M | 30

5.9K 258 2
                                        

Warning! Flashback on!

.
.
.
.













Flashback Arjuna - Lino.

" Kok sifat kamu berubah sih! Aku salah apa sama kamu sampe-sampe kamu kayak gini Arjuna?! Kamu kenapa?! " Lino mencoba untuk menyadarkan Arjuna yang masih dalam pengaruh emosi. Bukan alkohol.

" Kamu! Kamu yang buat aku berubah Lino! Sifat kamu yang friendly buat aku nggak nyaman! Kamu punya aku! Cuma aku yang bisa milikin kamu! "

Plak..

" Aku friendly karena aku dokter ya! Jangan kira aku friendly karena cowok atau perempuan lain! Aku friendly karena aku kerjaa Arjuna.. Nggak kayak kamu yang kerjaannya mabuk sana sini, marah, emosi! "

" Lagi! Lagi Lino! Emangnya kenapa kalo kerjaan aku cuma mabuk sana sini?! emang kenapa kalo aku emosian? Emang kenapa kalo aku suka marah?. Bunuh! Bunuh aja aku Lino.. " Pergelangan tangan Lino di remas dengan kencang. Jujur, itu sangat sakit.

" Ubah semua sifat busuk kamu itu Arjuna! Aku nggak mau kamu terus-terusan kayak gini!.. Kamu udah janji sama aku buat berubah! Buat jadi orang yang lebih baik, lebih sayang sama aku, nggak toxic, nggak lagi jadi langganan tukang mabuk!.. " Lino merintihkan air matanya, mereka berlomba-lomba ingin keluar dari pelupuk mata, dan berseluncur melewati pipi gembul itu.

Plak.. Pyar..

Arjuna memberikan tamparan keras pada pipi Lino. Di susul dengan sebuah vas bunga yang menghantam kepalanya.

Tanpa mempedulikan keadaan Lino. Arjuna menyeret Lino untuk masuk ke dalam gudang. Di kurung supaya Lino menyesal kemudian memohon kepada dirinya untuk di lepaskan.

" DASAR LAKI-LAKI BRENGSEK! LAKI-LAKI TERBUSUK YANG PERNAH AKU TEMUI! JANGAN HARAP NANTI KAMU BISA LIAT AKU LAGI ARJUNA! KAMU HABIS DI TANGAN AKU SUATU SAAT NANTI! "

Lino mendecih melihat darahnya yang terus keluar dari kepalanya. Dengan barang seadanya yang kebetulan sudah tidak di pakai, Lino mencoba untuk membuat penutup luka sobekan lalu kemudian mencari celah untuk keluar dari gudang sialan ini.

.
.













Flashback Arjuna - Kinara.

" Mas liat! Aku baru beli baju buat nanti di kasih ke Neva! " Wanita dengan rambut yang di biarkan terurai panjang, menunjukkan hasil belanja dirinya untuk anak tercinta.

" Mas.. Liat aku dulu, bajunya bagus loh! " Kinara semakin mendekat ke arah Arjuna. Pria itu tengah terfokus pada laptopnya entah memeriksa apa.

" Mas - "

" KAMU BRISIK KINARA! "

BRAK..

Badan Kinara dengan begitu saja terlempar. Kepalanya menghantam sebuah meja, Arjuna yang acuh langsung beranjak dari tempat duduknya, dengan tangan yang masih membawa laptop.

" Shh.. Perih, tapi nggak ada darah sama sekali. Mas Arjuna kenapa? Nggak mungkinkan kalo dia masih mikirin Lino? Aku harap jangan. " Kinara berdiri, dengan tertatih tangannya mengambil baju yang terhempas di sampingnya. Berdiri dengan bantuan sanggahan meja.

" Palingan besok juga udah baikan mas Arjuna -nya."

.

" KAMU BISA NGGAK SIH SEHARI AJA NGGAK GANGGU AKU?! AKU SIBUK KINARA.. AKU SIBUK! AKU MASIH CARI UANG BUAT KAMU SAMA NEVA! JANGAN GANGGU AKU! " Badan Kinara tersentak kaget. Baru kali ini Kinara melihat Arjuna benar-benar marah besar.

𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang