak sekolah lain, selama di sana jaga sikap, jangan ngomong kotor dan usahakan selalu menaati aturan yang ada di sana! Untuk masuk ke dalam bis, nanti akan di mulai dari kelas IPA 1 sampai dengan IPA 5 lalu IPS 1 sampai dengan IPS 5. Jangan berebutan, jaga keselamatan dan selamat jalan anak-anak."
Bapak kepala sekolah turun dari panggung kecil yang memang di sediakan ketika berkumpul di lapangan. Beliau berjalan keluar, dan berhenti di samping pagar. Setidaknya beliau juga akan mengantarkan anak-anak ke dalam bisa jika tidak bisa mengantarkan sampai mereka ke tujuan nanti.
"Baik saya ambil alih, kelas IPA 1 silahkan berangkat terlebih dahulu.."
"Kita liburan sehari!! Woo!" Jena bersorak kegirangan. Pemuda itu menggunakan kemeja dan celana pendek, serta di padukan dengan tas dan juga sepatu yang berwarna senada. Sedangkan Kena, memakai sweater berwarna pink dengan celana wide leg jeans yang robek bagian paha dan dengkul. Neva dan Darel sudah matching dengan baju couple dengan pacar mereka.
Walaupun berteman dengan Darel selama itu, sampai saat ini Neva belum mengetahui siapa pacar Darel yang sering menjemput di depan rumahnya dan ketika mereka sedangkan keluar. Pemuda pacar Darel sangatlah tertutup, setiap kali Neva melihat hanya sebuah helm full face dan juga motor besar berwarna merah hitam.
Sekarang giliran kelas Neva berjalan. 11 IPS 4 sudah mendapatkan giliran untuk berjalan menuju ke bis mereka. Setiap kelas dengan setiap bis, jadi tidak bercampur dengan kelas lain.
"Bapak, kita berangkat dulu!" Kena yang ramah akan siapa saja dengan tidak ragu memberi salam kepada bapak kepala sekolah yang sedang menunggu di samping gerbang.
Tangannya melambai lucu, bapak kepala juga membalasnya dengan anggukan kecil dan senyuman, juga tidak lupa dengan lambaian tangan.
Setelah masuk ke dalam, Darel dengan cepat menerobos teman-temannya. Dirinya tidak mau jika mendapatkan tempat depan ataupun belakang. Setidaknya di tengah. Jika Neva juga seperti itu tapi harus di samping kaca tepat.
Di samping kanan dari depan nomor empat, Darel menduduki kursinya yang di pinggir sedangkan sampingnya yang kosong akan di gunakan oleh Neva nanti.
Barang-barang mereka juga yang di bawa tidak banyak. Contoh seperti hanya satu baju dan juga celana untuk ganti, setelah itu powerbank, makanan ringan dan minum botolan, jangan lupakan juga dengan uang, tisu dan kebutuhan lainnya.
"Makasi, Darel!" Seru Neva.
"Sama-sama, cantik!" Balas Darel.
Kembar tepat ada di depan mereka, masih terlihat memperebutkan tempat duduk antara mereka yang akan menempati kursi samping kaca.
"Kena, Jena! Baru kertas gunting biar adil!" Darel sedikit jengah melihat mereka selalu bertengkar pada hal-hal kecil.
..
"Lo geseran sana tolol! Gue nggak mau deket jendela, ah!" Jepan dan Bara juga sama halnya seperti Kena dan Jena. Tetapi jika mereka memperebutkan tempat di pinggir yang jalan, tidak mau ada yang di pojok. Putra sudah pw dengan Arga yang pulas di sampingnya. Magma dengan Ken juga sudah saling diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Novela Juvenil𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)