28

10.3K 1K 62
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Seperti biasa, pagi ini keluarga Leonard tengah sarapan bersama. Suasananya sedikit berbeda karena sarapan kali ini tidak ada celotehan yang keluar dari mulut Ersya. Itu sedikit membuat yang lain terheran-heran.

Sedangkan bocah yang mereka herankan kini memakan sarapannya dengan lahap.

"Mommy nanti yang akan menjemput kalian saat pulang sekolah," celetuk Rachel di tengah-tengah suasana hening yang melanda ruang makan.

Ucapan Rachel itu berhasil menarik perhatian Ersya dan juga yang lain.

"Benarkah? Benarkah?" tanya Ersya menerbitkan senyum merekah.

"Iya, sebelum pulang nanti mommy akan mengajak kalian jalan-jalan dulu," imbuh Rachel yang semakin membuat Ersya senang.

"Yey, Ersya gak sabar pulang sekolah," ucap Ersya  memperlihatkan raut muka bahagianya. Baru kali ini mommynya itu akan menjemput ia di sekolahnya. Bisa dibilang, kali pertamanya dijemput oleh sosok mommy.

"Pftt, kamu bahkan belum masuk sekolah," timpal Devin pada Ersya. Ucapan itu mengundang tatapan sinis dari Ersya.

"Benar kamu akan menjemput anak-anak?" tanya Kendrik pada sang istri.

"Iya, kenapa?" tanya Rachel.

"Tidak, hanya bertanya saja. Hati-hati saat mengemudi nanti, atau membawa sopir saja?" tanya Kendrik mewanti-wanti Rachel.

"Aku bisa mengendarai mobil sendiri sayang, jangan khawatir. Kamu seperti tidak tahu aku saja. Aku hanya ingin meluangkan waktu dengan anak-anakku," balas Rachel menatap anak-anaknya dengan tatapan tulus.

Perdebatan antara Ersya dan Devin menjadi pemandangan Kendrik dan Rachel. Kendrick tersenyum mendengarnya. Ia tak salah memilih Rachel untuk menjadi ibu sambung untuk anak-anaknya. Rachel mengerti keadaannya dan menerima semuanya, begitupun juga dirinya. Mereka saling melengkapi.

Kendrik harap keluarganya akan selalu seperti ini. Hidup bahagia bersama-sama. Tanpa munculnya seseorang yang bisa meretakkan keharmonisan.

"Aku akan pulang sebentar dari perusahaan," ucap Kendrik tiba-tiba membuat Rachel segera menatap sang suami.

"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Rachel menatap khawatir.

"Tidak, hanya ingin menemanimu untuk menjemput anak-anak," ucap Kendrik kembali menyuap makanan.

"Eh? Aku bisa sendiri, kamu fokus kerja saja," sanggah Rachel.

"Tidak, aku juga ingin bermain bersama anak-anak. Nanti tunggu aku, jangan beritahu anak-anak," balas Kendrik.

Kendrik sadar ia tak banyak meluangkan waktu untuk keluarganya. Maka dari itu, ia ingin menemani istrinya untuk menjemput anak-anak agar hubungan kekeluargaan mereka semakin erat.

Second Life : Ersya Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang