Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

badboy Tampan : 39

259 7 0
                                        

Assalamualaikum

Assalamualaikum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

----------------------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

----------------------------

Setelah beberapa hari pemulihan, Alicia akhirnya mendapatkan izin dokter untuk beraktivitas ringan. Raga—yang selama ini hampir tidak pernah lepas dari sisi putrinya—memutuskan mengganti semua kecemasan yang pernah ia rasakan dengan waktu berkualitas yang selama ini tertunda.

“Papa mau bawa kamu ke mana saja hari ini. Cia yang pilih,” kata Raga sambil membuka pintu mobil untuknya.

Alicia terkekeh kecil. “Kalau gitu… kita keliling kota, Pa. Kayak dulu waktu aku kecil.”

Raga tersenyum. “Permintaan itu gampang.”

Mereka menghabiskan pagi hingga siang berkeliling. Raga membawa Alicia ke tempat-tempat yang dulu sering mereka kunjungi: taman tempat mereka biasa makan es krim, toko buku favorit Alicia, dan restoran kecil yang jadi langganan keluarga. Raga tak berhenti memerhatikan putrinya, seolah takut berkedip dan kehilangan momen berharga itu.

Alicia menatap ayahnya dari samping, memperhatikan rahang tegas dan garis lelah yang kini perlahan hilang dari wajah Raga. Entah kenapa, di tengah kebahagiaan ini, muncul keinginan kuat dalam dirinya untuk mengabadikan momen—seolah ia ingin sesuatu yang bisa ia genggam selamanya.

“Yah…” panggil Alicia pelan.

Raga melirik sekilas tanpa menghentikan mobil. “Hm?”

Alicia menggigit bibirnya sebentar sebelum berbicara. “Ayah… Cia pengen ajak Yah ke foto box.”

Raga mengernyit. “Foto box? Tempat apa itu?”

“Tempat ambil gambar, Yah. Kayak bilik kecil gitu. Cia pengen take foto banyak-banyak sama Ayah.” Suaranya terdengar manja sekaligus penuh makna.

Raga hanya sempat terdiam dua detik sebelum mengulurkan tangan untuk mengelus rambut putrinya. “Kalau itu bisa bikin kamu senang, ya boleh. Kita pergi sekarang?”

Badboy TampanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang