November Cursed

5 1 0
                                        

Pagi itu, El bangun dari tidurnya dengan perasaan campur aduk. Ia berharap hari ini akan ada sedikit keistimewaan, mengingat ini adalah hari ulang tahunnya. Setelah bersiap dan berpakaian rapi untuk sekolah, El turun ke ruang tamu, berharap ada ucapan selamat atau sedikit perhatian dari orang tuanya. Namun, saat bertemu dengan mereka, ia malah mendengar kabar yang tidak terduga.

"Kami akan ke luar kota beberapa hari, ada urusan mendadak," ujar ayahnya dengan nada yang tergesa. Ibunya hanya tersenyum kecil, lalu berkata, “Kamu bisa jaga rumah sendiri, kan?”

El tersenyum tipis dan mengangguk, meski dalam hati ada sedikit rasa kecewa. Tanpa ucapan ulang tahun atau tanda perayaan kecil, El merasa harapannya sedikit hampa. Setelah bersalaman dan mengucapkan salam pada orang tuanya, El pun berangkat ke sekolah dengan perasaan yang agak berat. Namun, ia berusaha menguatkan diri dan berpikir bahwa ini hanyalah hari biasa, dan mungkin ada kejutan kecil menunggu di sekolah.

Saat tiba di gerbang sekolah dengan langkah yang lesu, El melihat Nana berdiri di dekat pintu masuk. Saat melihatnya, Nana tersenyum lebar dan melambaikan tangan, lalu berjalan mendekatinya.

"Selamat ulang tahun, El!" ucap Nana dengan penuh semangat, sambil mengulurkan tangan untuk menyalaminya. "Semoga tahun ini semua yang lo cita-citain bisa tercapai, dan lo selalu bahagia."

Ucapan tulus dari Nana seketika mengusir rasa kecewa yang sejak tadi menyelimuti El. Mendengar ucapan itu di awal hari membuatnya merasa lebih baik dan bersemangat. Ia tersenyum lebar, lalu menjabat tangan Nana dengan hangat. "Makasih, Na," balas El dengan suara yang lebih ceria. "Gue kira nggak ada yang inget."

Nana tertawa kecil, "Mana mungkin gue lupa ulang tahun lo. Yuk, masuk! Gue yakin ini bakal jadi hari yang spesial buat lo."

Dengan hati yang lebih ringan, El dan Nana berjalan masuk ke sekolah bersama. Sepanjang perjalanan, Nana terus bercerita dan bercanda untuk menjaga semangat El. Begitu mereka mendekati kelas, tiba-tiba beberapa teman sekelasnya sudah berdiri di pintu, dengan senyum lebar di wajah mereka.

"Selamat ulang tahun, El!" teriak mereka serempak, disusul dengan tepuk tangan dan sorakan yang menggema di lorong. El terkejut, tak menyangka teman-temannya akan memberi kejutan. Mereka memberinya selamat satu per satu, menepuk pundaknya, dan beberapa bahkan membawa hadiah kecil seperti makanan ringan atau kartu ucapan.

Sambil tersenyum bahagia, El merasa hangat di hatinya. Kejutan sederhana dari teman-temannya ini berhasil menghapus kekecewaan yang ia rasakan tadi pagi. Setelah semua memberi ucapan, Nana menyerahkan sebuah kotak kecil padanya. "Ini dari gue, El. Bukanya nanti ya, setelah sekolah," katanya sambil tersenyum penuh misteri.

El mengangguk dan memasukkan kotak itu ke tasnya dengan hati-hati. Hari ini, ia merasa beruntung memiliki teman-teman yang peduli dan mengingatnya. Seketika ia lupa rasa kecewanya pada pagi tadi dan merasa bahwa ulang tahunnya justru menjadi lebih bermakna.

Setelah kejutan pagi itu dari Nana dan teman-teman sekelasnya, El melangkah masuk ke dalam kelas dengan senyum lebar yang tak bisa ia sembunyikan. Hari yang dimulai dengan rasa kecewa itu kini berubah menjadi penuh semangat dan kehangatan. Ia merasa dihargai, diterima, dan diingat oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Meski tanpa ucapan dari orang tuanya, perhatian teman-temannya mampu menyembuhkan rasa kecewanya dan mengisi hari ulang tahunnya dengan kebahagiaan yang tak terduga.

Saat duduk di bangkunya, El masih memandangi kotak kecil pemberian Nana di dalam tasnya. Ia merasa penasaran, tetapi memutuskan untuk tetap menunggu seperti yang diminta Nana. Tak lama, bel pelajaran pertama berbunyi, dan semua siswa mulai bersiap mengikuti pelajaran dengan suasana hati yang riang. Meski biasanya El terkadang merasa sedikit bosan di jam pertama, hari ini ia merasakan energi yang berbeda. Perasaan bahagia itu membuatnya lebih fokus pada setiap penjelasan dari guru, bahkan ia beberapa kali mengangkat tangan untuk bertanya atau menjawab pertanyaan. Teman-temannya juga menyadari semangat El yang tak biasa hari ini, dan beberapa dari mereka tersenyum dan saling mengangguk, mengerti bahwa ucapan selamat mereka mungkin telah berhasil membuat ulang tahunnya lebih spesial.

Never Flat Where stories live. Discover now