Tentang Ersya dan kehidupan keduanya. Terdengar mustahil tapi ini lah yang dialami oleh Ersya. Hidup kembali di masa lalu dalam raga yang sama. Mengulang masa lalu dan berniat mengubah masa depan. Ersya seperti diberi kesempatan untuk memperbaiki hi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Jangan memaksa Ersya!”
Bagaimana bisa mereka lupa dengan kehadiran Nathan. Sepertinya senggol dikit Nathan sudah berubah jadi monster. Mengingat Nathan yang dengan mudah mencekik teman Ersya saat itu membuat Azka, Riko dan Rizar menelan ludahnya dengan susah payah. Bagaimana jika mereka diperlakukan seperti itu oleh Nathan?
Mereka kira kedatangan adik Ersya di sekolah ini akan baik-baik saja. Tapi ternyata, kedatangan Nathan di sini malah sebagai pawang Ersya. Cukup membingungkan, Ersya kan abang dari Nathan, tapi dilihat sekarang dan insiden yang sudah terjadi, malah Nathan yang menjaga Ersya. Lebih ke posesif.
.......
Setelah Nathan memperingati tiga teman Ersya yang meminta contekan itu, akhirnya semua berakhir dengan Ersya yang tetap memberikan bukunya pada tiga temannya.
Tak memedulikan Nathan yang melotot kesal melihat Ersya yang tetap memberikan buku itu pada tiga temannya. Padahal Nathan sudah membantu memperingati untuk tak memaksa.
Pada dasarnya Ersya hanya bergurau saja. Nathan anaknya terlalu serius. Persis seperti tiga abangnya. Sebenarnya adik kandung dari tiga abangnya itu Ersya atau Nathan sih. Kenapa seperti ditukar seperti ini.
Azka, Riko dan Rizar mengambil buku Ersya dengan cengiran lebarnya. Antara merasa senang dan sungkan. Takut juga. Lebih tepatnya takut dengan tatapan tajam Nathan.
Ersya sendiri yang suka rela memberikan buku tersebut jadi tak apa apa kan jika menerimanya. Nathan harusnya tak marah. Hehe.
.........
"Vira," panggil seseorang kepada wanita yang tengah melamun di sudut ruangan seraya menatap ke luar jendela dengan tatapan sendu.
Suasana malam yang begitu dingin dan menenangkan menemani wanita tersebut yang diam namun memiliki banyak pikiran yang saling bersahutan.
Sesekali wanita itu meringis karena merasakan sakit kepala lantaran isi pikiran tersebut.
"Ya?" Wanita yang diketahui bernama Vira itu menjawab panggilan tanpa menolehkan pandangan ke sumber suara. Tetap diam menatap pemandangan di luar jendela.
"Memikirkan apa?" tanya seorang pria yang merupakan suami dari Vira.
"Eh, engga mikir apa-apa," elak Vira.
Masih ingat Vira? Yang dulunya bermarga Leonard kini berganti menjadi Mahatma.
Vira dulunya menikah dengan Kendrik Leonard dan dikaruniai empat anak. Barra, Liam, Devin dan Ersya. Namun, hanya Ersya yang tak Vira rawat sedari kecil. Karena masalah serius yang melibatkan Kendrik dan Vira, pada akhirnya Vira tak bisa merawat Ersya dan meninggalkan keluarganya.