Chiiders sebelumn aku minta maaf kalo semisal geng OSCARS nanti bakal berubah membernya, jujur aku lupa ih sama mereka, nggak di catet jadi ya gitu aku lupa.. (╯︵╰,) intinya kalian nikmatin aja atau kalo masih inget sama mereka komen aja siapa-siapanya, nanti aku benerin tulisannya.
okei? Happy reading!
.
.
.
.
Hari masih bisa terbilang sore karena mereka — AMORDA. Menikmati indahnya sunset pada sore hari di sebuah pantai. Keluar yang tidak dengan rencana alhasil dadakan, memang selalu jadi atau selalu terlaksana daripada janjian terlebih dahulu akan terlaksana itu kemungkinan kecil sekali.
Putra dengan Bara menikmati dinginnya air pantai di sore hari sedangkan yang lainnya duduk dengan beralaskan tikar dan beberapa camilan, juga rokok yang tidak boleh ketinggalan.
Magma dalam menikmati suasana, tangannya tidak berhenti untuk menghimpit rokok favoritnya itu. Ken hanya duduk dengan memakan camilan, Jepan lebih memilih untuk tidur terlentang dengan baju yang sudah dia lepas.
"Emang hal dadakan itu selalu jadi, daripada kita janjian tapi nggak terlaksana sama sekali." Ucap Ken dengan mata yang tak lepas dari Putra dan Bara yang tengah bermain air.
Magma terkekeh menanggapi ucapan Ken, dirinya juga setuju. "Bener, lama juga kita nggak keluar bareng kayak gini. Modal bolos sekolah sampe pantai."
Angin tidak berhenti berhembus, Jepan semakin nyaman dalam tidurnya. Magma dan Ken semakin kalut dengan pikiran masing-masing. Walaupun sepertinya diam, tapi kepala mereka terus berputar memikirkan hal yang cukup membuat mereka lelah.
"MAMPUS BASAH BAJU LO ANJING!" Bara tertawa lepas, mereka masih menggunakan seragam OSIS. Bedanya hanya celananya saja yang mereka pakai, atasan menggunakan kaos dan luaran jaket mereka.
"GARA-GARA LO ASU!" Putra mencoba untuk mencoba menggapai Bara yang semakin berlari jauh dari hadapannya.
Ken ikut terkekeh melihat upin-ipin di AMORDA bermain bak anak kecil yang bebas. Jika biasanya Jepan Bara, maka kini berganti dengan Putra dan Bara.
Tidak salah mereka memilih pantai ini untuk di kunjungi. Terlihat sepi dan tidak banyak yang datang. Serasa seperti pantai pribadi jika hanya mereka yang menggunakannya atau datang ke sini.
Magma terkejut kala ponselnya berdering. Tangannya merogoh saku celana dan kemudian melihat siapa yang menelpon. Cukup aneh, Ilham menelpon dirinya.
..
📞
Ilham
Bos!
Kenapa ham?
Markas di acak-acak! Barang-barang kita sebagian di bakar sama yang ngacak-acak! Jaket gue yang ketinggalan juga di bakar sama mereka!
Yang bener anjing!
Gue berani sumpah kalo markas di acak-acak!
Gue pulang!
..
Magma dengan segera memasukkan ponselnya ke dalam saku, mematikan rokok dan berdiri.
"BALIK LO BERDUA! MARKAS DI ACAK-ACAK!" Jepan yang hampir menyelam dalam mimpi langsung terbangun begitu mendengar ucapan keras Magma mengenai markasnya yang di acak-acak oleh orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓
Teen Fiction𝗗𝗜 𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗦 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗣𝗟𝗔𝗞 [𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗘] 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗜𝗡𝗜. 𝐆𝐄𝐍 𝐀𝐌𝐎𝐑𝐃𝐀 - Magma Raynald Sebastian, laki-laki yang terkenal karena sifat nakal dan most wanted di sekolahannya. Sifatnya terlampau nak...
![𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓](https://img.wattpad.com/cover/376073236-64-k515381.jpg)