6

45.8K 3.5K 24
                                    

Perseteruan tak kunjung usai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perseteruan tak kunjung usai. Nathan dan Ersya sama sama tak ingin mengalah. Ersya yang bersikukuh dan Nathan yang tak ingin terlihat seperti yang dilindungi.

Kendrick dan Rachel saling tukar pandang melihat tingkah putra mereka.

"Sudah sudah tidak perlu bertengkar," lerai Rachel pada anak-anaknya.

Seketika perseteruan itu berhenti. Ersya tak lagi mengeluarkan suara cemprengnya yang melontarkan protes, dan Nathan kembali duduk tenang dengan tatapan datar menatap ke depan.

"Nah begini lebih baik, gak baik sesama saudara saling berdebat," nasihat Rachel pada Ersya dan Nathan.

"Maaf mommy," ringis Ersya merasa tak enak pada mommy nya. Rachel yang mendengar itu tersenyum tipis. Entah kenapa ketika Ersya memanggilnya dengan sebutan 'mommy', ia merasa begitu senang. Dulu yang tak sudi menyebut namanya dan berpaling padanya, kini tak lagi.

Plak!

Suara pukulan tersebut mengagetkan semua orang. Bisa dibilang pukulan itu lumayan kencang. Barra yang tadinya sedang mengotak atik handphonenya sampai menunda aktivitasnya, fokusnya terbelah, suara pukulan tersebut lebih menarik perhatiannya.

Di sana. Dua anggota termuda keluarga Leonard menjadi pusat perhatian saat ini. Di mana Ersya yang memicingkan matanya pada Nathan, dan Nathan yang meringis sembari mengelus pundaknya yang terasa perih.

Bagaimana tidak perih. Pukulan yang dilayangkan oleh Ersya benar-benar terasa menyakitkan. Nathan antara terkejut dah kesakitan. Terkejut karena Ersya tiba-tiba memukul pundaknya.

Ternyata dibalik tangan Ersya yang kecil itu, memiliki kekuatan terpendam di dalamnya. Sial, terasa perih.

"Minta maaf sama mommy, ayo!" perintah Ersya dengan memasang muka sok galak. Yang salah di sini adalah ia dan Nathan. Karena telah membuat keributan, bahkan sampai di lerai oleh sang mommy. Seharusnya ia dan Nathan yang minta maaf. Tapi kenapa hanya ia saja, sedangkan Nathan? kembali memasang muka datar itu.

Fuh, untung ada abang Ersya yang ganteng ini. Bisa mengingatkan sang adik yang akhlak nya nol.

Devin dan Liam menggeleng pasrah melihat tingkah dua anggota termuda keluarga Leonard. Seperti untuk seterusnya, mereka akan lebih sering melihat Ersya dan Nathan berdebat seperti ini.

Lucu. Nathan yang cuek dan Ersya yang cerewet. Jangan lupakan tekad Ersya yang ingin menjadi sosok abang seperti mereka, dan Nathan yang tak sudi menganggap Ersya abangnya. Bukan tak suka jika Ersya menjadi abangnya, hanya saja Nathan lebih suka jika ia yang menjadi abangnya Ersya.

Rachel shock. Melihat anaknya yang dingin super cuek itu terkena pukulan dari Ersya, ini benar benar pemandangan langka. Kapan lagi ia melihat anaknya di nistakan seperti ini.

Mulutnya mengembung menahan tawa. Muka Nathan terlihat pasrah, ia sebagai mommy nya yang hidup lama bersama Nathan, baru kali ini melihat ekspresi seperti itu.

Second Life : Ersya Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang