M | 24

7.1K 337 1
                                        

happy reading chiiders!

.
.
.
.















Magma duduk diam di depan teras dengan ayah Neva yang kebetulan datang untuk mengunjungi anak semata wayangnya. Mereka hanya berbincang ringan seraya menunggu Neva yang entah sedang membuat apa di dapur.

"Saya dulu juga sama kayak kamu. Main sana sini, buat geng nggak jelas, bahkan sampai sekarang masih ingat siapa-siapa saja yang ikut geng dulu." Pembicaraan bermula dari ayah Neva yang penasaran dengan pacar anak semata wayangnya yang katanya ketua geng.

"Om dulu.. maaf, juga belok?" Dengan ringan pria jangkung itu mengangguk, menatap ke arah depan dengan senyumnya.

"Tapi sayangnya.. Dia harus pergi untuk selama-lamanya setelah melakukan oprasi." Ucap sendu ayah Neva.

"Maaf, om. Magma, nggak maksud." Magma gelagapan sendiri mendengar ucapan ayah Neva yang mengatakan bahwa pasangannya sudah meninggal.

"Gapapa, santai saja. Dulu kita baik-baik aja sampai dia ngaku kalo punya penyakit jantung. Kita kayaknya mau main waktu itu tapi dia kena serangan jantung dadakan, mau nggak mau saya ambil mobil buat nganter dia ke rumah sakit. Sampai di sana masih bisa di tolong, tapi dua hari kemudian dokter datang.. Ngasih map yang isinya persetujuan buat oprasi. Dokter minta ke saya buat tanda tangan soalnya kedua orang tua bahkan kerabatnya udah buang dia jauh-jauh, jadi simpulkan saja mereka sudah mati. Saya bingung karena saya nggak tau mau cari donor jantung di mana, tapi setelah saya tanda tangan puji Tuhan ada keluarga yang ngasih jantung baru buat dia..

.. Saya bahagia karena dia bakalan selamat tapi apa, setelah oprasi dia malah tutup mata yang berujung pergi untuk selama-lamanya." Jelas panjang ayah Neva.

Magma tersenyum, ayah Neva termasuk orang yang setia dengan satu orang walaupun sudah menikah dengan mendiang mama Neva. Dalam artian setia bagi Magma adalah, ayah Neva masih mengingat kisah itu sampai saat ini.

"Jadi buat kamu, tolong jaga Neva seperti saya menjaga dia. Jangan sampai kamu sakiti atau bermain tangan, apalagi meninggalkan anak saya tanpa kabar." Tutur ayah Neva pada Magma, dengan tangan yang menepuk beberapa kali pundak Magma.

"Siap, om. saya bakalan jaga Neva dengan semua yang saya bisa. Saya janji bakalan jaga Neva selamanya." Arjuna tersenyum, setidaknya sekarang ada yang menjaga anaknya selain dirinya. Arjuna percaya dengan begitu cepat dengan Magma karena melihat perlakuannya yang benar-benar menjaga Neva, dari laporan yang dia dapat melalui orang yang dia suruh Magma selalu menjaga Neva.

Tak lama Neva datang, sebuah roti buatannya di sajikan dalam bentuk potongan supaya mereka lebih nyaman untuk memakannya tidak perlu repot-repot untuk memotong terlebih dahulu.

"Ini buat, ayah. Ini buat, kamu." Neva memberikan mereka masing-masing potongan yang sudah di letakkan di atas piring kecil.

"Kamu, mau kemana?" Neva mematung, Magma sudah tidak lagi menggunakan logatnya yang lo-gue kepada Neva. Hal itu membuat Neva sedikit canggung.

"A-aku, mau masuk!" Neva langsung saja berlari masuk dengan membawa nampan. Pipinya sudah merah padam sampai ke telinganya, halus. Bahkan sangat halus Magma berucap seperti itu.

Tapi tolong jangan hanya karena ada ayahnya Magma bersikap seperti itu. Neva harap itu bertahan sampai selamanya.

..
💬
Darel lebah 🐝

DAREL! KAMU TAU NGGAK? |

IH KAMU KOK CEKLIS SATU! |

AKU ADA KABAR BAHAGIA BUAT KAMU! |

| APA KENAPA YA AMPUN

𝐌𝐀𝐆𝐌𝐀 [𝐁𝐋 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐋] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang