Tentang Ersya dan kehidupan keduanya. Terdengar mustahil tapi ini lah yang dialami oleh Ersya. Hidup kembali di masa lalu dalam raga yang sama. Mengulang masa lalu dan berniat mengubah masa depan. Ersya seperti diberi kesempatan untuk memperbaiki hi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi telah tiba.
Suasana mansion tampak lebih hidup. Sudah ada Kendrick, Barra, Liam dan Devin yang bersiap akan berangkat ke perusahaan. Nathan dan Ersya bersiap berangkat ke sekolah masing-masing.
"Aku berangkat dulu," pamit Kendrick pada sang istri. Berjalan mendekat dan mencium dahinya. Rachel mengulas senyum tipis dibuatnya.
"Ya, hati-hati," balas Rachel sembari memperbaiki dasi sang suami.
Setelah drama pasutri usai, kini Barra, Liam dan Devin bergantian memeluk Rachel sebagai bentuk pamit.
"Kami berangkat dulu mom," pamit Devin mewakili dua abangnya.
Barra, Liam dan Devin sudah berangkat terlebih dulu ke perusahaan.
Kini tersisa Kendrick, Rachel, Ersya dan Nathan yang masih berada di teras.
"Kalian, jangan nakal di sekolah ya," nasihat Rachel pada dua anaknya.
"Baik mom," balas Ersya dengan cepat. Sedangkan Nathan cukup mengangguk saja.
"Kalian akan berangkat bersama, diantar oleh sopir. Begitu pun saat pulang. Paham!" nasihat Kendrick pada dua anaknya.
"Iya daddy," jawab Ersya. Seperti biasa, Nathan hanya menganggukkan kepalanya.
"Sudah sudah, ayo berangkat. Keburu telat nanti." Rachel segera menyuruh anak-anaknya untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan.
Setelah itu mobil tersebut melaju meninggalkan kawasan mansion.
.......
Di dalam mobil.
Ersya dan Nathan saling diam. Tak berbicara satu sama lain. Ersya yang duduk diam terkantuk-kantuk dan Nathan yang duduk diam menatap datar ke depan.
Karena sekolahnya terbilang lebih dekat daripada sekolah Ersya. Jadi Nathan terlebih dulu di antar. Lagi pula sekolah mereka se arah juga.
Nathan memperhatikan Ersya yang duduk diam. Tumben, biasanya akan cerewet. Jika dilihat-lihat, mata Ersya terlihat sangat mengantuk.
Tangan Nathan menepuk pelan pundak Ersya. "Ersya, bangun," ucap Nathan mencoba menyadarkan Ersya.
Tadi saat berpamitan dengan mommy, tampak ceria. Kini saat di mobil, kenapa jadi lesu seperti ini?
"Diem Nathan, Ersya ngantuk." Tangan Ersya mencoba menjauhkan tangan Nathan yang menggerakkan pundaknya. Mengganggu acara tidurnya.
"Kenapa mengantuk? Bukannya tadi malam sudah tidur?" tanya Nathan lebih mendalam. Tatapan menelisik muka Ersya. Ada gurat kelelahan yang tercetak di wajah Ersya.