Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Badboy Tampan : 22

681 22 1
                                        

Enggak mau tau pokoknya kalian kalau udah baca vote ya 🙂‍↕️ 🥹

22 : identitas pelaku

_Happy reading____________

Sesampainya di roof top sekolah, Sean membaringkan tubuhnya yang kekar Itu di papan yang tersusun, menjadikan tangan kanannya sebagai bantalan. Ia memejamkan mata membiarkan sinar matahari pagi hari ini mengenai langsung wajahnya yang tampan dan berkarisma. Hari ini dia bolos lagi bukan apanya hanya saja pelajaran dipagi ini adalah pelajaran bahasa inggris pelajaran yang dia tidak sukai sama sekali.

Cowok itu berpikir keras mengapa ia merasa aneh dengan perasaan nya sendiri kadang marah tanpa alasan yang jelas. Pikirannya juga tidak bisa lepas dari seorang gadis yang baru saja tadi pagi bertemu dengannya. Ia juga merasakan seperti bahagia saat melihat gadis itu kembali bersekolah tidak seperti hari hari sebelumnya saat gadis itu tidak sekolah perasaan Sean terasa hampa.

Kepala Sean berdenyut Ia menghembuskan nafas, dan membuka mata seketika matanya menyipit karena sinar matahari mengenai matanya. Cowok itu melarikan tangan kanan yang ia jadikan bantal beralih pada matanya dan memejamkan mata.

Sean bisa mendengar pintu rooftop terbuka sempurna karena dorongan dari seseorang."kenapa Lo?"tanya Steve, cowok Itu menyenderkan punggungnya pada pagar rooftop merogoh saku celana abu abunya guna mengambil rokok dan korek. Ia mematikan korek itu pada rokoknya.

"Steve gue mau tanya"Steve menghembuskan asap rokoknya ke depan wajahnya membuat asap asap rokok itu mengembang sempurna di udara. Ia menatap bingung Sean dengan alis yang terangkat satu.

Dengan masih keadaan berbaring dan memejamkan mata Sean bertanya."pertama kali Lo jatuh cinta gimana?"ujarnya dengan suara berat khasnya.

Beberapa saat suasana sangat hening tanpa jawaban dari Steve namun keheningan Itu sirna ketika ketiga sahabatnya datang dengan suara tawa yang mengeras.

"Hahahahh kenapa Lo tanya gitu bang?"tanya Daffa ketika tawanya sudah berhenti.

Sean mendelik kesal ia terduduk. "memangnya aneh?"

"Ya aneh lah, ini hal yang langkah bukan?"

Bukan! Bukan Daffa yang menjawab melainkan Arkan yang sudah duduk diatas pinggiran sofa dengan menumpukan kedua kakinya pada kedua lengan sofa. Ia membungkuk menyatukan tangannya dan menatap serius pada sean-ketuanya.

Sean menatap tajam Arkan begitu juga dengan Arkan"kenapa Lo?"tanya Arkan.

"Bukannya kebalik, seharusnya gue yang tanyak Lo kenapa?"

Arkan mengedipkan bahunya acuh dia membawa pantatnya untuk duduk disofa.

Fatha tersenyum miring."stress kali dia, mkirin cewek yang dia suka"

"Cewek yang mana? Yakali buaya bajingan kayak dia stres karena mikirin cewek"sarkastik Daffa.

Arkan mendengus membuat fatha tertawa begitu juga dengan Steve yang tersenyum tipis."sialan Lo"maki nya.

Mereka semua memusatkan pandangannya pada Brian saat cowok karismatik itu mengeluarkan suara."bolos lagi?"ujarnya berada di ambang pintu seraya memasukkan kedua tangannya dalam saku almamater OSIS miliknya menatap satu persatu sahabatnya.

Seperti biasa sebelum memasuki kelasnya sendiri Brian harus memastikan bahwa semua murid di sekolah Smansa ini tidak ada yang buat ulah atau membolos sudah menjadi kewajiban sebagai ketua OSIS.

"Males masuk pelajaran matematika"celetuk Daffa.

Brian menyender kan bahunya pada tiang ambang pintu."makanya Lo bodoh."Daffa tergelak ia mendengus sebal mendengar ucapan tanpa dosa dari Brian.

Badboy TampanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang